Tak hanya rokok konvensional, kini rokok elektrik atau kerap disebut vape juga menjadi ancaman kesehatan bagi anak-anak. Bahkan beberapa anak mengonsumsi kedua produk tersebut secara rutin.
Lisda Sundari, ketua dari Yayasan Lentera Anak, mengatakan mengonsumsi rokok dan vape secara rutin bisa meningkatkan risiko kanker di usia produktif.
"Jadi kalau anak-anak sudah merokok dan vape, nanti pada usia produktif dia akan jadi orang yang sakit-sakitan, dan kita tidak bisa produktif lagi akhirnya," jelasnya, Rabu (12/2/2020).
Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Drs Hendra Jamal's, MSi, juga mengatakan bahwa di antara rokok dan vape tidak ada yang lebih sehat, karena keduanya sama-sama bisa menyebabkan penyakit.
"Semuanya itu bisa menyebabkan penyakit. Nggak ada yang bagus, mau vape dibilang dari herbal bisa bikin sehat itu nggak ada, bohong semua. Itu hanya kata-kata pujangganya industri," pungkas Hendra.
Indonesia Negatif Virus Corona, Ini Pernyataan WHO hingga Kemenkes
Pada Selasa (11/02/2020) tercatat sudah ada 43.173 kasus orang didiagnosa terkena virus corona. Namun di Indonesia belum ada satu pun kasus virus corona yang terkonfirmasi positif. Ini pernyataan dari WHO hingga Kemenkes.
Beberapa waktu lalu, sempat beredar informasi kalau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi penyebaran virus corona yang baru yakni Coronavirus 2019-nCoV.
Menanggapi hal ini, pihak WHO hingga Kemenkes memberikan pernyataan. Ini beberapa pernyataan tentang negatifnya Indonesia Coronavirus.
1. Kekhawatiran Ahli Harvard
Peneliti dari Harvard University memprediksi virus corona (2019-nCoV) seharusnya sudah masuk Indonesia berdasarkan volume penerbangan dari dan ke Wuhan.
Dikutip dalam detikHealth, Dr N. Paranietharan selaku perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut studi ini sebagai model saja. "Kami sebagai WHO tidak mengambil kesimpulan hanya dari prediksi dan model saja. Kami menunggu ada bukti," kata Paranietharan (11/2/2020).
Riset peneliti dari Harvard University yang jadi perbincangan membuat model regresi linear untuk mengidentifikasi tempat-tempat dengan potensi kasus 'uderdetected' di berbagai negara.
"Indonesia belum melaporkan adanya kasus, dan seharusnya Anda sudah menemukannya beberapa," kata salah seorang peneliti, Marc Lipsitch yang dikutip dari IBTimes.
Hal ini yang membuat pihak peneliti Harvard University khawatir. Di negara berpenduduk 270 juta orang ini. Padahal, negara tetangga seperti Singapura, Filipina, Malaysia, Australia, Vietnam, dan Kamboja sudah mengonfirmasi sejumlah kasus virus corona yang terjadi di negara mereka.
Mengenai hal ini, Terawan menegaskan pemerintah tidak menutup informasi mengenai ada atau tidaknya virus tersebut di Indonesia.
Terawan mempersilakan peneliti dari Harvard untuk melihat laboratorium untuk menguji ada atau tidaknya virus corona. Indonesia hingga saat ini belum mengkonfirmasi wabah virus corona.
https://cinemamovie28.com/lets-go-hot-spring-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar