Jumat, 03 Juli 2020

Kelamaan Nge-game Selama Lockdown, Pria Muda Tewas karena Penggumpalan Darah

 - Seorang pelatih sepak bola yang masih berusia 24 tahun meninggal karena trombosis vena atau pembekuan darah setelah menghabiskan waktu untuk bermain game di komputer selama lockdown.
Pria yang bernama Louis O'Neill sebelumnya cuti pada bulan Maret dari pekerjaannya di Center Parcs dan memulai bermain game dengan teman-temannya untuk menghabiskan waktu. Tak disangka, hobinya bermain game sepanjang hari membuatnya meregang nyawa.

Setelah peristiwa tersebut, ayah dari pria itu memperingati kepada keluarga lainnya tentang bahaya membiarkan anak di rumah saja tanpa melakukan aktivitas fisik apapun. Sebab sang anak bukan meninggal akibat terinfeksi Corona, tetapi disebut karena bermain game terus menerus.

"Lockdown terkutuk. Setelah cuti, ia bermain game untuk 'melarikan diri'. Terperangkap di dunia virtual menjadikan ia kurang aktif. Jam-jam berlaku dengan cepat dan ia seperti tersedot di layar," tulis sang ayah, Stanley Greening, di akun media sosialnya dikutip dari The Sun.

Ia tidak pernah menyangka sekalipun anaknya akan meninggal akibat pembekuan darah yang ternyata bisa menyerang usia muda. Kini ia sangat menyesal karena tak pernah tahu bahwa berlama-lama bermain game bisa menjadi sangat fatal.

Dua minggu sebelum kematian Louis, ia memberitahu ayahnya bahwa dia merasa tak enak badan. Saat itu Louis memang terlihat sangat tidak sehat sampai ayahnya harus membantunya naik ke tempat tidur.

Sesaat sebelum kematiannya, Louis sempat pingsan. Greening kemudian memanggil layanan emergensi tapi operator berkata mungkin Louis hanya keracunan makanan. Tetapi kondisi Louis makin memburuk dan mulai mengeluh kakinya terasa sakit dan tidak nyaman.

Setelahnya, ibunya menemukan Louis terduduk lemas di tangga. Ketika paramedis tiba, Louis sudah tak bernyawa lagi.

"Ini sangat bisa dicegah. Itulah yang menyakitkan. Dia adalah korban 'tersembunyi' saat lockdown berlangsung," kata sang ibu.

Pegawai Starbucks Ngintip Payudara Pelanggan, Kelainan atau Memang Mesum?

Di media sosial viral video yang menunjukkan pegawai kafe Starbucks mengintip payudara pelanggan wanita lewat CCTV. Pihak Starbucks Indonesia mengaku telah melakukan investigasi dan memecat karyawan terkait.
"Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia," kata Senior General Manager Corporate PR and Communications PT Sari Coffee Indonesia, Andrea Siahaan, kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Di media sosial, video pengintipan yang dilakukan sang pegawai mendapat kecaman netizen. Sebagian menyebutnya sebagai bentuk pelecehan seksual.

Apakah pria yang suka mengintip artinya ia memiliki kelainan seksual?
Psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate mengatakan perlu pemeriksaan lebih jauh untuk memastikan apakah seseorang pria mengintip karena kelainan seksual, seperti voyeurism. Bisa jadi ada faktor lainnya yang berperan sehingga muncul dorongan untuk mengintip.

"Harus ada pemeriksaan. Banyak alasan (pria suka mengintip)," kata Kasandra pada detikcom, Kamis (2/7/2020).

Terkait kemungkinan adanya kecenderungan voyeurisme, psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyinggung batasannya. Perilaku mengintip disebut voyeurisme jika dilakukan bukan pada takaran biasa.

Sebagai contoh, ketika seseorang hanya bisa terangsang jika mengintip orang lain, maka itu baru bisa disebut voyeurisme. Harus dibedakan antara mengintip sebagai filia (philia) dan mengintip sebagai hasil kalkulasi terhadap kesempatan serta risiko.

"Akan menjadi kemesuman tergantung pada sikap korban. Kalau korban tidak berkenan, maka perilaku mengintip sudah bisa dianggap sebagai serangan seksual. Umum menyebutnya 'perbuatan mesum'," jelas Reza.
https://indomovie28.net/cast/mario-lopez/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar