Minggu, 16 Agustus 2020

Beredar Foto Putri Vladimir Putin Disuntik Vaksin Corona, Ini Faktanya

Di media sosial beredar foto yang diklaim putri dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat menerima vaksin Corona. Hal ini menyusul kabar dari otoritas Rusia yang menyebut sudah selesai mengembangkan vaksin Corona COVID-19 pertama di dunia.
"Putri Presiden Rusia Vladimir Putin ... orang pertama yg sdh divaksin dgn vaksin yg ditemukan oleh tim kedokteran Rusia, bukan vaksin buatan Cina dan ini keteladanan seorang pemimpin negara yg berani ambil resiko, putrinya divaksin terlebih dahulu sebelum di vaksinkan ke rakyatnya," kata salah satu pengguna Facebook yang turut membagikan gambar.

Penelusuran dengan aplikasi verifikasi gambar, InVid, menemukan foto wanita yang ramai dibagikan di media sosial tersebut berasal dari video di situs Youtube bertanggal 25 Juni 2020. Dalam video dan laporan media disebutkan bahwa wanita itu merupakan salah satu relawan vaksin Corona bernama Natalia.

Dalam keterangan video dijelaskan Natalia adalah tentara perempuan yang menempuh pendidikan di Kirov Military Medical Academy untuk menjadi dokter militer. Sama sekali tidak disebut putri dari Presiden Vladimir Putin.

Putin saat mengumumkan vaksin memang pernah mengaku salah satu putrinya ikut dalam uji coba. Namun, ia tidak menjelaskan lebih detail.

Putri dari Presiden Vladimir Putin diketahui bernama Maria dan Katerina.

Cegah Penularan Corona, Wilayah Spanyol Terapkan Larangan Merokok

Sebuah wilayah di Spanyol telah memberlakukan larangan merokok di tempat umum dan terbuka karena khawatir mengenai risiko penularan virus Corona. Larangan merokok ini termasuk di jalanan, bar, restoran, dan tempat lain di mana jarak sosial sulit diterapkan.
Wilayah barat laut Spanyol, Galicia, adalah daerah pertama yang menerapkan aturan ini, disusul oleh Kepulauan Canary. Kebijakan ini diambil saat Spanyol menghadapi tingkat infeksi COVID-19 terburuk di Eropa Barat.

Larangan merokok di Galicia diumumkan pada Rabu (12/8/2020) setelah para ahli kesehatan merekomendasikan tindakan pencegahan tersebut kepada pemerintah. Dilansir dari BBC, langkah tersebut juga didasari oleh penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan Spanyol yang menguraikan hubungan antara merokok dan peningkatan penyebaran virus Corona.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa risiko infeksi COVID-19 meningkat karena orang yang merokok berpotensi menularkan droplet lewat hembusan napas. Perokok juga bisa terinfeksi saat mereka melepas masker dan menyentuh mulut saat merokok.

"Telah terbukti bahwa penggunaan tembakau, dalam bentuk apapun, memperburuk penyakit. Bukti saat ini menunjukkan bahwa merokok dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk keparahan gejala," kata Presiden Regional Wilayah Galicia, Alberto Núñez Feijóo, dalam konferensi pers.

Pejabat di wilayah lain termasuk Madrid, Andalucia, dan Valencia juga dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menetapkan larangan merokok.

Tindakan serupa telah diberlakukan di tempat lain, seperti di Afrika Selatan di mana penjualan rokok dan tembakau lainnya sudah dilarang sejak akhir Maret.
https://indomovie28.net/one-way-trip/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar