Rabu, 01 Juli 2020

Luhut: 3 Bulan Lalu Kita Defisit APD, Sekarang Bisa Ekspor

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa industri di Indonesia bisa beradaptasi dengan cepat. Dia mengatakan salah satu contohnya adalah dalam pengadaan APD.
Luhut bercerita, tiga bulan lalu Indonesia kekurangan pengadaan APD untuk para perawat. Kini dia menyebut banyak industri yang bisa memproduksi APD dalam jumlah besar, bahkan mengekspornya.

Cerita tersebut menurutnya menjadi bukti bahwa industri di Indonesia bisa beradaptasi dengan keadaan terkini dengan cepat dan terukur.

"Tiga bulan lalu kita mengalami defisit pengadaan APD, tapi sekarang kita bisa produksi APD dalam jumlah besar, bahkan mengeskpornya. Ini bukti nyata kita bisa melakukan adaptasi dan lakukan perubahan yang cepat dan terukur," kisah Luhut dalam launching kampanye Bangga Buatan Indonesia yang disiarkan Kemenperin di akun YouTubenya, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya semua stakeholder perindustrian harus bisa bekerja sama untuk membuat produk dalam negeri yang berkualitas, sehingga bisa memenuhi permintaan pasar luar dan dalam negeri. Luhut percaya, Indonesia mampu memproduksi berbagai kebutuhan sehari-hari.

"Kita harus bekerja sama untuk buat produk dalam negeri yang berkualitas, saya ulangi yang berkualitas, untuk penuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Indonesia mampu produksi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari kita dari pagi dan malam hari," kata Luhut.

Luhut juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki alat produksi yang mumpuni untuk mengolah sumber daya jadi produk bernilai tinggi. Salah satunya nikel, yang bisa diolah jadi baterai.

"Kita miliki alat produksi olah sumber daya kita untuk jadi produk bernilai tinggi, kita mampu olah sumber daya nikel jadi baterai listrik yang miliki nilai tambah. Semuanya ada di sini, kita harus jaga optimisme tinggi bahwa Indonesia akan makin kuat di dalam badai pandemi," sebut Luhut.

Luhut Sebut RI Kini Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

 Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa World Bank alias Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas, alias upper middle income country.
Hal itu disampaikan Luhut saat memberikan kata sambutan dalam acara peluncuran kampanye Bangga Buatan Indonesia yang diadakan Kementerian Perindustrian.

"Saya sampaikan berita baik buat kita. Bahwasanya, Indonesia diumumkan World Bank naik dari lower middle income country jadi upper middle income country," ungkap Luhut yang ditayangkan di YouTube Kementerian Perindustrian, Rabu (1/7/2020).

Luhut sendiri mengaku kaget saat mendengar kabar tersebut. Terlebih lagi pengumuman ini dilakukan pada saat kondisi ekonomi melemah dan penuh ketidakpastian.

"Saya kaget melihat ini, karena diumumkan pada saat keadaan seperti saat ini," kata Luhut.

Soal kampanye Bangga Buatan Indonesia sendiri, Luhut menjelaskan bahwa gerakan ini bisa mengakselerasi putaran ekonomi dan meningkatkan keberpihakan pada produk lokal.

"Gerakan ini adalah bentuk akselerasi putaran ekonomi dan meratakan pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga untuk meningkatkan keberpihakan kita terhadap produk lokal," papar Luhut.

Luhut menjelaskan gerakan ini memiliki target menjaring 2 juta UMKM untuk masuk ekosistem digital. Hingga akhir Juni dia memaparkan sudah ada 600 ribu yanh masuk. Gerakan ini juga menurutnya akan memberikan dukungan pelatihan sampai relaksasi perizinan.

"Sampai akhir Juni 2020 sudah ada 600 ribu masuk ke ekosistem digital. Kita juga berikan dukungan untuk IKM dan UKM, dari pelatihan daring sampai relaksasi perizinan," kata Luhut.
https://nonton08.com/midara-na-ao-chan-wa-benkyou-ga-dekinai-episode-5/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar