Rabu, 11 Maret 2020

Kamu Suka Marah-marah? Masuk ke Ruangan Ini Saja

 Jika sedang liburan di Beijing dan tiba-tiba harimu berubah jadi buruk, datang saja ke tempat ini. Di tempat ini kamu bisa hancurkan apapun yang kamu mau!

Dilansir detikTravel dari Reuters, Selasa (15/1/2019) nama tempat ini adalah Smash atau dikenal juga dengan nama 'anger room'. Smash berada di Beijing dan baru buka sejak September lalu.

Sesuai dengan namanya, di sini pelanggan diberi palu atau tongkat bisbol. Dengan tongkat ini kamu bisa hancurkan botol, tv, mobil tua, rice cooker, manekin dan benda-benda lainnya. Bahkan kamu juga boleh membawa sendiri benda yang ingin dihancurkan.

Untuk bisa berbuat sesuka hati di ruangan ini, traveler mesti membayar 23 Dolar (Rp 323 ribu) untuk setengah jam. Takut terluka terkena serpihan kaca? Jangan khawatir, nanti pengunjung mengenakan alat pelindung kok.

Tempat ini telah dikenal oleh warga Beijing untuk melepas stress dan meluapkan kemarahan. Semenjak dibuka, ada 600 orang pelanggan yang telah menghancurkan 15.000 botol setiap bulannya.

Pengunjung yang datang pun beragam umur, ada anak sekolah juga pekerja. Mereka membawa beragam cerita yang membuat mereka marah dan stress.

Dari cerita yang diungkap Jin Meng, pendiri Smash pernah ada pengunjung yang membawa foto pernikahannya, lalu menghancurkannya di Smash. Juga ada anak sekolah yang mengamuk di Smash, karena dia stres dengan masalah di sekolah.

Kira-kira kalau 'anger room' dibangun di Jakarta, akan ramai nggak ya?

Banyuwangi Culture Everyday Siap Digelar Sepanjang Tahun 2019

Di Banyuwangi, kini bisa menikmati panggung seni budaya setiap malam di Taman Blambangan. Bertajuk Banyuwangi Culture Everyday itu digelar sepanjang 2019.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan event ini sengaja digelar untuk memberikan hiburan kepada para wisatawan maupun warga Banyuwangi sendiri. "Pergelaran seni akan digelar setiap malam di tempat ini. Silakan melihat kekhasan seni dan tradisi Banyuwangi di panggung ini setiap hari," ujar Anas kepada detikTravek, Selasa (15/1/2019).

Selain menjadi atraksi wisata, event ini dimaksudkan untuk mengapresiasi bakat dan hobi kesenian anak muda Banyuwangi. Tak hanya itu, lanjut Anas, acara ini sekaligus menjadi ajang pelestarian dan konsolidasi kebudayaan Banyuwangi.

"Semuanya akan dilibatkan untuk bisa menunjukkan atraksi keseniannya. Selain kesenian Banyuwangi sebagai pertunjukkan wajib, atraksi kesenian lainnya pun diperbolehkan. Seperti halnya kesenian Islami," tutur Anas.

Anas menambahkan, seluruh penampil pada Banyuwangi Culture Everyday tersebut akan dinilai. Para jawara akan diumumkan setiap tiga bulan sekali.

"Mudah-mudahan yang tampil malam ini jadi juara," kata dia menyemangati para para penampil.

Para penampil di Banyuwangi Culture Everyday adalah pelajar SD - SMP se-Banyuwangi.

"Jadwalnya telah diatur sepanjang tahun. Senin hingga Rabu pelajar SD dan SMP. Kamis, dari pelajar MI dan MTs. Jumat dan Sabtu dari SMA. Minggu dari umum," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yanuar Bramuda.

Selain panggung seni, setiap hari di area Taman Blambangan juga dihelat sport everyday tiap aore hingga malam hari. Event ini menjadi ajang kompetisi olahraga para pelajar se-Banyuwangi. Mereka akan bertanding basket 3 on 3 juga bola voli.

"Juga akan diisi coaching clinic sejumlah cabang olahraga. Mulai dari wushu, taekwondo, bulu tangkis dan lain sebagainya. Semuanya pun telah terjadwal di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi," pungkas Bramuda.

Seru-seruan Di Negeri Gajah Putih (2)

Saat Ke Bangkok jangan sampai melewatkan Pasar Chatuchak. Disanalah pusat belanja oleh-oleh dengan harga murah, kita bahkan bisa menawar harga atau minta diskonan :D biasalah naluri wanita hehe. Sangat banyak pilihan disini, terutama jajanan khasnya. Saya langsung beli beberapa bungkus jajanan yang katanya recommended terbuat dari durian. Sebelum membeli kita bisa mencicipi dulu, jadi tahu mana yang rasanya enak.

Ketika mau pulang saya tergiur membeli jajanan dari buah segar, yaitu potongan mangga muda ditaburi gula merah kental pedas, rasanya nagih. Ditambah ice thai tea jadi tambah komplit. Suhu Bangkok saat itu sekitar 33 derajat celcius, panas sekali. Tapi tidak menghentikan semangat dan langkah saya untuk berkeliling menikmati salah satu pesona Asia yang tidak ada habisnya di negara ini. Setelah puas belanja, kami kembali ke penginapan untuk menyimpan belanjaan.

Dari Chatuchak kami naik tuktuk ke Pratunam, yaitu alat transportasi khas Thailand. Awalnya kami ditawari harga 300 baht, tapi dengan kekuatan menawar akhirnya si abang tuktuk mau mengantar kami dengan 200 baht saja. Jadi di Bangkok jangan pernah takut untuk menawar yaa.

Hari ke 4 kami ke Wat Arun. Merupakan kuil suci di Bangkok yang wajib dikunjungi. Untuk sampai di Wat Arun kami naik boat melewati sungai Chao Phraya sekitar 10 menitan. Luar biasanya yang mengemudikan boat itu adalah seorang nenek yang sudah lumayan tua tapi masih sangat kuat. Sampai disana saya takjub dengan kuilnya yang begitu indah.


Warna putih dengan ornamen-ornamen dari keramik menempel di dindingnya. Kalau kesini saya sarankan untuk tidak memakai celana/rok pendek, karena tidak diperbolehkan. Bagi yang pakai celana/rok pendek, harus membeli kain semacam sarung bali yang sudah disediakan lalu dipakai selama disana. Karena sudah tahu hal ini sebelumnya jadi saya pakai celana jeans panjang :D

Destinasi terakhir kami ke Chocolate Ville. Bagi yang gemar berswafoto kesini harus siapkan OOTD terbaik kamu karena sangat banyak spot foto. Untuk masuk ke Chocolate Ville tidak dikenakan biaya, bisa bebas berfoto, kecuali kalau mau makan, tapi harganya masih termasuk standar tidak terlalu mahal kok, apalagi kalau beramai-ramai dengan teman jadi bisa patungan.

Ke sini paling bagus datang saat sore hari sebelum jam 5, berhubung di Bangkok jam segitu macet. Harus tiba sore karena suasananya berbeda lagi saat malam hari. Jadi akan lebih bagus jika dapat view ke dua-duanya. Sayangnya waktu itu saya tiba sudah jam 6 sore akibat terjebak macet, jadi cuma dapat suasana malamnya saja. Untuk pulangya kami naik taxi, grab sangat jarang ditemukan di lokasi ini. Biaya taxi kami bayar 400 baht ke Pratunam. Sesampai di penginapan waktunya packing, sempat shock liat belanjaan, takut over bagasi.

Sekian cerita liburan seru ala Wenny kali ini berhubung besok paginya kami sudah mau pulang ke Indonesia negara tercinta. Semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman yaa. Jangan takut mengexplore negara lain untuk menambah pengalaman.