Sabtu, 04 Juli 2020

Jateng Targetkan Angka Kematian Corona Turun di Bawah 4 Persen

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menargetkan untuk menekan angka kematian karena penyakit COVID-19 di bawah empat persen. Angka kematian karena COVID-19 di Jateng saat ini mencapai tujuh persen.
"Terkait kasus angka meninggal (karena COVID-19) sebesar tujuh persen dari semua kasus. Artinya di Jateng kita turunkan di bawah empat persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo kepada wartawan di sela-sela kegiatan serah terima Jogo Tonggo Kit di pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (3/7/2020).

Yulianto menjelaskan, angka kematian karena COVID-19 di Jateng terbilang rendah. Karena jika dibandingkan dengan angka kesembuhan Corona sudah mencapai di atas 50 persen.

"Angka kesembuhan di awal 15 persen. Sekarang sudah 50 persen lebih," lanjut dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi angka kesembuhan yang terus meningkat. Di antaranya penemuan kasus Corona sejak dini. Karena ketika kasus ini ditemukan sejak awal maka penanganan kasus segera terobati.

"Prinsipnya kuncinya penemuan sejak dini. Gejala masih ringan diobati memungkinkan," kata Yulianto.

"Kalau sudah ada penyakit penyerta itu memberat fatalitas tinggi. Kemudian (faktor) umur, lalu mobilitas penduduk masyarakat semakin mobile semakin meningkat, seperti Semarang," sambung dia.

Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan, ada dua pengertian jika suatu daerah angka kasus Corona terus meningkat. Pertama karena penyakit bertambah banyak yang kedua karena penemuannya banyak.

"Ada dua pengertian, penyakit bertambah banyak itu jelek. Tapi kalau temuannya yang banyak itu bagus (karena segera tertangani)," ujar dia.

Untuk saat ini, di Jateng ada sebanyak 11 laboratorium PCR di sejumlah sakit di Jateng. Seperti Brebes, Magelang, dan di Kudus.

"Kalau jumlah lab PCR di Jateng ada 11 laboratorium ditambah enam rumah sakit daerah seperti Brebes, Magelang yang lain ada PCRnya sendiri," tandas Yulianto.

Berapa Lama Sperma Berjalan Menuju Rahim?

Pernahkah terpikir, butuh berapa lama sperma berjalan menuju rahim? Dalam proses pembuahan, sperma perlu melewati berbagai macam rintangan dalam rahim agar bisa mencapai sel telur.
Bahkan, dari sekian juta sperma hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Lantas berapa lama sperma berjalan menuju rahim?

Dikutip dari Babycentre, waktu paling cepat sperma mencapai sel telur adalah 45 menit, sedangkan paling lama bisa sampai 12 jam. Setiap sperma memiliki kecepatan berenang yang berbeda-beda, tetapi umumnya adalah 2,5 centimeter per 15 menit.

Kenapa hanya satu sperma yang bisa membuahi sel telur?
Saat ejakulasi, pria mengeluarkan sekitar 40 juta sperma ke dalam rahim. Namun, hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur.

Begitu banyak rintangan yang perlu dilalui sperma agar bisa mencapai sel telur. Salah satunya adalah lingkungan asam dalam vagina yang membuat sperma tidak bisa bertahan hidup dan mati. Sehingga, hanya sperma yang kuat dan sehat yang benar-benar bisa membuahi sel telur.

Apa yang terjadi ketika sperma berhasil membuahi sel telur?
Sperma yang berhasil membuahi sel telur dan membawa kromosom Y, maka bayi yang akan dihasilkan adalah berjenis kelamin pria. Sedangkan, sperma yang membawa kromosom X, maka bayi Anda akan berjenis kelamin wanita.

Bagaimana kondisi sperma yang tidak berhasil membuahi sel telur?
Sperma yang tidak berhasil membuahi sel telur akan mati. Umumnya mereka bisa bertahan hidup tiga sampai lima hari di dalam rahim hingga akhirnya terbuang karena gagal melakukan pembuahan.
https://cinemamovie28.com/cast/julia-dominczak/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar