Kamis, 10 Juni 2021

Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca, Perlu Banget Dicatat!

 Warga DKI berusia 18 tahun ke atas sudah bisa menerima vaksin COVID-19. Vaksinasi ini diberikan pada warga ber-KTP maupun masyarakat yang berdomisili di DKI Jakarta.

Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan di berbagai sentra vaksinasi di DKI dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. Adapun syarat penerima vaksin COVID-19 AstraZeneca masih sama dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), dengan beberapa ketentuan.

https://maymovie98.com/movies/mile-22/


"Masih sama (dengan syarat terdahulu). Di atas usia 18 tahun yang ditunda yang ada riwayat kekentalan darah. Penyakit akut, demam, alergi berat, diminta vaksinnya di RS," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom, Kamis (10/6/2021).


Berikut syarat penerima vaksin COVID-19:

1. Jika pernah terpapar COVID-19 dan sudah sembuh lebih dari tiga bulan, bisa diberikan vaksinasi.


2. Berusia di atas 18 tahun. Kelompok lanjut usia (lansia), sudah bisa mendapatkan persetujuan untuk diberikan vaksin COVID-19.


3. Bagi ibu hamil vaksinasi masih harus ditunda. Jika ingin melakukan perencanaan kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapat vaksinasi kedua COVID-19.


4. Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg.


5. Ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.


6. Syarat penerima vaksin COVID-19 yang keenam adalah, para pengidap penyakit kronik, seperti PPOK, asma, penyakit jantung, penyakit gangguan ginjal, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau belum terkendali, vaksinasi ditunda dan tidak bisa diberikan.


- Tetapi, jika sudah berada dalam kondisi terkendali, diharapkan membawa surat keterangan layak untuk mendapat vaksinasi dari dokter yang merawat.


- Selain itu, untuk penderita TBC yang sudah menjalani pengobatan lebih dari dua minggu juga sudah bisa divaksinasi.


7. Pada vaksinasi pertama, untuk orang-orang yang memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, maupun reaksi berat lainnya karena vaksin, vaksinasi harus diberikan di rumah sakit.


Tetapi, jika reaksi alergi tersebut didapatkan setelah vaksinasi pertama, tidak akan diberikan lagi vaksinasi kedua.


8. Jika sedang mendapat terapi kanker, maka diwajibkan untuk membawa surat keterangan layak divaksinasi dari dokter yang merawat.


Persyaratan untuk kelompok lansia dan pengidap autoimun, klik ke halaman selanjutnya.


9. Bagi penderita penyakit autoimun sistemik, vaksinasi harus ditunda dan harus dikonsultasikan pada dokter yang merawat.


10. Bagi pengidap penyakit epilepsi atau ayan, vaksinasi bisa dilakukan jika dalam keadaan terkontrol.


11. Untuk para penderita HIV/AIDS yang minum obat secara teratur, vaksinasi bisa dilakukan.


12. Untuk orang yang menerima vaksinasi lain selain COVID-19, vaksinasi harus ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.


Khusus penerima vaksin AstraZeneca lansia, catat syaratnya di halaman selanjutnya.


13. Khusus kelompok lansia yang lebih dari 60 tahun, ada 5 kriteria yang akan ditanyakan untuk menentukan layak divaksinasi, yaitu:

- Apa mengalami kesulitan saat naik 10 anak tangga?


- Apa sering mengalami kelelahan?


- Memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit, misalnya diabetes, kanker, paru kronis, serangan jantung, nyeri dada, nyeri sendi, gagal jantung kongensif, stroke, penyakit ginjal, hipertensi, asma. Jika hanya memiliki 4 di antaranya, masih tidak bisa divaksinasi COVID-19.


- Mengalami kesulitan berjalan, kira2 100-200 meter


- Adanya penurunan badan yang signifikan dalam satu tahun terakhir


Bagi penderita gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi, vaksinasi harus ditunda. Vaksinasi COVID-19 bisa diberikan setelah melakukan konsultasi pada dokter yang merawat.

https://maymovie98.com/movies/stronger/

Ciri-ciri HIV Tahap Awal yang Sering Tak Disadari

 - Ciri-ciri HIV (human immunodeficiency virus) tahap awal bisa berbeda-beda pada setiap orang. Karakteristik gejalanya yang tidak khas juga terkadang membuat banyak orang tak sadar sedang terkena penyakit tersebut.

Tahap awal infeksi HIV biasa disebut dengan sindrom retroviral akut (ARS). Dalam tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan berjuang untuk melawan virus HIV.


Ketika awal menginfeksi, HIV menimbulkan gejala mirip seperti flu. Berikut beberapa gejalanya.


Sakit kepala

Sakit tenggorokan

Kelelahan

Panas dingin

Nyeri otot

Pembengkakan kelenjar getah bening.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala ini muncul setelah 2-4 minggu terpapar HIV. Gejalanya pun bisa berlangsung hingga beberapa minggu.


Namun, bagi sebagian orang, ciri-ciri HIV tahap awal ini bisa hanya berlangsung dalam beberapa hari.


Dalam beberapa kasus, orang yang terkena HIV tidak mengalami gejala apa pun. Namun, mereka masih dapat menularkan virus ke orang lain.


Meski demikian, tak berarti orang yang tidak mengalami gejala pada tahap awal, HIV yang diidapnya 'kurang serius'. Justru tak sedikit orang yang baru menyadari mereka terkena HIV ketika kondisinya sudah parah.

Setelah gejala awal menghilang, kamu akan memasuki tahap infeksi kedua, yakni tahap tanpa gejala. Pada tahap ini, HIV tidak akan menimbulkan gejala apa pun dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sekitar 10-15 tahun.


Ini tidak berarti HIV hilang begitu saja, namun mereka sedang menyerang tubuh secara diam-diam. Apabila tak segera dideteksi dan ditangani, HIV akan memasuki tahap ketiga atau tahap akhir, yakni AIDS (acquired immune deficiency syndrome).


Saat HIV sudah menjadi AIDS, gejala yang timbul pun bisa semakin parah, di antaranya sebagai berikut.


Demam di atas 37,8 derajat celsius

Menggigil parah dan berkeringat di malam hari

Muncul bintik-bintik putih di mulut

Luka di dubur

Kelelahan parah

Batuk

Radang paru-paru

Berat badan menurun drastis

Sakit kepala terus-menerus.

Apabila tak segera diobati, setidaknya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk HIV berkembang menjadi AIDS. CDC pun memperkirakan tingkat kelangsungan hidup seseorang yang sudah mengidap AIDS adalah rata-rata hanya tiga tahun.


Oleh karenanya penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri HIV sebagai langkah antisipasi. Namun, yang paling terpenting adalah hindari berbagai faktor risiko penyakit tersebut, seperti tidak melakukan seks bebas, dan rutin melakukan tes HIV di fasilitas kesehatan terdekat.

https://maymovie98.com/movies/marathon-the-patriots-day-bombing/


Syarat Penerima Vaksin AstraZeneca, Perlu Banget Dicatat!


Warga DKI berusia 18 tahun ke atas sudah bisa menerima vaksin COVID-19. Vaksinasi ini diberikan pada warga ber-KTP maupun masyarakat yang berdomisili di DKI Jakarta.

Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan di berbagai sentra vaksinasi di DKI dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. Adapun syarat penerima vaksin COVID-19 AstraZeneca masih sama dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), dengan beberapa ketentuan.


"Masih sama (dengan syarat terdahulu). Di atas usia 18 tahun yang ditunda yang ada riwayat kekentalan darah. Penyakit akut, demam, alergi berat, diminta vaksinnya di RS," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom, Kamis (10/6/2021).


Berikut syarat penerima vaksin COVID-19:

1. Jika pernah terpapar COVID-19 dan sudah sembuh lebih dari tiga bulan, bisa diberikan vaksinasi.


2. Berusia di atas 18 tahun. Kelompok lanjut usia (lansia), sudah bisa mendapatkan persetujuan untuk diberikan vaksin COVID-19.


3. Bagi ibu hamil vaksinasi masih harus ditunda. Jika ingin melakukan perencanaan kehamilan, bisa dilakukan setelah mendapat vaksinasi kedua COVID-19.


4. Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg.


5. Ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.

https://maymovie98.com/movies/patriots-day/