Setiap tanggal 9 September, Indonesia merayakan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Hari Olahraga Nasional 2020 ke-72 ini dirayakan dengan tema 'sport science, sport tourism, dan sport industry.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun merilis logo Hari Olahraga Nasional 2020 dengan visual yang apik. Logo tersebut memiliki makna bersinergi, semangat serta kekuatan untuk meningkatkan prestasi olahraga melalui dukungan sport science.
Selain itu, logo juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism dan sport industry.
Berikut ucapan Hari Olahraga Nasional 2020:
1. Selamat Hari Olahraga Nasional 2020! Semoga Indonesia semakin berjaya di mana pun.
2. Salam olahraga. Kepada semua atlet yang telah berjuang untuk Indonesia, mari kita rayakan hari olahraga nasional 2020. Semangat pantang menyerah!
3. Prestasi yang telah dilakukan para atlet untuk mengharumkan nama bangsa tidak akan bisa digantikan dengan apapun. Selamat hari olahraga nasional 2020.
4. Olahraga bukan hanya sekadar kegiatan. OIahraga merupakan bagian hidup agar memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan penuh semangat. Mari kita rayakan Haornas 2020 dengan berolahraga!
5. Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat kita untuk berkegiatan. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dengan terus berolahraga. Jaya terus Hari Olahraga Nasional!
6. Olahraga bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dengan mudah. Tak perlu menunda-nunda untuk suatu kebaikan diri. Mari kita semangat menyambut hari Olahraga Nasional 2020.
7. Untuk atlet Indonesia, terima kasih telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa. Terus lah menjadi kebanggaan kita di mana pun kalian berada. Salam olahraga.
8. Hari Olahraga Nasional 2020 mengingatkan kita akan semangat dalam diri untuk memiliki tubuh sehat dan bugar. Semoga momentum ini menjadi pengingat diri. Semoga jaya olahraga kita!
9. Pada tubuh yangs sehat terdapat jiwa yang kuat. Pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat kita untuk terus berolahraga. Kita semua bisa menghadapi ini dengan tetap semangat. Selamat Hari Olahraga Nasional 2020!
10. Usia bukan alasan kita untuk malas berolahraga. Justru olahraga akan membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar seperti waktu muda dulu. Salam olahraga.
11. Raih prestasi setinggi-tingginya, para atlet. Harumkan selalu nama Indonesia dengan setiap tetes keringatmu. Terima kasih telah berjuang. Selamat hari Olahraga Nasional 2020!
RI 'Di-lockdown' Banyak Negara Gara-gara COVID-19, Apa yang Salah?
Sejumlah negara memberlakukan larangan bepergian ke negara lain termasuk Indonesia. Malaysia menutup pintunya bagi warga negara Indonesia, Filipina, dan India yang ingin berkunjung mulai per 7 September 2020. Tingginya jumlah kasus virus Corona COVID-19 menjadi alasan utamanya.
Amerika Serikat (AS) melalui Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan level 3 bagi warganya yang ingin terbang ke Indonesia. Warganya diimbau untuk menghindari atau menunda dulu kunjungan ke Indonesia yang dinilai berisiko tinggi.
"Bila Anda sampai jatuh sakit di Indonesia, sumber daya yang ada mungkin terbatas. Buat rencana dengan matang dan pelajari bagaimana cara mendapat layanan kesehatan di luar negeri," tulis CDC dalam situs resminya.
Ahli epidemiologi dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menilai penanganan pandemi Corona di Indonesia 7 bulan terakhir jauh dari kata berhasil. Pengendalian pandemi Corona di Indonesia dinilai tidak efektif.
"Catatan pada 7 bulan pandemi ini adalah kegagalan pemerintah dalam hal ini gugus tugas dalam melakukan pengendalian pandemi secara efektif," jelas dr Pane saat dihubungi detikcom, Rabu (9/9/2020).
Perdebatan soal pemakaian rapid test pun dinilai menjadi masalah dalam penanganan wabah Corona di Indonesia. Mengapa begitu?
"Hiruk-pikuk upaya pengendalian mewarnai pandemi sejak awal, salah-satunya kontroversi penggunaan rapid test diagnostic (RDT). Meski para ahli patologi klinik dan mikrobiologi telah memberi masukan kepada pihak terkait mengenai ketidakakuratan RDT, tetap saja nasihat itu diabaikan dan satu juta RDT dibeli," tambah dr Pane.
"Pakem dan metode epidemiologi yang terstandar tidak lagi digunakan dan menjadi senjata upaya penanggulangan pandemi COVID-19," tambah dr Pane.
Indonesia dinilai hanya membandingkan kasus Corona dengan negara-negara lain yang kondisinya sama. Tidak melihat bagaimana negara-negara tersebut sudah mengalami penurunan jumlah kasus Corona.
"Upaya yang ada adalah membandingkan Indonesia dengan negara-negara yang sama kondisinya dengan kita, terutama penyumbang kasus terbesar di dunia seperti Amerika Serikat dan India, tapi melupakan China yang jumlah penduduknya terbesar di dunia dengan kasus yang sangat sedikit saat ini, bahkan Amerika sudah mengalami penurunan jumlah kasus dengan baik," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/spellbound/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar