Memiliki fungsi sebagai pelindung saat berhubungan seks, kondom menjadi kontrasepsi prioritas beberapa pasangan. Selain mudah disimpan dan digunakan, kondom juga bisa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan tertular penyakit menular seksual (PMS).
Seiring perkembangan teknologi berbagai macam jenis alat kontrasepsi ini pun mulai bermunculan dan salah satunya adalah kondom beraroma. Namun masih banyak orang yang merasa bingung, lantaran perbedaan fungsi dari kondom biasa dan yang beraroma.
Dikutip dari Times of India, selama ini kita mengetahui fungsi kondom hanya untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan tertular PMS. Padahal kondom juga diperlukan saat melakukan seks oral, lantaran risiko tertular PMS bisa tetap terjadi selama melakukan aktivitas ini jika tak menggunakan pengaman.
Faktor inilah yang membuat kondom beraroma dibutuhkan, agar pasangan tetap merasa nyaman dan tak terganggu akibat bau lateks saat melakukan seks oral.
Tak hanya itu, berbagai macam varian rasa aroma dari kondom beraroma juga bertujuan untuk memberikan pengalaman baru yang menyenangkan ketika bercinta.
Trump Yakinkan COVID-19 Pada Akhirnya akan 'Menghilang' di AS
Wabah virus corona COVID-19 kini telah menginfeksi di 54 negara di dunia. Salah satu di antaranya adalah Amerika Serikat (AS) yang jumlah kasusnya sudah mencapai 61 orang.
Meski penyebaran COVID-19 semakin mengkhawatirkan, Presiden Donald Trump menyatakan dengan optimis bahwa COVID-19 pada akhirnya akan bisa diatasi dan dihilangkan di Amerika Serikat.
"Virus ini akan menghilang dan hari itu seperti keajaiban, tentu ini akan menghilang" Ucap Trump di Ruang Kabinet Gedung Putih, Kamis (27/2/2020), seperti dikutip dari CNN.
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengatakan bahwa COVID-19 sangat berpotensi menjadi pandemi atau penyebaran yang terjadi di seluruh dunia. Bahkan para ahli medis pun sudah memperingatkan virus ini akan menyebar di Amerika Serikat.
"Kami tahu ini bisa menjadi lebih buruk sebelumnya, dan pada akhirnya akan menjadi baik. Mungkin (COVID-19) bisa menghilang, kita akan lihat apa yang terjadi. Tidak ada yang benar-benar tahu," tegas Trump meyakinkan.
Studi Sebut Kelamaan Duduk di Mobil Bisa Ganggu Kesuburan Wanita
Sebuah studi sebut bantalan beberapa kursi mobil bisa mengganggu kesuburan wanita. Para peneliti yang terlibat dalam studi University of California ini menjelaskan soal zat berbahaya yang terdapat pada busa di dalam kursi mobil tersebut.
Sebagian busa yang terdapat pada beberapa kursi mobil bahkan dikatakan bisa menyebabkan kanker. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental International itu menyebut bahan kimia berbahaya yang dimaksud adalah tris phospate yang dikenal juga sebagai 'chlorinated tris' atau TDCIPP.
TDCIPP sendiri terdaftar sebagai salah satu bahan kimia yang dapat memicu kanker dan masalah kesehatan lainnya. Meski dikenal sebagai karsinogen, zat pemicu kanker, banyak perusahaan terutama di industri otomotif masih menggunakan TDCIPP sebagai salah satu bahan yang digunakan pada kursi mobil.
Mengutip Medical News Today, studi menunjukkan, perjalanan panjang menggunakan mobil dapat membuat orang terpapar bahan kimia berbahaya seperti TDCIPP. Profesor David Volz dan timnya telah mempelajari efek yang dihasilkan TDCIPP dan bahan kimia serupa terhadap kesehatan sejak 2011 lalu.
Namun, para peneliti baru mengetahui bahwa TDCIPP yang digunakan di kursi mobil juga berbahaya bagi banyak orang, salah satunya terhadap tingkat kesuburan. Dalam studi ini, para peneliti mengintervensi embrio ikan zebra dengan TDCIPP. Hasilnya, terlihat bahwa bahan kimia tersebut dapat mencegah perkembangan normal embrio.
https://kamumovie28.com/girls-gone-dead/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar