Rabu, 08 Juli 2020

Studi Temukan Ganja Bisa Cegah Peradangan Paru Parah pada Pasien Corona

 Ganja disebut dapat mencegah komplikasi parah di paru akibat infeksi virus Corona. Para peneliti telah menemukan bahwa salah satu komponen ganja dapat membantu mencegah gangguan paru yang berpotensi mematikan terkait dengan virus Corona, influenza, dan infeksi lainnya.
Studi baru, yang diterbitkan dalam Frontiers In Pharmacology, menunjukkan efek positif dari Tetrahydrocannabinol (THC). Komponen ini, dalam pemeriksaan laboratorium, melindungi paru dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Dikutip dari Medical Daily, para ahli menguji efek ganja pada sindrom gangguan pernapasan akut (ARDA) yang mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Sindrom ini dapat menyebabkan peradangan sehingga menimbulkan sesak napas, kulit kebiruan, bahkan kematian.

Pandemi COVID-19 diperkirakan akan meningkatkan jumlah orang yang menderita ARDS. Komplikasi juga datang dengan peningkatan signifikan dalam sinyal di paru-paru yang disebut badai sitokin.

Pada orang dengan COVID-19 dan penyakit pernapasan lainnya, sitokin bisa menjadi proinflamasi. Hal tersebut bisa menempatkan pasien pada risiko tinggi hiperinflamasi dan kemungkinan kematian.

Untuk melihat apakah ganja dapat membantu mencegah masalah tersebut, para peneliti fokus pada efek anti-inflamasi dari THC. Tim menyediakan obat yang terkandung THC pada hewan uji coba dengan ARDS untuk melihat efeknya pada peradangan di paru.

Hasil menunjukkan bahwa 100 persen kasus atau semua subjek hewan mampu menghindari gejala mematikan setelah diberi THC. Obat itu membantu mencegah kerusakan parah pada paru-paru dengan memblokir sitokin proinflamasi dan memperlambat peradangan apa pun.

ARDS telah menjadi masalah serius di seluruh dunia. Studi ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan di masa depan dalam memanfaatkan ganja untuk membantu mengelola penyakit paru-paru atau infeksi.

Namun, penting untuk mengetahui bahwa temuan awal berasal dari tes dengan tikus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami bagaimana THC bekerja melawan penyakit pernapasan dan apakah itu akan memberikan manfaat yang sama kepada pasien manusia.

Vaksin Corona Made In RI Bakal Siap 2021, Siapa Sih yang Bikin?

 Seluruh dunia saat ini berlomba menciptakan vaksin yang berpotensi untuk menangkal penularan dan mengakhiri pandemi virus Corona COVID-19. Setidaknya sudah ada beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang telah memasuki tahap uji coba pada manusia.
Di Indonesia sendiri, anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro mengungkap vaksin buatan RI akan diproduksi massal dan diprediksi akan tersedia tahun depan.

"Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi Prof Ali Gufron Mukti memprediksi vaksin lokal akan diproduksi massal dan akan tersedia bagi masyarakat Indonesia pertengahan 2021," tutur dr Reisa lewat siaran BNPB, Selasa (7/7/2020).

Indonesia juga telah setuju untuk melakukan upaya bersama dalam memproduksi vaksin untuk melindungi bangsa dan penduduk dunia lainnya. Namun hal yang perlu diingat, sebelum vaksin tersedia kita tetap wajib untuk melindungi diri dan sekitar dari virus Corona COVID-19.

Nah kira-kira siapa sih yang bakal produksi vaksin Corona di Indonesia sendiri? Berikut 3 perusahaan dan lembaga yang akan bekerja sama untuk mengembangkan vaksin virus Corona di Indonesia.

1. Lembaga Eijkman
2. PT Bio Farma
3. PT Kalbe Farma.

Semoga lekas terwujud ya!
https://indomovie28.net/picture-of-beauty-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar