China menemukan jejak virus Corona pada frozen food. Hal ini memicu kekhawatiran terkait penularan virus Corona dari makanan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti virus Corona bisa menular dari makanan. Para peneliti di China sedang mempelajari masalah tersebut, dan badan internasional sedang melacak temuan mereka.
Dikutip dari CNBC International, dr Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat WHO, menanggapi temuan jejak virus Corona pada frozen food yang memicu kekhawatiran penularan melalui rute tersebut.
"Namun saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona," katanya dalam siaran pers di kantor WHO Jenewa, Kamis (13/8/2020).
"Orang tidak boleh takut pada makanan, atau pengemasan makanan atau pemrosesan dan pengiriman makanan. Makanan sangat penting," lanjut dr Mike Ryan.
"Dan saya tidak suka berpikir bahwa kita akan menciptakan kesan ada masalah dengan makanan kita. Kami berada di bawah tekanan yang cukup (dalam menghadapi pandemi)," katanya.
Sebelumnya, tiga kota di China telah melaporkan temuan jejak virus di permukaan frozen food impor selama empat hari terakhir, hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa virus dapat ditularkan melalui makanan dan menyebabkan wabah baru, demikian laporan NBC News.
Pejabat WHO mengatakan otoritas kesehatan China telah menguji setidaknya ratusan ribu sampel makanan beku dan menemukan 'sangat sedikit' yang ditemukan jejak virus Corona. Para pejabat mengatakan mereka telah mengeluarkan panduan dari United Nations' Food and Agriculture Organization tentang bagaimana seharusnya menangani makanan dengan aman.
"Bahkan jika virus memang menular melalui makanan, yang tidak ditunjukkan oleh bukti, virus dapat dibunuh sebelum kita memakannya," kata Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO.
"Kalau virus sebenarnya ada di makanan, dan kita tidak punya contoh di mana virus ini ditularkan sebagai bawaan makanan, padahal seseorang sudah mengonsumsi produk makanan, virus itu bisa dibunuh seperti virus lain juga, bisa dimatikan kalau dagingnya sudah matang," lanjutnya.
"Orang-orang sudah cukup takut, cukup takut pada pandemi COVID-19," kata Ryan.
WHO menilai temuan ini penting untuk dipelajari lebih lanjut. Bukti ilmiah diperlukan, dan WHO tidak akan mengabaikan temuan-temuan tersebut.
"Penting bagi kami untuk melacak temuan seperti ini dan penting bagi kami untuk tidak mengabaikan bukti ilmiah di tempat kami menemukannya. Tapi penting juga bagi orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut," pungkasnya.
Mau Rapat di Kantor Saat Pandemi? Perhatikan Dulu 5 Hal Ini!
Di masa tatanan baru atau new normal saat ini, masyarakat sudah bisa melakukan berbagai aktivitas di luar rumah, namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai aktivitas yang sempat tertunda, salah satunya adalah rapat atau meeting penting.
Saat new normal ini, mungkin ada sebagian orang yang memilih meeting di dalam ruangan karena dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan ke peserta rapat.
Namun, yang harus digarisbawahi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan selama melakukan kegiatan rapat di dalam ruangan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Apalagi menurut informasi terakhir dari BNPB, per 11 Juni 2020 jumlah kasus positif di Indonesia telah mencapai angka 128.776 kasus.
Untuk itu, agar kasus positif tidak bertambah, bagi yang ingin melakukan kegiatan rapat di dalam kantor atau ruangan, cobalah untuk memperhatikan hal penting berikut ini seperti dilansir dari website BNPB.
Rapat di Ruangan yang Bersirkulasi Udara Baik
Bila memutuskan untuk rapat di dalam ruangan, cobalah mencari ruangan yang mempunyai ventilasi yang terbuka sehingga sirkulasi udara di dalam ruangan akan tetap berjalan dan udara di dalam ruangan tetap terjaga
Rapat di Pagi Hari
Cobalah untuk memulai rapat di pagi hari sehingga ruangan tidak perlu menggunakan AC. Bukalah jendela dan biarkan udara pagi masuk ke dalam ruangan.
Batasi Peserta
Batasi jumlah peserta yang ada di dalam ruangan, misalnya dibagi 50% orang di dalam ruangan 1 dan 50% lainnya di ruangan lainnya. Lalu, manfaatkanlah aplikasi webcam untuk melaksanakan rapat secara online.
Batasi Waktu
Membatasi waktu juga perlu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus. Usahakanlah berbicara tidak bertele-tele dan langsung ke inti permasalahan, buatlah waktu maksimal rapat setidaknya 30 menit.
Hindari Sajian Makan/Minum
Memang agak kurang lengkap sebuah rapat tanpa sajian makanan dan minuman namun ini bisa membuat orang yang ada di dalam ruangan membuka maskernya dan bisa saja menyebarkan virus yang ada.
Nah, selain memperhatikan hal di atas, perlu juga menjaga tubuh agar tetap fit saat menjalani segala aktivitas. Anda dapat berolahraga secara teratur dan mengonsumsi vitamin seperti Samcorbex.
https://kamumovie28.com/sadako-vs-kayako/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar