Senin, 17 Agustus 2020

Pro-Kontra Rambut Gondrong Justin Trudeau, Tak Pernah Potong Gegara Lockdown

 Kanada termasuk negara yang menerapkan kebijakan lockdown demi mencegah penularan virus Corona. Tempat umum seperti perkantoran, mal termasuk salon ditutup selama beberapa bulan dengan adanya aturan tersebut.

Penutupan salon dan barbershop membuat warga Kanada tak bisa potong rambut tak kerkecuali Perdana Menteri Justin Trudeau. Selama masa lockdown, Justin Trudeau membiarkan rambut dan jenggotnya tumbuh tanpa dicukur atau gunting.

Setiap kali muncul mengumumkan update data tentang COVID-19 dari rumahnya, pria 48 tahun ini selalu muncul bersetelan jas rapi lengkap dengan dasi. Namun ada penampilan lain dari Justin yang menarik perhatian publik, yakni rambutnya yang semakin gondrong. Publik pun menyebutnya sebagai 'rambut lockdown'.

Penampilannya itu pun menuai pujian. Justin Trudeau dinilai sebagai pemimpin yang berdedikasi dan disiplin mengikuti aturan lockdown maupun social distancing dengan tidak menggunting rambutnya di masa pandemi.

Banyak orang Kanada yang merasa mengalami hal sama seperti Justin Trudeau. Mereka pun tidak bisa ke luar rumah apalagi hanya untuk potong rambut.

Rambut Trudeau sangat lembut... aku suka lmao," cuit netizen di Twitter.

"Kalian bisa ngomong apa saja tentang Trudeau tapi rambut keritingnya itu seksi," komentar netizen lain.

Tapi tidak semua netizen setuju kalau Justin Trudeau terlihat lebih tampan dengan rambut gondrong. Salah satu netizen mengritik, "Tolong adakah yang bisa memotong rambut dan cukur jenggot Justin Trudeau? Sudah cukup."

"Justin Trudeau, aku tantang untuk potong rambut gondrong dan jenggot berantakan itu," tulis netizen lagi.

Sementara itu seperti dikutip dari Narcity, Kanada melonggarkan kebijakan lockdown sejak pekan lalu. Provinsi Ontario pun mengumumkan bahwa salon-salon sudah diizinkan buka kembali mulai Jumat (12/6/2020).

Jika lockdown sudah diangkat, apakah Justin Trudeau akan langsung datang ke salon dan potong rambut?

Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria Ini Naik Hingga Lebih dari 90 Kg

 Lockdown karena virus Corona membuat pria asal Wuhan, China, ini naik berat badan secara drastis. Hanya dalam lima bulan, pria yang hanya diketahui bernama Zhou, bobotnya naik hingga 90-an kg.

Seperti diketahui, Wuhan yang merupakan episentrum awal penyebaran virus Corona, memberlakukan lockdown sejak Januari 2020. Baru bulan lalu pemerintah akhirnya melonggarkan aturan jaga jarak dan isolasi seiring semakin menurunnya angka kasus positif COVID-19 di kota tersebut.

Saat warga Wuhan lainnya bisa kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Zhou, masih tidak bisa ke luar rumah. Ia mengalami obesitas hingga sulit bergerak.

Diberitakan Oddity Central, kondisi kesehatan Zhou memang tidak terlalu baik jauh sebelum virus Corona merebak di Wuhan. Meskipun tubuhnya kurang fit, pria berusia 26 tahun ini masih bisa menjalankan aktivitasnya secara normal. Sehari-harinya Zhoue bekerja di kafe dan selalu menjaga berat badannya.

Tapi semua itu berubah ketika Zhou hanya menghabiskan waktunya di rumah karena lockdown. Ia tidak dapat beraktivitas fisik dengan maksimal dan kesulitan membakar kalori.

Berat badannya pun terus naik dan dalam beberapa bulan, bobotnya mencapai 280 kg. Naik hingga lebih dari 90 kg.

Kasus Zhou ini terungkap pekan lalu, setelah tim dokter di Wuhan University Central South Hospital merawatnya. Kala itu Zhou mengatakan kepada dokter bahwa dia tidak pernah meninggalkan rumahnya sejak sebelum lockdown pada Januari 2020, yang ikut memicu kenaikan berat badan drastis.

Dia juga mengatakan kesulitan tidur karena merasa tidak nyaman akibat bobotnya yang di atas normal. Saat itulah Zhou memutuskan menghubungi rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Setelah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans, Zhou langsung ditempatkan di ICU. Sejumlah pemeriksaan menunjukkan kalau Zhou mengalami gagal jantung dan disfungsi saluran pernapasan.

Selama 10 hari tim dokter mencoba menstabilkan kondisinya agar bisa dilakukan tes-tes lainnya seperti mengukur tekanan darah dan EEG. Beruntung, kondisi Zhou akhirnya stabil dan pada 11 Juni, ia dinyatakan telah melewati masa kritis.
https://kamumovie28.com/my-friends-mother-2-looks-like-a-woman-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar