Selama pandemi Corona, warga dunia diminta untuk menjauhi keramaian dan tidak bepergian. Tapi tampaknya tak harus selalu demikian untuk para orang kaya. Sebuah laporan mengungkap bahwa banyak elit Silicon Valley yang bisa tetap party hingga traveling. Dengan uang dan fasilitas yang mereka punya, para CEO dan investor tetap bisa menikmati hidup sementara kebanyakan orang di Amerika dan dunia terpaksa mengurung diri dalam rumah.
"Virus Corona adalah virus orang miskin. Orang-orang kaya ini tidak bisa menghentikan diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa berhenti menggelar pesta dan bepergian dengan jet dan bersosialisasi seakan semuanya normal," kata para sumber kepada dalam laporan Vanity Fair.
Silicon Valley merupakan julukan daerah di selatan San Francisco, California yang dikenal sebagai basis perusahaan besar dan industri di bidang teknologi. Tak heran jika banyak orang kaya yang tinggal di sana, termasuk CEO Facebook Mark Zuckerberg hingga co-founder Uber Travis Kalanick.
Sebelumnya tersebar foto bahwa Zuckerberg tengah berselancar dengan electric surfboard seharga $12 ribu (Rp 178 jutaan) ketika liburan bersama keluarga di Hawaii. Sumber pun menyebutkan jika Kalanick yang dikenal suka pesta tetap bisa menggelarnya meski dalam skala lebih kecil. Beberapa miliuner lain juga mengadakan perayaan di rumah sendiri atau sewa mansion dengan fasilitas rapid test sebelum mereka bisa masuk ke dalam.
Di tengah keadaan krisis yang tidak menentu bagi banyak orang, para investor Sillicon Valley juga dilaporkan sering kali menyewa mansion di Palm Spring berbiaya $50 ribu (Rp 745 jutaan) sebulan untuk berpesta meski sedang pandemi Corona. Sementara jika bosan di rumah mewah mereka, sebagian orang super kaya itu terbang dengan pesawat pribadi untuk liburan, termasuk Mark Zuckerberg.
Sumber lain mengungkap beberapa CEO membayar banyak uang agar bisa terbang ke negara lain untuk melarikan diri bersama dari Amerika Serikat di mana kasus COVID-19 sedang memuncak. Karena itu, permintaan untuk menyewa pesawat jet meroket selama pandemi. Dilansir NetJets, kenaikannya mencapai 60% dibandingkan tahun lalu.
Sementara banyak orang merasa kesulitan ekonomi, sejumlah elit Silicon Valley dikabarkan tidak bermasalah dengan finansial. Dilaporkan bahwa pemilik Amazon Jeff Bezos baru-baru ini membeli rumah di Beverly Hills yang letaknya bersebelahan dengan rumah yang dibelinya enam bulan sebelumnya. Selain Bezos, beberapa bos teknologi seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren Buffet, dan Larry Ellison juga mengalami kenaikan kekayaan selama beberapa bulan belakangan.
Desainer Jepang Bikin Masker Terbuat dari Mutiara, Harganya Rp 138 Juta
Pandemi virus Corona membuat banyak desainer berlomba-lomba membuat masker dengan ciri khas rancangannya masing-masing. Salah satunya Rieko Kawanishi, desainer asal Jepang.
Rieko Kawanishi yang dikenal sebagai desainer aksesori menciptakan masker mewah terbuat dari 310 butir mutiara asli. Ia menggunakan mutiara Akoya, salah satu jenis mutiara laut dengan kualitas tinggi yang paling populer karena keindahan kilaunya.
"Setelah pandemi, banyak tempat yang untuk pertamakalinya, mengharuskan kamu pakai masker. Aku hanya terpikir untuk membuat sesuatu (masker) yang elegan," ujar Rieko seperti dikutip dari Elite Readers.
Butuh waktu tiga hari bagi Rieko untuk membuat masker mutiara nan cantik ini. Karyanya pun dipamerkan di tokonya, kawasan Tokyo, dan bisa dibeli dengan harga USD 9,350 atau sekitar Rp 138 juta.
Meskipun harganya sangat mahal, masker ini tidak menjamin perlindungan maksimal terhadap penularan virus Corona. Rieko sendiri mengakui kalau masker buatannya tersebut tidak terlalu efektif cegah COVID-19.
"Penuh dengan lubang!" kata Rieko.
Dia pun menyarankan agar memakai masker berlapis. Gunakan terlebih dahulu masker medis atau masker kain, baru setelah itu pakai masker mutiara di atasnya.
Masker dengan material mewah seperti mutiara, berlian atau emas memang mulai marak di tengah pandemi virus Corona. Sedap dipandang mata, namun bukan pilihan bijak, jika ingin digunakan sebagai pencegah penularan COVID-19.
Pakar penyakit menular Kazunari Onishi pun memperingatkan agar pembeli waspada. Jangan mengandalkan masker-masker bertabur atau berlapis emas sebagai alat pelindung diri jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyaring partikel virus maupun bakteri.
"Kalau prioritas Anda adalah mencegah infeksi virus, maka masker seperti itu tidak akan melindungi nyawa Anda," tukas Kazunari seperti dilansir New York Times.
https://kamumovie28.com/blood-orange/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar