Steam, layanan distribusi digital video game baru saja merilis 8 layanan Internet Service Provider (ISP) atau penyelenggara jasa internet paling oke di Indonesia. Siapa saja mereka?
Untuk mengungkapkan performa ISP ini, Steam melihatanya berdasarkan lalu lintas koneksi internet dalam tujuh hari terakhir. Dilihat detikINET di situs Steam per hari ini, Sabtu (4//7/2020) trafik internet Indonesia 3 PetaByte atau setara 3 juta GB.
Sementara itu, apabila melihat kecepatan download atau unduh rata-rata ISP Indonesia ini hanya berada di angka 11,2 Mbps. Adapun persentase trafik steam global mencapai 0,5%.
Dari hasil pengamatan tersebut, Steam memperlihatkan bahwa koneksi ISP yang paling oke dipegang oleh Moratelindo dengan kecepatan unduh rata-rata 40,1 Mbps. Moratelindo sendiri memiliki produk layanan Oxygen.
Berikut daftar 10 ISP dengan koneksi paling oke, yaitu:
1. PT Mora Telematika Indonesia 40,9 Mbps
2. MyRepublic ID 36 Mbps
3. Biznet Networks 28,5 Mbps
4. PT Cyberindo Aditama 23,8 Mbps
5. FirstMedia 16 Mbps
6. PT Cemerlang Multimedia 13,9 Mbps
7. PT MNC Kabel Mediacom 12,2 Mbps
8. MNC Playmedia 12 Mbps
Sedangkan jika dilihat dari per negera di Asia Tenggara kecepatan download internetnya, pengguna Indonesia yang mengakses layanan game ini lebih bagus dari Brunei Darussalam 13,9 Mbps, Kamboja 13,2 Mbps, Laos 8,8 Mbps.
Tetapi internet RI tidak lebih bagus dari Filipina 16,6 Mbps, Malaysia 33,1 Mbps, Vietnam 42,6 Mbps, Thailand 74,9 Mbps, dan Singapura 101,2 Mbps.
Fosil 200 Juta Tahun Buktikan Dinosaurus Berjalan seperti Ayam
Sejumlah ahli percaya dinosaurus yang hidup 200 tahun lalu bergerak dengan cara yang mirip dengan ayam guinea kendati memiliki ekor yang panjang dan berotot.
Keyakinan itu berdasar pada analisis fosil jejak kaki dinosaurus tiga jari - disebut theropoda- dari periode jurassic awal dengan jejak kaki ayam guinea berjambul.
Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal bertajuk Biology Letters yang memberikan informasi cara baru untuk mempelajari jejak kaki kuno.
"Dinosaurus bergerak dengan ara yang sangat mirip dengan burung modern bahkan 200 juta tahun yang lalu, jutaan tahun sebelum burung berevolusi, meskipun mereka sangat berbeda (panjang dan berotot)," terang Dr Peter Falkingham, dosen senior biologi vertebrata di Liverpool John Moores University.
Jejak yang dibuat oleh spesies berujung tiga meninggalkan jejak jauh ke dalam lapisan permukaan yang seringkali sulit dilihat. Alhasil tim ilmuwan dari Liverpool John Moores University dan Brown University, AS menggunakan x-ray untuk mempelajari gerakan 3D kaku ayam guinea dan mencari tahu apa yang terjadi di bawah permukaan.
Penggunaan ayam guinea sendiri dalam penelitian ini lantaran hewan unggas ini tidak dapat terbang dan kaki mereka punya jari tiga yang dirasa sangat mirip dengan dinosaurus bipedal, yang memungkinkan pergerakan di trek dangkal dapat dipelajari secara langsung.
Tim mengamati ayam guinea berjalan melalui berbagai tekstur permukaan, mulai dari lumpur padat, granular, tegas hingga semi-cair.
Mereka menemukan kaki ayam guinea secara konsisten bergerak dalam "pola lingkaran" lebih dalam di tanah. Ketika kaki tenggelam di bawah permukaan dan kemudian menarik diri, cakar dari tiga jari kaki utama membuat jalur masuk dan keluar di lokasi yang berbeda.
Para ahli kemudian menganalisis jejak fosil dari hampir 200 juta tahun lalu, yang menurut Dr Falkingham, mungkin dibuat oleh dinosaurus seperti Compsognathus atau Coelophysis - theropoda kecil seukuran seekor ayam.
Mereka menemukan kaki dinosaurus yang ditangkap dalam catatan fosil memiliki "gerakan memutar" yang cocok dengan ayam guinea.
Para ahli percaya bahwa unggas yang hidup di tanah seperti ayam guinea mungkin telah mempertahankan beberapa fitur evolusi nenek moyang dinosaurus mereka.
"Kesamaan gerak, dan kesamaan bentuk kaki (tiga-jari) antara dinosaurus 200 juta tahun yang lalu dan burung hari ini, memberi tahu kita seberapa sukses dan serbaguna kaki itu telah berevolusi," terang Dr Falkingham, demikian dilansir dari Science Focus, Sabtu (4/7/2020).
https://cinemamovie28.com/cast/syamsul-yusof/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar