Beredar kabar viral soal jemaah dari Indonesia ditolak masuk Arab Saudi karena 18 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. Dalam pesan disebut 280 jamaah dari Palembang dan Makassar terpaksa harus kembali ke Indonesia.
Berikut kutipan pesannya:
Ada 280 jamaah dari palembang dan makassar disini .. semua pada nangis
18 jamaah indonesia di nyatakan positif terinfeksi virus corona . sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk saudi harus dibawa pulang ke INDONESIA ...
Menanggapi hal ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Yuri ini mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkannya.
"Itu hoax jangan disebarkan lagi," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (28/2/2020).
Kabar ini diketahui beredar dalam grup WhatsApp. Selain pesan yang beredar, ada video yang memperlihatkan para jemaah seperti sedang menjalani pemeriksaan.
Ahli Sebut Cuci Tangan Berlebihan Malah Tingkatkan Risiko Terinfeksi Virus
Ahli sebut cuci tangan berlebihan menggunakan pembersih yang mengandung alkohol malah meningkatkan risiko terkena virus corona. Beberapa ahli medis mengingatkan penggunaan pembersih tangan yang berlebihan dengan kandungan alkohol sama sekali tidak disarankan.
Tak hanya itu, mencuci tangan dengan sabun terlalu sering juga bisa berefek buruk. Hal ini bisa mengikis kulit, dan menghilangkan kelembaban pada kulit.
"Tentu saja, perlu untuk mencuci tangan dan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol untuk mengurangi penularan virus baru. Tetapi melakukan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik," kata juru bicara produsen produk kimia dan konsumen Jepang, Kao Corp.
Alkohol yang dikenal memiliki sifat disinfektan sering digunakan untuk menjaga tangan bebas dari bakteri dan virus. Namun, pada saat yang sama, disinfeksi dengan alkohol dapat menyebabkan tangan kasar jika dilakukan secara berlebihan.
Cuci tangan yang terlalu banyak dengan bahan kimia menimbulkan masalah iritasi kulit. Ketika fungsi normal yang ada pada kulit terganggu, ia menjadi lebih rentan terkena iritasi. Lalu bagaimana bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus ya?
"Kulit kering dan rusak bisa menjadi sarang bakteri penyakit dan juga meningkatkan risiko virus memasuki tubuh melalui luka di kulit," kata Kao dikutip dari Japan Today, Jumat (28/2/2020).
"Untuk mencegah infeksi, jauh lebih penting untuk mencuci tangan dengan sabun secukupnya selama lebih dari 30 detik secara efektif daripada mencuci tangan beberapa kali sehari," katanya.
Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Positif Terinfeksi Virus Corona
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19). Masoumeh jadi pejabat tinggi berikutnya yang terinfeksi virus ini setelah sebelumnya Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi juga dikabarkan terinfeksi.
Dikutip dari Independent, sejauh ini Iran melaporkan pada hari Kamis (28/2) sudah ada 254 kasus virus corona yang terkonfirmasi dan 26 di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut sudah termasuk peningkatan 106 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam.
Selain Masoumeh dan Iraj ada beberapa pejabat lain di Iran yang dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Di antaranya termasuk anggota parlemen Mojtaba Zolnour, Mahmoud Sadeghi, Walikota Morteza Rahmanzadeh, kepala tim penanganan virus corona Mohamad Reza Ghadir, dan mantan duta Iran untuk Vatikan Hadi Khosroshahi.
Media pemerintah Iran melaporkan Hadi Khosroshahi khususnya telah meninggal dunia di usia 81 tahun akibat virus.
Sejauh ini dunia melaporkan sudah ada lebih dari 83 ribu kasus virus corona yang terkonfirmasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah kasus baru belakangan lebih banyak datang dari luar China.
https://kamumovie28.com/kamen-rider-ryuki-episode-46/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar