Sabtu, 08 Mei 2021

India Minta Twitter dan Facebook Hapus Postingan Kritik COVID-19

 Twitter dan Facebook telah menghapus sekitar 100 postingan di India, beberapa di antaranya merupakan postingan yang mengkritik pemerintahan terkait penanganan virus COVID-19 di New Delhi.

Langkah ini untuk mematuhi perintah darurat dari pemerintah India yang saat ini tengah berjuang menghadapi lonjakan global akan kasus COVID-19 yang sebelumnya belum pernah terjadi.


New Delhi membuat perintah darurat ke Twitter dan Facebook untuk menyensor lebih dari 100 postingan di negara tersebut. Twitter mengungkapkan perintah dari pemerintah tersebut ada pada database Lumen sebuah proyek Universitas Harvard. Jaringan mikroblogging dan Facebook memenuhi permintaan tersebut dan menahan posting tersebut dari pengguna di India.


Pemerintah India mengkonfirmasi pada Minggu (25/4) bahwa mereka memerintahkan Facebook, Instagram dan Twitter untuk menghapus postingan yang dianggap berpotensi memicu kepanikan di antara masyarakat, menyebarkan berita yang menyesatkan serta menghalangi upaya untuk menahan pandemi.


India negara terbesar kedua ini sebelumnya juga telah memerintahkan Twitter untuk memblokir beberapa tweet. Akun yang mengkritik kebijakan pemerintah juga diblok dan pemerintah India mengancam penjara bagi PNS yang tidak patuh.


Kasus baru COVID-19 di India ini dilaporkan telah mencapai rekor dengan lebih dari 330 ribu kasus COVID baru per-harinya, angka ini menjadi terburuk dibandingkan negara lain. Berbagai laporan berita, dokter, dan akademisi mengatakan bahwa angka kematian akibat COVID-19 ini, sangat mengkhawatirkan.


"Saat kami menerima permintaan hukum yang valid, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," jawab Juru Bicara Twitter seperti dilansir detiKIINET dari TechCrunch, Senin (26/5/2021).


Twitter menjelaskan jika konten melanggar peraturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika dianggap ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Peraturan Twitter, dapat ditahan akses ke konten hanya di India.


"Dalam semua kasus, kami memberi tahu pemegang akun secara langsung sehingga mereka tahu bahwa kami telah menerima perintah hukum yang berkaitan dengan akun tersebut," lanjutnya.

"Kami memberi tahu pengguna dengan mengirimkan pesan ke alamat email yang terkait dengan akun tersebut, jika tersedia. Baca lebih lanjut tentang FAQ permintaan hukum kami. Permintaan hukum yang kami terima dirinci dalam Laporan Transparansi Twitter dua kali lipat, dan permintaan untuk menahan konten dipublikasikan di Lumen," jelasnya.


India telah menjadi salah satu pasar utama bagi beberapa raksasa teknologi global. Mereka ingin mempercepat pertumbuhan basis pengguna dan melakukan investasi dalam jangka panjang.

https://trimay98.com/movies/hanna/


Kamera OPPO Reno5 Jago di Segala Momen


OPPO Reno5 menjanjikan kemampuan pengambilan foto dan video dengan leluasa, tanpa dibatasi kondisi lingkungan. Smartphone ini diperkaya fitur-fitur kamera yang mendukung penggunanya untuk berkreasi seluas mungkin.

OPPO Reno5 dapat diandalkan untuk merekam video berkualitas layaknya profesional. Pengguna tak perlu khawatir video shaking karena tak menggunakan tripod atau stabilizer. Sebab, ada fitur Ultra Steady Video yang membuat video stabil dan mulus tanpa menurunkan ketajaman gambar.


Kamera OPPO Reno5 memungkinkan pengguna mengabadikan momen istimewa dalam segala kondisi. Misalnya di bulan Ramadhan ini, kamu mau mendokumentasikan suasana keceriaan buka puasa bersama keluarga.


Pengambilan gambar saat buka puasa di malam hari bukan masalah buat OPPO Reno5. Fitur Ultra Night Video akan menyuntikkan pencahayaan yang cerah agar video nampak jelas dan tajam. Fitur ini akan sangat membantu saat kamu dan keluarga buka puasa di luar ruangan dengan pencahayaan redup. Ultra Night Video akan membuat objek terlihat lebih jelas, tanpa menghilangkan detail-detail latar belakang.


Sebaliknya, jika cahaya di latar belakang terlalu terang misalnya saat merekam di dalam ruangan atau di siang hari, ada fitur Live HDR Video untuk mereduksi tangkapan cahaya. Dengan fitur ini, gambar yang dihasilkan tampak detail dan jernih.

https://trimay98.com/movies/the-jerk/

Butuh Satelit Berkekuatan 1 Tbps Selimuti RI dengan Internet

 Sebagai negara dengan geografis kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Rote, penggelaran internet di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Dibutuhkan setidaknya satelit dengan kapasitas 1 Tbps untuk meratakan akses layanan ke dunia maya itu, khususnya di daerah pelosok.

Untuk saat ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo tengah mempersiapkan satu satelit pemerintah untuk mendukung ketersediaan internet, yaitu Satelit Republik Indonesia (Satria) atau satelit Satria 1 yang diupayakan meluncur ke orbit sebelum 31 Oktober 2023.


"Nah, ini tentu waktu yang cukup kami bersama Thales Alenia Space menyelesaikan konstruksi. Sehingga kami optimis, sebelum 31 Oktober 2023 satelit sudah diluncurkan menggunakan roket SpaceX di Florida, Amerika Serikat," ujar Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif kepada detikINET, Senin (26/4/2021).


Bakti Kominfo menyebutkan satelit Satria generasi berikutnya sedang dipersiapkan. Hal ini untuk mengatasi kekurangan kapasitas satelit yang dibutuhkan Indonesia dalam menyebarkan akses internet di daerah-daerah.


Sebagai informasi, Satelit Satria 1 punya kapasitas 1 Gbps yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menyebarkan akses internet ke 150.000 titik layanan publik di Tanah Air. Sedangkan, menurut Kominfo, kebutuhan kapasitas satelit mencapai 1 Tbps yang artinya kurang 950 Gbps lagi.


"Indonesia membutuhkan kapasitas satelit hingga 1 Tbps. Tentunya satelit Satria 1 kapasitas 150 Gbps, masih diperlukana beberapa satelit ke depan untuk mendukung kapasitas 1 Tbps tersebut," ungkapnya.


Terkait apakah pengadaan Satelit Satria berikutnya akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badang Usaha (KPBU) kembali, Anang menyebutkan sejauh ini pemerintah sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk slot orbit.


"Tentu ini sangat bergantung slot orbit yang ada di atas Indonesia, serta kesiapan pembiayaan dari pemerintah. Kami sedang mengkaji kedua kemungkinan tersebut hingga penetapan waktu yang pas untuk penyiapan satelit selanjutnya," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/girl-asleep/


India Minta Twitter dan Facebook Hapus Postingan Kritik COVID-19


Twitter dan Facebook telah menghapus sekitar 100 postingan di India, beberapa di antaranya merupakan postingan yang mengkritik pemerintahan terkait penanganan virus COVID-19 di New Delhi.

Langkah ini untuk mematuhi perintah darurat dari pemerintah India yang saat ini tengah berjuang menghadapi lonjakan global akan kasus COVID-19 yang sebelumnya belum pernah terjadi.


New Delhi membuat perintah darurat ke Twitter dan Facebook untuk menyensor lebih dari 100 postingan di negara tersebut. Twitter mengungkapkan perintah dari pemerintah tersebut ada pada database Lumen sebuah proyek Universitas Harvard. Jaringan mikroblogging dan Facebook memenuhi permintaan tersebut dan menahan posting tersebut dari pengguna di India.


Pemerintah India mengkonfirmasi pada Minggu (25/4) bahwa mereka memerintahkan Facebook, Instagram dan Twitter untuk menghapus postingan yang dianggap berpotensi memicu kepanikan di antara masyarakat, menyebarkan berita yang menyesatkan serta menghalangi upaya untuk menahan pandemi.


India negara terbesar kedua ini sebelumnya juga telah memerintahkan Twitter untuk memblokir beberapa tweet. Akun yang mengkritik kebijakan pemerintah juga diblok dan pemerintah India mengancam penjara bagi PNS yang tidak patuh.


Kasus baru COVID-19 di India ini dilaporkan telah mencapai rekor dengan lebih dari 330 ribu kasus COVID baru per-harinya, angka ini menjadi terburuk dibandingkan negara lain. Berbagai laporan berita, dokter, dan akademisi mengatakan bahwa angka kematian akibat COVID-19 ini, sangat mengkhawatirkan.


"Saat kami menerima permintaan hukum yang valid, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," jawab Juru Bicara Twitter seperti dilansir detiKIINET dari TechCrunch, Senin (26/5/2021).


Twitter menjelaskan jika konten melanggar peraturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika dianggap ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Peraturan Twitter, dapat ditahan akses ke konten hanya di India.


"Dalam semua kasus, kami memberi tahu pemegang akun secara langsung sehingga mereka tahu bahwa kami telah menerima perintah hukum yang berkaitan dengan akun tersebut," lanjutnya.

https://trimay98.com/movies/force-of-nature/