Selasa, 08 Juni 2021

COVID-19 Melonjak! 4 Kecamatan di Kabupaten Semarang Zona Merah

 Kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang mengalami lonjakan sejak Sabtu (5/6/2021). Sebanyak empat kecamatan masuk zona merah.

"Sabtu kemarin ada 92 kasus corona, dan Minggu (6/6) ada penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang mencapai 144 kasus. Ada 4 kecamatan masuk zona merah," jelas Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, ditemui wartawan di Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Senin (7/6/2021) petang.


Empat Kecamatan yang masuk zona merah COVID-19 di Kabupaten Semarang di antaranya Kecamatan Bringin, Getasan, Pabelan, dan Ambarawa. Selain itu dua kecamatan lain yang mendekati zona merah yakni Kecamatan Bandungan dan Pringapus.


"Klaster corona di antaranya dari halal bi halal, sekolah, dan rumah tangga. Ada dua kecamatan yang menuju zona merah di antaranya Pringapus dan Bandungan yang notabene terdapat banyak tempat wisata," ujarnya.


Langkah Pemkab Semarang untuk menekan penyebaran corona di Kabupaten Semarang, lanjutnya, yakni membatasi kegiatan masyarakat. Termasuk menutup tempat wisata.


"Sesuai Instruksi Bupati no 14 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro mulai besok, termasuk tempat wisata kita tutup. Pasar buka hanya sampai jam 12 siang, tempat karaoke juga tutup, untuk restoran kita batasi maksimal pengunjung 30 orang hingga pukul 21.00," ujarnya.

Ngesti menjelaskan pembatasan itu dilakukan agar kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang tidak bertambah. Ia tak ingin Kabupaten Semarang masuk zona merah corona.


"Informasi yang kami dengar Demak yang dekat dengan kita sudah zona merah, kami berusaha agar Kabupaten Semarang tak ikut ikutan zona merah," ungkap Ngesti.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo, menambahkan terdapat penambahan 16 kasus corona di Kabupaten Semarang hari ini. Mereka yang terkonfirmasi positif mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun rumah singgah di Kabupaten Semarang.


"Penambahan hari ini 16 orang terkonfirmasi COVID-19. Untuk tingkat keterisian ruang ICU khusus corona di Kabupaten Semarang mencapai 70 persen. Untuk kondisi rumah sakit dan rumah singgah masih ada kamar yang bisa menampung," jelas Ani.

https://trimay98.com/movies/burial-of-the-rats/


Cemas Malam Pertama? 5 Tips Bagi yang Baru Pertama Kali Bercinta


Momen malam pertama bisa jadi hal yang mendebarkan bagi pasangan baru. Wajar bila itu terjadi, namun perlu diingat jangan terlalu berlebihan sehingga malah jadi cemas dan khawatir yang bisa merusak momen.

Seksolog Jill McDevitt dari CalExotics mengatakan tidak perlu terlalu khawatir karena seks tidak akan mengubah seseorang. Menurut Jill 'keperawanan' sebetulnya adalah konsep sosial yang tidak benar-benar ada.


"Itu hanyalah konsep sosial yang kita buat, kamu setelah berhubungan seks sama saja dengan kamu sebelum berhubungan seks. Sama saja seperti kamu sebelum dan setelah makan es krim untuk pertama kalinya," kata Jill seperti dikutip dari Refinery29, Senin (7/6/2021).


Jadi bagaimana supaya malam pertama berjalan lancar? Berikut beberapa tips dari Jill.


1. Tentukan lokasi

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa cemas dan khawatir adalah menentukan tempat bercinta yang tepat. Jangan sampai kamu dan pasangan malah jadi memikirkan momen intim diganggu atau diintip oleh orang lain.


Bila kamu tinggal bersama kerabat atau orang lain, maka pilih waktu saat tidak ada orang di rumah.


2. Buang ekspektasi

Banyak pesan di tengah masyarakat atau media tentang apa-apa saja yang akan terjadi saat malam pertama. Menurut Jill sebagian besar hal tersebut belum tentu benar karena pengalaman tiap orang akan berbeda-beda.


Buang jauh-jauh ekspektasi malam pertama yang mungkin kamu dengar dari orang lain.


"Momen pertama bercinta itu biasanya bukan seks terbaik kita... Tidak semua orang mungkin akan 'berdarah, nyeri, atau menyukainya. Bila kamu termasuk kategori ini, ketahuilah itu wajar terjadi," kata ahli hubungan Emily Morse.

https://trimay98.com/movies/stratton/

Iyuh! Sering Garuk Selangkangan Pertanda Infeksi Jamur, Ini Cara Mengatasinya

 Gatal di area selangkangan kerap kali bukan hanya bikin tak nyaman, tapi juga insecure. Gara-gara gatal, gerak-gerik jadi serba canggung, tak terkecuali saat berada di tempat umum. Atau lebih menyebalkan, gatal ini bikin kikuk kala mau bercinta dengan pasangan.

Dikutip dari Healthline, gatal di selangkangan ini rupanya bisa disebabkan infeksi jamur yang dikenal sebagai dermatofita. Jamur ini biasa berkembang di area lembap, misalnya kulit, rambut, atau kuku. Menyebalkannya, gatal di area selangkangan tak jarang merembet ke bagian paha dalam hingga bokong.


Umumnya, daerah yang gatal akan kemerahan dan bersisik bak kulit kering. Namun pada kasus tertentu, gatal di selangkangan ini diiringi sejumlah gejala lain seperti sensasi terbakar, ruam jika diperparah oleh kegiatan fisik tertentu, hingga kulit mengelupas.


Pertumbuhan jamur ini umumnya dipicu oleh penggunaan celana dalam yang basah karena keringat terlalu lama. Misalnya, setelah berolahraga.


Atau kemungkinan lainnya, infeksi jamur di selangkangan terjadi karena tertular melalui kontak fisik, atau saling bertukar celana dalam dengan orang yang sudah terinfeksi.


Bagaimana cara mengatasinya?

Selain menghindari kebiasaan saling pinjam-meminjam pakaian dalam, berikut beberapa langkah untuk mencegah dan mengatasi jamur pada selangkangan:


- Rutin mengganti pakaian dalam, terlebih jika celana dalam sudah basah oleh keringat.

- Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun dan tidak terlalu ketat.

- Cuci area yang gatal dengan air hangat dan sabun.

- Keringkan daerah selangkangan setelah membersihkan, mandi, atau berolahraga agar area selangkangan tidak lembap.

- Gunakan obat krim anti jamur yang aman digunakan di area selangkangan.

https://trimay98.com/movies/the-main-event-3/


COVID-19 Melonjak! 4 Kecamatan di Kabupaten Semarang Zona Merah


Kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang mengalami lonjakan sejak Sabtu (5/6/2021). Sebanyak empat kecamatan masuk zona merah.

"Sabtu kemarin ada 92 kasus corona, dan Minggu (6/6) ada penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang mencapai 144 kasus. Ada 4 kecamatan masuk zona merah," jelas Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, ditemui wartawan di Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Timur, Senin (7/6/2021) petang.


Empat Kecamatan yang masuk zona merah COVID-19 di Kabupaten Semarang di antaranya Kecamatan Bringin, Getasan, Pabelan, dan Ambarawa. Selain itu dua kecamatan lain yang mendekati zona merah yakni Kecamatan Bandungan dan Pringapus.


"Klaster corona di antaranya dari halal bi halal, sekolah, dan rumah tangga. Ada dua kecamatan yang menuju zona merah di antaranya Pringapus dan Bandungan yang notabene terdapat banyak tempat wisata," ujarnya.


Langkah Pemkab Semarang untuk menekan penyebaran corona di Kabupaten Semarang, lanjutnya, yakni membatasi kegiatan masyarakat. Termasuk menutup tempat wisata.


"Sesuai Instruksi Bupati no 14 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro mulai besok, termasuk tempat wisata kita tutup. Pasar buka hanya sampai jam 12 siang, tempat karaoke juga tutup, untuk restoran kita batasi maksimal pengunjung 30 orang hingga pukul 21.00," ujarnya.

https://trimay98.com/movies/the-main-event-2/