Pakar Biomolekuler dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengklaim bahwa ada mutasi virus Corona baru yang terdeteksi di Surabaya. Mutasi ini tipe Q677H, yang disebut sangat jarang ditemui.
Mutasi Corona Surabaya ini diketahui lebih dekat dengan strain Eropa, daripada China tempat virus Corona pertama kali muncul. Bahkan tipe mutasi ini baru terdeteksi 13 negara, salah satunya Indonesia.
"Ada dua muatan yang berdekatan dan dari peta sebaran di Indonesia, satu-satunya baru di Surabaya," kata Ni Nyoman pada detikcom beberapa waktu lalu.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang mutasi Q677H yang dirangkum detikcom.
1. Apa itu mutasi Q677H?
Ni Nyoman mengatakan Q677H merupakan salah satu tipe mutasi virus Corona yang posisinya dekat dengan pemotongan purin (enzim protase yang dimiliki sel inang dalam hal ini manusia, tepatnya pada sel paru-paru). Mutasi ini muncul bersama dengan mutasi yang lebih dulu dikenal, yaitu D614G.
Berdasarkan analisis pendahuluan, mutasi baru ini membantu energi antara purin dan spike semakin tinggi. Itu artinya, kemampuan purin akan meningkat menjadi lebih baik.
2. Di mana saja mutasi ini sudah terdeteksi?
Tipe mutasi ini baru terdeteksi di 13 negara, termasuk di dalamnya yaitu Indonesia. Selain di Surabaya, mutasi ini belum ditemukan di kota lainnya.
Namun tipe Q677H ini ternyata sudah ada di beberapa negara lain khususnya Eropa, Amerika Serikat, Australia, India, dan Timur Tengah. Meski sudah terdeteksi di beberapa negara, berdasarkan peta penyebaran masih tidak sebanyak D614G.
3. Apakah mutasi Q677H ini menyebabkan kematian?
Menurut Ni Nyoman, data yang dimiliki terkait mutasi baru ini masih sedikit, sehingga belum bisa memastikan secara signifikan apakah bisa menyebabkan kematian atau tidak.
"Apakah (virus ini) menyebabkan kematian? Karena datanya masih sedikit. Q677H saja baru 1, sedangkan D614G baru 12 data yang ada di giset Indonesia. Data ini masih sangat sedikit untuk mengatakan ini menyebabkan tingkat kematian, itu belum ada bukti signifikan, masih bervariasi," jelasnya.
4. Termasuk mutasi baru, apa masih terus diteliti?
Dari 6 whole genome, pihak Unair lebih tertarik untuk meneliti mutasi tipe Q677H dan D614G. Ni Nyoman mengatakan ingin mencari tahu apakah mutasi berpengaruh pada daya infeksi virus Corona tersebut.
"Tapi kami tidak tertarik lainnya, karena tidak terlalu fatal, tidak di lokasi urgent. Kami tertarik dua ini karena lokasi mutasinya terjadi di spike, dan spike penting untuk menempel pada reseptor manusia. Karena spike, kami ingin mencari tahu apakah dua titik mutasi ini akan berpengaruh atau tidak terhadap daya infeksi virus pada waktu itu di bulan Mei," pungkasnya.
Diamankan dari Reza Artamevia, Ini Dampak Sabu di Dalam Tubuh
Industri musik kembali diterpa kabar tak sedap yang berkaitan dengan narkoba. Kali ini penyanyi Reza Artamevia diamankan polisi beserta barang bukti salah satu jenis narkoba yaitu sabu, dan sedang dalam pemeriksaan.
"Diduga (narkoba). Bukan ditangkap, sampai sekarang baru diamankan, masih dalam pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus pada detikcom, Sabtu (5/9/2020).
Sabu adalah salah satu jenis narkoba bersifat stimulan dan bekerja pada sistem saraf pusat. Hal ini bisa menyebabkan berbagai dampak yang buruk pada tubuh pemakainya.
Dikutip dari Medical News Today, dampak jangka pendeknya sabu ini akan membuat tekanan darah dan denyut jantung meningkat dari keadaan normalnya. Hal ini terjadi bersamaan dengan menurunnya nafsu makan.
Jangka panjangnya, sabu bisa berisiko sangat fatal pada tubuh. Jenis narkoba ini dapat memicu risiko stroke, serangan jantung, gangguan fungsi otak, hingga kematian.
Jika pemakainya sudah merasa ketergantungan, saat berhenti memakainya bisa menimbulkan withdrawal symptom atau gejala sakau.
https://indomovie28.net/the-cat-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar