Perdebatan soal ukuran penis demi kepuasan di atas ranjang seolah tidak ada habisnya. Tapi, sebuah perusahaan kencan 'Big One Dating' mensurvei beberapa wanita untuk menunjukkan adanya kemungkinan wanita orgasme berdasarkan ukuran penis tertentu.
Dikutip dari laman NYP, perusahaan itu mensurvei sekitar 4.761 wanita dan bertanya kepada peserta kapan terakhir kali mereka berhubungan seksual. Mereka kemudian bertanya apakah peserta mencapai klimaks atau tidak, sebelum mengumpulkan data untuk mengetahui ukuran mana yang paling mungkin menyebabkan wanita orgasme klimaks.
Hasil survei menunjukkan, ukuran penis delapan inci atau 20 cm adalah yang paling menyenangkan, yang memicu orgasme dalam 44 persen partisipan. Sementara untuk penis dengan ukuran tujuh inci atau sekitar 17 cm, untuk ukuran penis sembilan inci atau sekitar 23 cm juga dianggap lebih 'sukses' karena mereka memicu klimaks masing-masing dalam 38 persen partisipan.
Kemudian untuk penis yang paling tidak memuaskan secara seksual adalah ukuran satu inci. Hal ini disebut mungkin terjadi karena jumlah penetrasi terbatas. Meski banyak pria khawatir tentang ukuran alat vital mereka, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Sebuah studi berdasarkan hasil survei berbasis internet terhadap lebih dari 50.000 pria dan wanita mengungkapkan bahwa 45 persen pria menginginkan penis yang lebih besar.
Laporan oleh Profesor Kevan Wylie, seorang konsultan dalam pengobatan seksual di Universitas Sheffield, menyimpulkan bahwa kekhawatiran berlebihan tentang ukuran penis lebih tinggi di antara pria dengan penis berukuran rata-rata daripada pria dengan penis kecil.
Tick-Borne dan Pes, Penyakit yang Mewabah di China di Masa Pandemi Corona
Kemunculan virus Corona dilaporkan pertama kali muncul di Wuhan, China pada awal Desember 2019. Virus yang sudah menginfeksi jutaan orang di dunia ini menunjukkan gejala, seperti demam, batuk kering, dan kelelahan.
Selain virus Corona, berikut beberapa penyakit yang juga mewabah di China di tengah pandemi Corona. Apa saja?
1. Wabah pes
Otoritas China beberapa waktu lalu melaporkan adanya kasus penyakit di Mongolia Dalam. Pasien adalah seorang peternak menjalani karantina dan kondisinya dilaporkan stabil.
Saat itu China langsung menerapkan siaga tingkat tiga. Ini artinya warga dilarang untuk berburu dan mengonsumsi hewan yang diduga membawa penyakit, dalam kasus pes biasanya marmut atau tikus.
Pes adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Gejalanya mulai seperti flu hingga pembengkakan kelenjar getah bening.
Pes beberapa kali tercatat dalam sejarah pernah menjadi wabah yang membunuh jutaan orang. Salah satu kejadian wabah pes yang terkenal dijuluki "The Black Death" di Abad Pertengahan Eropa dan diperkirakan membunuh lebih dari 50 juta orang.
2. Virus 'tick-borne'
Baru-baru ini media China melaporkan adanya virus 'tick-borne' telah menginfeksi hampir 67 orang dan menewaskan sedikitnya 7 korban.
Pihak berwenang pun telah memperingatkan masyarakat tentang kemungkinan virus yang bisa menular antar manusia.
Virus tick borne merupakan virus yang ditularkan melalui gigitan kutu ini telah diidentifikasi sebagai severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS).
SFTS bukanlah penyakit baru, karena virus ini telah ditemukan di China, Korea Selatan, dan Jepang sejak 2009. Patogen virus tersebut termasuk dalam kategori bunyavirus, yang merupakan keluarga arthropod-borne atau virus yang dibawa oleh hewan pengerat.
https://indomovie28.net/sang-kiai-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar