Minggu, 20 Desember 2020

WhatsApp Jajal Panggilan Suara dan Video di Desktop

 Sudah lama WhatsApp telah mendukung fitur panggilan suara dan video pada aplikasi selulernya, namun sayangnya dengan beberapa alasan fitur ini tidak pernah tersedia pada versi desktop/web.

Kabar baiknya menurut laporan dari WABetaInfo, pada WhatsApp versi beta terbaru untuk desktop dan web akan mendapatkan dukungan untuk memiliki kemampuan panggilan suara dan video.


Nah fitur meski masih tahap beta tapi sudah bisa dirasakan oleh beberapa pengguna, salah satunya tim detiKINET di mana fitur tersebut sudah tersedia di perangkat laptop.


Pilihan ini terdapat pada jendela obrolan chat yang terletak di bagian pojok kanan atas dengan ikon gambar telepon dan video yang masing-masing bertuliskan beta hal ini mungkin menandakan fitur masih dalam tahap ujicoba dan belum semuanya kebagian. Cara pakainya pun cukup mudah mirip dengan menggunakannya di seluler.


Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, langkah WhatsApp ini mungkin melihat dampak dari pandemi COVID-19 membuat aplikasi layanan video Conference meroket.


Facebook sebagai induk perusahaan whatsApp pun pada awal tahun 2020 telah mengimplementasikan fitur yang mirip dengan Zoom pada aplikasi Messenger dengan merilis Rooms Messenger.


Jadi tak heran jika WhatsApp juga akan menerapkan fitur tersebut di aplikasinya sendiri mengingat jumlah pengguna whatsApp yang banyak di seluruh dunia.


Meski dinilai terlambat namun hadir fitur tersebut menjadi kebutuhan seperti panggilan suara dan video di saat-saat seperti ini.

https://kamumovie28.com/movies/the-way-i-love-you-2/


5 Fakta Menarik Harbolnas 12.12 2020


Sirclo, ecommerce enabler, mengungkap lima tren dan data menarik selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 2020. Apa saja?

Berdasarkan data Sirclo, nilai transaksi selama 12.12 2020 meningkat 328% dibanding 2019 lalu. Pertumbuhan positif ini bisa terjadi saat kondisi selama pandemi yang terbilang menantang.


"Sirclo optimis bahwa penjualan di kanal digital akan melesat cepat, terutama karena akselerasi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat Indonesia pun perlahan-lahan mulai pulih, dibuktikan dengan partisipasi di festival belanja 9.9 sampai 12.12 yang terus meningkat. Karena itu, saat ini merupakan saat krusial bagi semua brand untuk melakukan pivot dan hadir secara online," ungkap Brian Marshal, CEO dan Founder Sirclo dalam keterangan yang diterima detikINET.


Dalam penyelenggaraan Harbolnas 2020 tahun ini, Sirclo pun menemukan beberapa pertumbuhan serta perubahan kebutuhan dan gaya belanja konsumen. Berikut merupakan 5 di antaranya:


Pertumbuhan transaksi signifikan di luar Pulau Jawa


Secara umum, festival belanja online di tahun 2020 mencatatkan pertumbuhan transaksi yang signifikan dari luar Pulau Jawa. Pada Harbolnas 12.12, data Sirclo menunjukkan bahwa jumlah transaksi dari luar Pulau Jawa mencapai lebih dari 4x lipat dibandingkan tahun 2019.


Hal ini menunjukkan bahwa penetrasi tren belanja online menyebar dengan cepat di luar ibukota hingga ke berbagai daerah di Indonesia, terutama di tengah pandemi. Menurut riset yang tertuang dalam laporan e-commerce Sirclo berjudul "Navigating Indonesia's E-Commerce: COVID-19 Impact and The Rise of Social Commerce", diperkirakan terdapat 12 juta pengguna e-commerce baru sejak pandemi berlangsung, dimana 40% diantaranya akan mengandalkan e-commerce bahkan setelah pandemi berakhir.

https://kamumovie28.com/movies/the-way-i-love-you/

Beli PS5 atau Mending Rakit PC?

 PlayStation 5 (PS5) (yang resmi) sudah bisa mulai dipesan dan bakal dikirimkan ke pemesannya pada Januari mendatang. Sudah memutuskan untuk membeli PS5, atau anda masih bimbang antara PS5 atau merakit PC game?

Perdebatan antara konsol atau PC jelas bukan hal baru, karena sudah terjadi sejak bertahun lalu. Namun masih tetap relevan hingga saat ini, salah satunya karena harga PS5 yang -- terlihat -- mahal. Yaitu mencapai Rp 8,7 juta untuk varian Bluray.


Melihat bandrolnya yang tinggi itu, seringkali orang akan menceplos 'mending rakit PC' dibanding membeli PS5, karena dianggapnya bakal lebih murah. Benarkah?


Ah, belum tentu lebih murah, kok. Malah jika dibandingkan, merakit PC game yang mumpuni, biaya yang dikeluarkan malah lebih mahal.


PS5 adalah konsol yang digadang-gadang oleh Sony sebagai konsol yang memang ditujukan untuk dimainkan dengan resolusi 4K, ray tracing, bahkan dengan frame rate sampai 120Hz -- frame rate ini masih sebatas klaim, karena game yang sudah dirilis saat ini belum mendukung frame rate tersebut --.


Untuk PC agar bisa memainkan game dengan resolusi 4K dengan frame rate yang nyaman (60fps), membutuhkan kartu grafis yang tak murah. Contohnya adalah RTX 3060 Ti, yang sebenarnya ditujukan untuk bermain di resolusi 1440p, namun terbilang masih mumpuni untuk bermain di 4K dan punya fitur ray tracing. Harganya? Di atas Rp 8 juta.


Ya, bahkan harga kartu grafisnya saja sudah hampir menyamai harga PS5 (atau malah lebih mahal, karena PS5 versi digital harganya hanya Rp 7 jutaan). Oke, mungkin ada opsi kartu grafis lain yang lebih murah, seperti RTX 2060, juga dilengkapi dengan ray tracing, harganya di atas Rp 5 juta.


Namun tetap saja masih banyak komponen lain yang dibutuhkan sebuah PC, seperti motherboard, prosesor, power supply, RAM, dan SSD. Untuk SSD NVMe berukuran 1TB (PS5 SSD-nya 825GB), harganya minimal Rp 3 juta. Motherboard dan prosesor masing-masing di atas Rp 1,5 juta, power supply di atas Rp 1 juta (bisa juga lebih murah, tergantung kualitas), RAM sekitar Rp 1 juta.


Jadi, sebenarnya merakit PC game membutuhkan biaya yang lebih tinggi ketimbang membeli PS5.


Jadi, mending mana? Baca di halaman berikutnya ya...

https://kamumovie28.com/movies/the-night-comes-for-us/


Jadi, mending beli PS5?

Tidak juga, karena bagi sebagian orang, merakit PC punya sensasinya tersendiri. Terutama untuk mereka yang suka ngoprek. Lalu kualitas grafis yang dihasilkan dan frame rate-nya pun mungkin bisa lebih tinggi dibanding PS5, jika mau membeli kartu grafis yang jauh lebih mahal.


Lalu seperti yang sudah dijelaskan di atas, PC juga bisa dipakai untuk keperluan lain. Seperti produktivitas, karena PC dengan spek tinggi itu bisa dijadikan PC untuk kebutuhan berat, seperti membuat animasi, mengedit video, dan lain sebagainya.


PC pun bisa diupgrade untuk menyesuaikan kebutuhan game di masa yang akan datang. Ya, bagian ini bisa dibilang keunggulan, atau bisa juga kerugian. Karena upgrade tentu membutuhkan dana tambahan.


Sementara PS5 -- jika melihat PlayStation generasi sebelumnya -- bakal berumur panjang, dan dijamin bakal tetap lancar dan relevan memainkan game-game di masa yang akan datang.


Dari sini mungkin bisa diambil kesimpulan, bahwa PS5 lebih cocok untuk orang yang memang hanya membutuhkan perangkat untuk gaming, tak peduli soal kemampuan upgrade, ogah ribet dalam memilih komponen, dan butuh perangkat yang bisa bertahan selama bertahun-tahun (di atas 5 tahun) untuk bermain game.


Sementara PC mungkin lebih cocok untuk gamer yang juga suka mengoprek, doyan upgrade, atau juga membutuhkan perangkat untuk bekerja.


Jadi, detikers sudah bisa memutuskan mau beli PS5 atau rakit PC?

https://kamumovie28.com/movies/tembang-lingsir/