Orang-orang yang berhasil sembuh dari infeksi virus Corona COVID-19 bisa mengalami berbagai efek sisa. Mulai dari fisik yang tak kunjung pulih karena sindrom "long COVID" hingga beban mental akibat rasa bersalah mengetahui menularkan penyakitnya ke orang terdekat.
Pekerja sosial di Mount Sinai National Jewish Health Respiratory Institute, Rachel Potter, bercerita banyak pasien yang mengalami masalah kesehatan mental. Sebagian merasa cemas, ada juga yang merasa takut.
"Umumnya saat kita jatuh sakit, kita hanya perlu fokus menyembuhkan diri. Tapi karena COVID-19 ini mudah menular, kita tidak hanya harus menjaga diri sendiri. Ada tanggung jawab tambahan karena risiko menularkan penyakit ke orang-orang yang kita sayangi, kata Rachel seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (12/9/2020).
Barry Douglas (55), dari Maryland, Amerika Serikat (AS), adalah salah satu contoh mantan pasien Corona yang mengalami hal tersebut. Barry didiagnosis terinfeksi COVID-19 tiga pekan lalu saat merasa sakit usai kembali dari liburan di pantai.
Barry mengaku saat menerima diagnosis langsung menelepon seluruh keluarga di rumah.
"Saya merasa tidak enak. Rasanya sungguh tidak enak, tapi rasa cemas mengetahui bahwa saya bisa jadi penyebab virus ini menyebar di keluarga jauh lebih buruh," ungkap Barry.
"Saya mungkin tidak akan bisa memaafkan diri saya sendiri," lanjutnya.
Barry menjalani masa isolasi di rumah sendirian sambil diawasi oleh dokter secara virtual. Sementara istri dan anaknya diminta tinggal di rumah kerabat.
Pada akhirnya Barry berhasil sembuh dan berkat dukungan keluarga bisa melewati kecemasan dan rasa bersalah yang dirasakan.
"Pengalaman seperti ini umum terjadi pada pasien," komentar Rachel.
Terpopuler Sepekan: RI yang 'Di-lockdown' Negara Lain karena COVID-19
Topik penolakan warga negara Indonesia di luar negeri sempat ramai dibahas. Malaysia diketahui menutup pintu bagi warga Indonesia mulai 7 September 2020, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan level 3 bagi warganya yang ingin terbang ke Indonesia.
"Bila Anda sampai jatuh sakit di Indonesia, sumber daya yang ada mungkin terbatas. Buat rencana dengan matang dan pelajari bagaimana cara mendapat layanan kesehatan di luar negeri," tulis CDC dalam situs resminya.
dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menjelaskan alasan mengapa banyak negara yang melarang warga negaranya mengunjungi Indonesia atau dikunjungi warga Indonesia, salah satunya karena perkembangan wabah Corona di Indonesia. Sejauh ini grafik kasus di Indonesia sama sekali belum menunjukkan penurunan.
"Kalau dilihat di grafik, hanya Indonesia dan India yg belum menunjukkan penurunan jumlah kasus, bahkan angka kematian Indonesia melebihi angka kematian global. Ini cukup mengerikan bagi negara lain," kata dr Pane beberapa waktu lalu.
"Dan upaya pengendalian yang dilakukan sama sekali tidak memenuhi kaidah-kaidah standar dalam epidemiologi," lanjutnya.
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan upaya pembatasan ini wajar dilakukan negara-negara untuk menekan pandemi virus Corona COVID-19. Indonesia juga menerapkan hal serupa dengan menolak masuk warga negara asing selama wabah COVID-19.
"Kami mohon pengertian pada seluruh warga Indonesia agar dapat menjaga daerahnya masing-masing. Mobilitasnya dibatasi hanya melakukan perjalanan yang esensial saja dan betul-betul melaksanakan protokol kesehatan," kata Wiku.
https://cinemamovie28.com/the-best-plan-is-no-plan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar