Sabtu, 15 Agustus 2020

Berisiko Tularkan Corona, CDC Larang Publik Gunakan Masker Exhaust

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup. Masker jenis ini dinilai tidak efektif dalam mencegah penyebaran virus Corona COVID-19.
"Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain," sebut laman resmi CDC terkait pedoman barunya.

Kenapa masker exhaust disebut tidak efektif mencegah penyebaran COVID-19?

Menurut keterangan CDC, penggunaan masker exhaust memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya terhembus keluar melalui lubang katup.

"Hal ini memungkinkan percikan pernapasan yang dihembuskan dapat mencapai orang lain dan berpotensi menyebarkan virus COVID-19," tulis CDC.

Bagaimana respons dokter paru terkait penggunaan masker exhaust?

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Erlang Samoedro, SpP, membenarkan bahwa masker exhaust tidak efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Bahkan menurutnya, masker jenis ini jika digunakan justru bisa membahayakan orang lain.

"Kalau orang terkonfirmasi sakit COVID-19 kemudian pakai masker ini, sama saja nggak pakai masker. Dia terlindungi dari ancaman luar, tapi justru mengancam orang di luar," kata dr Erlang kepada detikcom, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, juga menjelaskan kemungkinan CDC melarang penggunaan masker exhaust karena mengantisipasi risiko penularan COVID-19 secara airborne. Terlebih risiko penularan COVID-19 dengan cara ini sudah diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Jadi unsurnya adalah kehati-hatian dalam penggunaan masker seperti itu," ucap dr Diah dalam wawancara terpisah, Jumat (14/8/2020).

Punya Tangan 'Ganteng', Pria Ini Kantongi Penghasilan Rp 1,3 Miliar

Ray Martell Moore adalah seorang model yang mungkin pernah kamu lihat dalam berbagai iklan. Penampilannya mungkin tidak familiar karena yang dijual Ray bukanlah wajah. Ray adalah pemilik tangan 'ganteng' yang sering dipekerjakan brand untuk jadi memegang produk dalam foto atau video. Meski model tangan tidak umum, profesi ini bisa menghasilkan miliaran rupiah per tahun.
Ray mulai jadi model tangan 10 tahun lalu. Tangannya yang dianggap ideal membawa pria tersebut mengantongi penghasilan hingga $75 ribu atau sekitar Rp 1,1 miliaran per tahun. Tak hanya bertugas untuk memegang handphone, jam tangan, atau makanan, Ray bahkan juga pernah menggantikan tangan Jay-Z dalam sebuah iklan.

Apa yang sebenarnya membuat tangan Ray terlihat bagus untuk dipasang dalam iklan? Ray sendiri berpendapat jika tangan dan jari-jarinya tampak ideal karena tidak terlalu besar atau kecil untuk memegang barang. Warna kulitnya juga dinilai netral sehingga bisa dengan mudah diedit jadi terang atau gelap sesuai dengan model utama atau kebutuhan.

Meski punya tangan yang sudah dianggap ideal, Ray tetap perlu merawat jari-jarinya. Tak cukup dengan pakai pelembap, Ray harus mengulaskan pelembap paling tidak 30 kali dalam sehari. Perawatan yang dilakukan Ray pun mungkin bisa jadi inspirasi kamu yang ingin tampilan tangan cantik dan awet muda.

"Kalau aku harus menghitung aku bisa mengulaskan pelembap 30 kali sehari. Aku menaruhnya di berbagai tempat di rumah untuk mengingatkan aku pakai pelembap. Ada orang yang pakai lotion atau oil, aku lebih suka pakai oil. Tubuh kita secara natural punya minyak jadi menggunakan minyak organik bagus menambahkan natural oil bagus untuk rejuvenasi dan hidrasi," ujarnya kepada Business Insider.

"Satu hal yang tidak boleh dilakukan sebagai model adalah cuci piring, paling tidak tanpa sarung tangan. Sabun atau detergen terlalu keras untuk kulit," kata Ray. "Satu kali aku pernah digigit kucing, akhirnya aku pakai concealer untuk memudarkan bekasnya," tambahnya.
https://cinemamovie28.com/man-of-tai-chi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar