Kamis, 09 Juli 2020

TikTok Lokal India: Kami Tak Mau Uang China

Perusahaan aplikasi video pendek sejenis TikTok milik India bernama Chingari menyatakan tidak akan menerima investasi dari China. Komitmen ini disampaikan oleh Co Founder Chingari Sumit Gosh.
Sumit Gosh mengatakan perusahaannya akan mencari dana global di Amerika Serikat dan Inggris. Sumit berencana aplikasi Chingari akan beroperasi di AS dan Inggris yang akan menjamin perusahaan mendapatkan investasi lebih banyak.

"Tidak akan ada uang dari China, Chingari tidak akan menerima uang langsung dari China," tegas Sumit Gosh dikutip dari CNBC, Kamis (9/7/2020).

Pekan lalu, India mengumumkan akan memblokir 59 aplikasi China termasuk TikTok dan WeChat di negara mereka. Pemblokiran ini dilakukan karena India menilai sejumlah platform itu mengancam kedaulatan, integritas, dan keamanan India.

Langkah India untuk melarang puluhan aplikasi seluler China mendapat dukungan di kalangan perusahaan lokal di India, beberapa di antaranya telah mengalami lonjakan pengguna.

Salah satunya adalah aplikasi berbagi video pendek bernama Chingari yang tercatat telah diunduh 10 juta pengguna di Android Play Store dalam waktu kurang dari sebulan. Aplikasi itu dipandang sebagai salah satu aplikasi alternatif lokal seperti TikTok .

Sejak lama India berjuang mendominasi di negaranya sendiri. Perusahaan produk lokal India biasanya harus bersaing ketat dengan Facebook, Amazon dan merek-merek China. Kini kesempatan untuk India mengembangkan ekonominya sendiri dengan mendukung industri lokal dari telekomunikasi, farmasi, hingga industri manufaktur.

"Senang melihat India mengutamakan India. Dan, jujur, ini soal waktu. Saya sangat bersemangat. Agar India dapat mengembangkan ekonominya, kita perlu memiliki industri lokal yang kuat dan berkembang," kata Pendiri dan CEO dari Hike Messenger Bharti Mittal.

Mantap! Harga Pertalite Turun Jadi Rp 6.450 di 50 SPBU

 PT Pertamina (Persero) menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan harga Rp 6.450/liter. Biasanya Pertalite dijual dengan harga Rp 7.650/liter, namun kini harganya dijual mirip dengan jenis Premium.
Penurunan harga ini merupakan promo yang dilakukan Pertamina di 50 titik SPBU yang ada di wilayah Denpasar, Bali. Promo ini digelar sejak tanggal 5 Juli sampai 31 Agustus 2020.

Manager Communication Relations & CSR MOR V Rustam Aji mengatakan program ini hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik, contohnya Pertalite.

"Premium tetap akan disediakan Pertamina bagi masyarakat, namun kesempatan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati produk unggulan yang berkualitas dari Pertamina (Pertalite)," kata Rustam dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Rustam mengatakan, bagi warga Bali lainnya pengguna kendaraan pribadi roda empat (pelat hitam), Pertamina juga menyiapkan program promo lainnya. Konsumen yang menggunakan aplikasi MyPertamina bisa mendapat cashback 30% maksimal Rp 20.000 per hari.

Cashback ini bisa didapat dengan melakukan pembelian BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex di seluruh SPBU Pertamina dengan transaksi non tunai menggunakan LinkAja dari aplikasi MyPertamina. Program ini berlangsung sampai akhir Juli.
https://kamumovie28.com/bad-cop-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar