Kamis, 10 Juni 2021

Studi Ini Teliti Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Bagaimana Hasilnya?

 Sebuah studi tentang efek samping pasca vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca di Skotlandia menemukan bahwa sebagian besar tidak berbahaya. Ini juga tidak ada kaitannya dengan penggumpalan darah di otak.

Kelompok peneliti yang dipimpin oleh Profesor Aziz Sheikh dari Universitas Edinburgh menemukan adanya satu kasus tambahan kasus Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) per 100.000 orang. Hal ini terjadi usai menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca.


Dikutip dari Channel News Asia, ITP merupakan penyakit yang menyebabkan tubuh mudah memar atau berdarah. Penyebabnya karena rendahnya jumlah sel darah merah (trombosis) yang ada di dalam tubuh.


Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa ITP ini bisa diobati dan tidak menyebabkan kematian di antara kohort (sekelompok subjek yang memiliki karakteristik yang sama) yang dipantau untuk penelitian ini, yang mencangkup 1,7 juta penerima vaksin AstraZeneca.


Hubungan antara vaksin AstraZeneca dan dampaknya

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada Rabu (9/6/2021) kemarin, menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas pembekuan atau pendarahan arteri akibat vaksinasi AstraZeneca.


Selain itu, dalam analisis data menunjukkan pembekuan darah vena di otak yang berpotensi mematikan yang dikenal dengan Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVTS), yang menimbulkan kekhawatiran di Eropa khususnya Skotlandia, tidak berkaitan dengan vaksin AstraZeneca.


Namun, Aziz menggarisbawahi bahwa kelangkaan kasus CVST membuat sampel data di Skotlandia mungkin terlalu kecil untuk menarik kesimpulan apapun. Hanya saja, ia terus mengingatkan bahwa vaksinasi memiliki lebih banyak manfaat daripada risikonya.


"Ini adalah data yang meyakinkan, dan kami sangat mendorong orang-orang untuk tidak menolak undangan vaksinasi COVID-19. Maju terus," kata Aziz yang dikutip dari CNA, Kamis (10/6/2021).


Sebelumnya, kasus jumlah trombosit yang rendah dalam kombinasi dengan pembekuan darah yang dilaporkan dalam beberapa minggu setelah menerima vaksin AstraZeneca menyebabkan pembatasan penggunaan vaksin tersebut.

https://maymovie98.com/movies/piranhas/


Khusus DKI! Daftar Lokasi Vaksin Corona untuk 18 Tahun ke Atas


- Vaksinasi COVID-19 tahap ketiga kini resmi menyasar seluruh penduduk yang berusia di atas 18 tahun. Namun, pelaksanaannya saat ini hanya berlaku untuk warga yang berdomisili di DKI Jakarta.

Hal tersebut ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya adalah karena data kasus COVID-19 di Jakarta yang mengalami lonjakan selama sepekan terakhir.


Sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di DKI Jakarta pun kini telah resmi membuka vaksinasi bagi penduduk DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan.


Berikut daftar lokasi vaksinasi Corona untuk warga berusia 18 tahun di DKI Jakarta:


(Update 10 Juni 2021)


Puskesmas Cengkareng (Jakarta Barat)

Syarat:


Warga Cengkareng berusia 18 tahun ke atas.

KTP wilayah Kecamatan Cengkareng atau surat keterangan domisili RT/RW dengan cap basah.

Melakukan pendaftaran di TAUTAN INI

Tidak menerima pendaftaran on the spot.

Kecamatan Pancoran (Jakarta Selatan)

Jadwal: 10-25 Juni 2021, Senin-Jumat.


Lokasi:


- SMA Percik


Warga Kelurahan Pancoran pukul 08.00-09.00 WIB (kuota 200 orang).

Warga Kelurahan Durentiga pukul 09.30-10.30 WIB (kuota 200 orang).

Warga Kelurahan Kalibata pukul 11.00-12.00 WIB (kuota 200 orang).

- GOR Pengadegan


Warga Kelurahan Cikoko pukul 08.00-09.00 WIB (kuota 200 orang).

Warga Kelurahan Rawajati pukul 09.30-10.30 WIB (kuota 200 orang).

Warga Kelurahan Pengadegan pukul 11.00-12.00 WIB (kuota 200 orang).

Syarat:


Usia 18 tahun ke atas.

Membawa KTP DKI Jakarta atau surat keterangan domisili di DKI Jakarta dari RT/RW setempat.

https://maymovie98.com/movies/invincible/

Selasa, 08 Juni 2021

Bye Corona! Pertama Kalinya Nol Kasus, Negara Ini Klaim Capai Herd Immunity

 Bikin iri, negara di Uni Eropa ini berhasil mencatat nol kasus virus Corona. Catatan yang dilaporkan saat pelonggaran pembatasan tengah berlaku, seperti bar dan bioskop yang diperbolehkan kembali beroperasi.

Setidaknya, 11 bulan lalu, tepatnya 25 Juli 2020, Malta juga sempat melaporkan nol kasus COVID-19. Namun, tak lama setelahnya, kasus Corona mulai kembali melonjak di Maret dengan catatan 510 kasus.


Berkaca pada pengalaman tersebut, Menteri Kesehatan pulau Mediterania tersebut mendesak agar warga tetap berhati-hati demi mencegah Corona kembali mewabah.


"Hari ini adalah hari pertama dengan nol kasus Corona sejak musim panas lalu," tulis menteri Chris Fearne di Twitter, dikutip dari US News.


"Sangat penting bahwa kita menjaga disiplin dan tanggung jawab."


Malta, dalam program vaksinasi di Uni Eropa, menjadi salah satu yang terdepan. Ada lebih dari setengah populasi usia dewasa yang sudah divaksinasi lengkap dan 75 persen telah menerima dosis pertama vaksin Corona.


Karenanya, negara ini mengklaim herd immunity sudah tercapai. Bahkan disebut-sebut aturan memakai masker di luar ruangan sudah tak lagi diwajibkan mulai 1 Juli mendatang.


Meski begitu, antisipasi terkait perhitungan transmisi lokal penularan Corona masih menjadi pertimbangan. Yang jelas, pembatasan aktivitas gym, kolam renang, hingga jam buka restoran sudah dilonggarkan.


"Malta telah memvaksinasi 70 persen populasi orang dewasa dengan setidaknya satu suntikan COVID-19, menjadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai apa yang disebut herd immunity," jelas Menteri Kesehatan Chris Fearne, dikutip dari Reuters Selasa (25/5/2021).

https://trimay98.com/movies/frankenstein-general-hospital/


Cerita Mona Ratuliu dan Suami Positif COVID-19 Sambil Momong Bayi


 Mona Ratuliu dan sang suami, Indra Brasco baru saja bikin geger media sosial. Mereka mengaku sempat terinfeksi COVID-19 sembari memomong bayi.

Mona bercerita, awalnya hanya sang suami yang terkonfirmasi positif COVID-19. Saat itu, mereka sedang amat sibuk dengan aktivitas syuting yang menurutnya, senantiasa mengikuti protokol kesehatan yang ketat.


"Karena baru Indra yang positif akhirnya dia isolasi mandiri (isoman) di kamar. Sementara kita keluarga memisahkan diri. Indra enam hari di kamar awalnya nggak ada gejala," kata Mona dalam YouTube MIC - Mona Indra Channel.


Selama isoman, Indra kerap menerima kiriman obat-obatan dari orang-orang terdekat.


"Bingung obatnya apa. Minum vitamin tapi kayaknya kurang dosisnya. Semua orang berusaha kasih kita segala macam obat mulai dari jamu sampai madu. Saking dia ingin cepat sembuh, diminum semua obatnya sama dia (Indra)," kata Mona.


Pada hari ke-6, Indra baru merasakan sejumlah gejala yang awalnya tak dirasakan. Seperti demam, pilek, batuk, dan nyeri tulang. Indra akhirnya diboyong ke rumah sakit.


Berdasarkan hasil skrining thorax, paru-paru Indra tampak berkabut. Fungsi ginjalnya pun menurun lantaran mengonsumsi terlalu banyak obat. Aktor berusia 46 itu pun harus dirawat di rumah sakit.


"Begitu di rumah sakit kata dokter fungsi ginjalnya menurun. Tapi setelah dirawat jadi lebih jelas obatnya, makannya juga teratur dengan high protein. Dia akhirnya lebih nyaman di rumah sakit," kata Mona.


Semakin runyam, Mona Ratuliu yang semula negatif tiba-tiba dinyatakan positif COVID-19.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://trimay98.com/movies/hide-and-go-shriek/