Ilmuwan ungkap perubahan masa inkubasi virus Corona COVID-19. Studi baru ini merujuk pada para peserta dari Wuhan, kota tempat pertama kali Corona muncul.
Sebelumnya, para otoritas kesehatan sepakat bahwa masa inkubasi rata-rata adalah lima hari dan maksimal menjadi 2 minggu. Namun, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, dan Universitas Peking, menilai rata-rata masa inkubasi bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan maksimal 2 minggu.
Dalam studi mereka, menggunakan pemodelan probabilitas dan data klinis lebih dari 1.000 pasien COVID-19 yang meninggalkan Wuhan sebelum kota tersebut dilockdown pada 23 Januari, para peneliti menemukan waktu inkubasi rata-rata adalah 8,29 hari, sedangkan nilai mediannya adalah 7,76 hari.
"Pengetahuan yang tepat tentang masa inkubasi akan membantu memberikan masa karantina yang optimal untuk tujuan pengendalian penyakit, dan penting dalam penyelidikan mekanisme penularan dan pengembangan pengobatan," kata para peneliti, dikutip dari SCMP, Jumat (14/8/2020).
"Terlepas dari pentingnya masa inkubasi, seringkali perkiraannya buruk berdasarkan data yang terbatas, " sebut para peneliti.
Sementara penelitian yang diterbitkan pada hari Jumat di jurnal American Science Advances, mendukung pemikiran bahwa masa inkubasi untuk kebanyakan pasien tidak lebih dari 14 hari.
"Itu bisa menjadi masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan periode karantina," kata laporan itu, meskipun menambahkan bahwa batasan penelitian dapat memengaruhi perkiraan.
Para peneliti mengatakan bahwa karena temuan mereka didasarkan pada kasus dari awal tahun, hal ini mungkin tidak berlaku untuk kasus selanjutnya, jika virus Corona telah bermutasi.
Hasilnya didasarkan pada model probabilitas yang menghindari 'bias' dan ketidakakuratan lainnya yang mungkin terjadi saat mengumpulkan data, demikian ungkap studi tersebut.
Metode tersebut menggunakan data riwayat perjalanan dan onset gejala dari kasus yang dikonfirmasi yang meninggalkan Wuhan antara 19-23 Januari. Penelitian selanjutnya dilakukan pada tanggal di mana kota tersebut dilockdown untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
"Memahami masa inkubasi dapat membantu pihak berwenang membuat rencana pengendalian penyakit mereka, karena orang dapat menularkan virus sebelum mereka menunjukkan gejala," sebut para peneliti.
Jejak Corona Ditemukan Juga di Chicken Wings Impor dari Brasil
Pemerintah kota Shenzhen, China kembali melaporkan adanya virus Corona di dalam kemasan beku yang diimpor. Kali ini virus Corona terdeteksi di kemasan ayam beku yang diimpor dari Brasil.
Pusat Pengendalian Penyakit China menguji sampel yang diambil dari permukaan sayap ayam beku sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada makanan, hasil laut impor, dan produk daging.
Pemeriksaan terhadap bahan makanan impor ini dilakukan sejak Juni lalu, ketika wabah virus Corona ditemukan di pasar makanan laut Xinfadi di Beijing.
Otoritas kesehatan Shenzhen, China pun kemudian melacak dan menguji semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan ayam beku impor tersebut. Mereka juga menguji produk makanan yang disimpan di dekat bahan yang tercemar virus Corona. Semua hasilnya dinyatakan negatif.
Sehari sebelumnya, pada Rabu (12/8/2020) otoritas China menemukan virus Corona pada kemasan udang yang diimpor dari Ekuador.
Pihak berwenang kini melacak produk terkait dari merek yang sama yang telah dijual, dan telah mendisinfektan area penyimpanan sayap ayam yang terkontaminasi.
Otoritas kesehatan, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, mengatakan kemungkinan tertular virus melalui makanan rendah.
Dikutip dari laman CNN, para ahli mengatakan bahwa meskipun virus SARS-nCoV-2 mampu menginfiltrasi makanan atau bahan kemasan, namun virus tidak dapat bereproduksi dan tidak bisa bertahan lama dalam suhu kamar.
https://kamumovie28.com/crayon-shin-chan-invasion-alien-shiriri-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar