Samsung dikabarkan akan menjual ponsel tanpa charger di dalam kotak kemasannya. Kebijakan penjualan ini akan diterapkan di beberapa jenis ponsel terlebih dahulu dan mulai dijalankan pada tahun depan.
Dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (9/7/2020) kabar ini datang dari media asal Korea Selatan, ETNews. Sumber mereka mengatakan kebijakan baru ini dilakukan karena sebagian besar pengguna sudah memiliki charger USB-C dari ponsel mereka sebelumnya.
Selain itu, cara ini juga akan membantu Samsung untuk menghemat biaya produksi dan menjaga harga ponsel tetap terjangkau, mengingat komponen 5G yang mahal akan menjadi standar baru untuk ponsel di masa depan.
Laporan ini juga mengklaim bahwa Samsung sudah berdiskusi dengan mitranya tentang kebijakan ini, mengingat hal ini akan berpengaruh bagi perusahaan yang menyediakan suplai charger untuk Samsung.
Samsung bukan satu-satunya vendor ponsel yang mempertimbangkan untuk menghilangkan charger di kotak kemasan ponselnya. Sebelumnya analis Ming-Chi Kuo mengataan Apple juga akan melakukan praktek serupa dengan peluncuran iPhone 12 pada akhir tahun ini.
Apple juga akan menghentikan produksi charger 5W dan 18W yang saat ini dikapalkan bersama iPhone, dan akan diganti dengan charger 20W yang akan dijual secara terpisah.
Menghilangkan charger dari kotak penjualan tentu akan menjadi cara yang efektif bagi Samsung dan Apple untuk menurunkan biaya produksi ponsel dan membuat kotak kemasan menjadi lebih kecil.
Cara ini juga akan memiliki dampak yang positif terhadap lingkungan karena banyak orang kemungkinan sudah memiliki charger dari ponsel mereka sebelumnya yang kemungkinan tidak akan terpakai jika membeli ponsel baru.
Tapi beberapa pengguna ponsel juga berargumen bahwa menggunakan charger lawas untuk ponsel baru mungkin agak menyulitkan, apalagi jika charger tersebut tidak dibekali fitur pengisian cepat.
Belum lagi jika pengguna menjual ponsel lawasnya lengkap dengan aksesoris seperti charger untuk membeli ponsel baru. Mereka tentu tidak akan memiliki charger cadangan dan harus membeli charger baru jika ponsel yang mereka beli tidak datang dengan aksesoris ini.
Bagaimana menurut kalian detikers, setuju dengan keputusan Samsung dan Apple untuk menjual ponsel tanpa charger atau tidak?
Qualcomm Luncurkan Snapdragon 865 Plus, Apa Keunggulannya?
Qualcomm resmi meluncurkan chipset Snapdragon 865 Plus. Apa keunggulan suksesor Snapdragon 865 ini?
"Meneruskan kesuksesan Snapdragon 865, Snapdragon 865 Plus yang baru akan memberikan performa yang ditingkatkan untuk smartphone flagship gelombang selanjutnya," kata Alex Katouzian, Senior Vice President dan General Manager, Mobile, Qualcomm Technologies, Inc dalam keterangan resminya.
Snapdragon 865 Plus tersemat Qualcomm Snapdragon X55 5G Modem-RF System sehingga mendukung jariangan seluler generasi kelima. Selain itu dibekali Qualcomm AI Engine generasi ke-5 pada kamera, audio, dan pengalaman gaming yang lancar.
Dilengkapi Snapdragon Elite Gaming, chipset ini menjanjikan gaming berkualitas desktop dengan membawa fitur-fitur yang pertama kali ada di perangkat mobile, seperti driver GPU yang dapat diperbarui, dan desktop forward rendering, gameplay 5G yang lancar hingga 144 FPS, dan True 10-bit HDR gaming yang memberikan detail
sinematik dengan lebih dari satu miliar warna.
Snapdragon 865 Plus memiliki komposisi CPU Kryo 585 Prime dengan clock speed hingga 3.1 GHz yang membawa peningkatan 10% dari sebelumnya. Lalu ada GPU Adreno 650 menawarkan render grafis 10% lebih cepat, kompatibilitas FastConnect 6900 mendorong kecepatan Wi-Fi hingga 3,6 Gbps.
Perangkat komersial berbasis Snapdragon 865 Plus akan diumumkan pada kuartal ketiga di tahun 2020. Asus ROG Phone 3 menjadi salah satu ponsel pengadopsi pertama chipset ini.
https://cinemamovie28.com/itu-bisa-diatur/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar