Selasa, 18 Agustus 2020

Penyanyi Cantik Dipenjara Gegara Bikin Akun Gosip untuk Jatuhkan Artis Lain

 Penyanyi pop Maroko Dounia Batma terlibat dalam kasus pemerasan. Tindakannya tersebut telah terbukti salah oleh pengadilan yang membuatnya kini dijatuhi hukuman delapan bulan.
'Hamza mon bb case' menjadi nama akun di Snapchat dan Instagram yang mempublikasikan konten foto dan video dari selebriti lain. Akun tersebut layaknya akun gosip yang bertujuan untuk memeras sejumlah artis di Maroko.

Dalam menjalankan aksinya, Dounia bersama saudarinya Ibtissam, dan temannya Aicha Ayach. Ketiganya kini menjalani hukuman. Ibtissam dipenjara selama 12 bulan, dan Aicha 18 bulan.

Sejak tahun 2018 akun tersebut sudah menghebohkan jagat dunia hiburan di Maroko. Selama ini tidak ada yang tahu siapa di balik pengelola akun media sosial tersebut.

Pada akhirnya pemilik akun tersebut terungkap, dan tidak disangka bahwa penyanyi pop cantik tersebut terlibat. Ketiganya bersalah karena mencari tahu informasi pribadi dan menyebarkan secara online tanpa persetujuan pemiliknya.

Idol dari tanah Arab itu dan juga saudarinya dinyatakan bersalah karena membagikan informasi dengan niat jahat. Mereka dinyatakan telah sengaja menjatuhkan reputasi seseorang.

Pada Desember 2019 Dounia Batma sempat ditahan karena kasus tersebut, namun dibebaskan dengan jaminan paspornya yang ditahan. Penyitaan paspor dilakukan untuk menghindari Dounia kabur ke luar negeri.

Tak hanya hukuman penjara, ketiganya pun membayar wajib membayar denda. Masing-masing membayar Rp 16 juta.

Nama Dounia Batma populer di Maroko setelah mengikuti ajang Arab Idol pada season pertama di 2012. Dia dipuji juri karena memiliki suara yang unik.

Terungkap Gaya Hidup Orang Kaya Selama Pandemi, Bos FB sampai Jeff Bezos

Selama pandemi Corona, warga dunia diminta untuk menjauhi keramaian dan tidak bepergian. Tapi tampaknya tak harus selalu demikian untuk para orang kaya. Sebuah laporan mengungkap bahwa banyak elit Silicon Valley yang bisa tetap party hingga traveling. Dengan uang dan fasilitas yang mereka punya, para CEO dan investor tetap bisa menikmati hidup sementara kebanyakan orang di Amerika dan dunia terpaksa mengurung diri dalam rumah.
"Virus Corona adalah virus orang miskin. Orang-orang kaya ini tidak bisa menghentikan diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa berhenti menggelar pesta dan bepergian dengan jet dan bersosialisasi seakan semuanya normal," kata para sumber kepada dalam laporan Vanity Fair.

Silicon Valley merupakan julukan daerah di selatan San Francisco, California yang dikenal sebagai basis perusahaan besar dan industri di bidang teknologi. Tak heran jika banyak orang kaya yang tinggal di sana, termasuk CEO Facebook Mark Zuckerberg hingga co-founder Uber Travis Kalanick.

Sebelumnya tersebar foto bahwa Zuckerberg tengah berselancar dengan electric surfboard seharga $12 ribu (Rp 178 jutaan) ketika liburan bersama keluarga di Hawaii. Sumber pun menyebutkan jika Kalanick yang dikenal suka pesta tetap bisa menggelarnya meski dalam skala lebih kecil. Beberapa miliuner lain juga mengadakan perayaan di rumah sendiri atau sewa mansion dengan fasilitas rapid test sebelum mereka bisa masuk ke dalam.

Di tengah keadaan krisis yang tidak menentu bagi banyak orang, para investor Sillicon Valley juga dilaporkan sering kali menyewa mansion di Palm Spring berbiaya $50 ribu (Rp 745 jutaan) sebulan untuk berpesta meski sedang pandemi Corona. Sementara jika bosan di rumah mewah mereka, sebagian orang super kaya itu terbang dengan pesawat pribadi untuk liburan, termasuk Mark Zuckerberg.

Sumber lain mengungkap beberapa CEO membayar banyak uang agar bisa terbang ke negara lain untuk melarikan diri bersama dari Amerika Serikat di mana kasus COVID-19 sedang memuncak. Karena itu, permintaan untuk menyewa pesawat jet meroket selama pandemi. Dilansir NetJets, kenaikannya mencapai 60% dibandingkan tahun lalu.
https://kamumovie28.com/alpha-house-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar