Selasa, 15 Desember 2020

Neraca Dagang RI Tekor Dari China, Hong Kong dan Australia

 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan neraca dagang Indonesia tekor atau defisit dengan tiga negara, yaitu China, Hong Kong, dan Australia di November 2020.

"Dengan Tiongkok kita alami defisit," kata Suhariyanto dalam video conference, Selasa (15/12/2020).


Suhariyanto merinci, neraca perdagangan Indonesia dengan China defisit sebesar US$ 572,6 juta di November 2020. Hal itu dikarenakan nilai ekspornya US$ 3,31 miliar dan impornya US$ 3,89 miliar. Sementara nilai defisit dengan Hong Kong sebesar US$ 198 juta karena nilai ekspornya US$ 124 juta dan impor sebesar US$ 322 juta, dan dengan Australia defisit sebesar US$ 142,6 juta karena nilai ekspornya US$ 230,2 juta dan impornya US$ 372,8 juta.


Meski tekor sama China, neraca dagang Indonesia masih surplus alias menang dengan Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina di November 2020.


"Kita surplus pada AS pada November US$ 948,7 juta, dengan India kita surplus, sementara dengan Filipina juga masih surplus," katanya.


Jika dilihat secara rinci, surplus sebesar US$ 948,7 juta dengan negeri Paman Sam karena nilai ekspornya US$ 1,60 miliar dan impornya US$ 657 juta. Dengan India surplus US$ 603,8 juta karena nilai ekspornya sebesar US$ 963,4 juta dan impornya US$ 359,6 juta. Sementara dengan Filipina surplus US$ 523,4 juta karena nilai ekspornya US$ 574,3 juta dan impornya US$ 523,4 juta.


BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 2,61 miliar pada November 2020. Surplus dikarenakan nilai ekspor lebih besar daripada impor. Adapun nilai ekspor tercatat US$ 15,28 miliar dan nilai impor sebesar US$ 12,66 miliar.


Jika dilihat secara kumulatif, BPS melaporkan neraca dagang Indonesia masih surplus US$ 19,66 miliar selama Januari-November 2020. Hal itu berasal dari nilai ekspor yang sebesar US$ 146,7 miliar dan impor senilai US$ 127,1 miliar.

https://tendabiru21.net/movies/satria-dewa-gatotkaca/


Ganjar Sontek Jerman hingga China Kembangkan Vokasi di Jateng


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menaruh perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Dia menilai vokasi menjadi upaya yang ampuh untuk menyerap tenaga kerja di provinsinya.

Menurut Ganjar pembenahan pendidikan vokasi di Indonesia adalah menyelaraskan kebutuhan dari industri dengan kurikulum. Untuk mengetahui itu, Ganjar juga belajar dari Jerman.


"Sebenarnya matching proses ini harus dilakukan. Saya telepon Dubes RI di Jerman, saya tanya di Jerman kan vokasinya sukses banget, itu ternyata karena industrinya bekerja sama dengan SMK di sana," ucapnya dalam Webinar Nasional: Vokasi dan Kekuatan Ekonomi Daerah yang disiarkan CNBC Indonesia TV, Selasa (15/12/2020).


Ganjar juga sempat meminta organisasi di Jerman untuk membantu membenahi SMK di Indonesia. Menurut mereka SMK di Indonesia sudah bagus namun kurikulumnya masih perlu diperbaiki dan tempat praktik yang diperbanyak.


Selain itu Ganjar juga belajar pengembangan vokasi dari China. Bahkan hubungannya sudah lebih jauh, yakni Jateng sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Fujian di China yang dia lihat pendidikan vokasinya sudah begitu maju.


"Saya lihat bagaimana SMK di Fujian itu bekerja sama dengan perusahaan mobil besar Eropa. Bahkan sekolahnya itu gambar logo mobil Eropa itu," ucapnya.


Ganjar menawarkan kepada pihak Fujian untuk bertukar anak magang.

https://tendabiru21.net/movies/miracle-in-cell-no-7-3/

Sinergi Percepatan Akses Keuangan Daerah untuk Indonesia Maju

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan berkomitmen melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat di daerah. Salah satu strategi yang dilakukan dengan mengoptimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui berbagai macam program yang dilakukan serta digitalisasi produk dan layanan keuangan.

Peran TPAKD di masa pandemi dalam memperluas akses keuangan sangat penting dan menjadi prioritas OJK. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses pembiayaan dan permodalan. Selain itu, dengan pendayagunaan digitalisasi dapat menjangkau masyarakat di berbagai pelosok daerah dengan mudah, cepat, dan transparan.


Upaya OJK ini sejalan dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo pada saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2020 yang digelar secara virtual pada Kamis (10/12) yang meminta OJK untuk melakukan cara-cara extraordinary dalam meningkatkan inklusi keuangan, salah satunya yaitu melalui penguatan infrastruktur percepatan akses keuangan harus dilakukan secara agresif melalui pendirian Jamkrida, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Agen Bank di setiap desa serta percepatan penerbitan obligasi daerah.

https://tendabiru21.net/movies/miracle-in-cell-no-7-2/


Sinergi TPAKD Pusat dan Daerah


Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dibentuk sebagai bentuk sinergi OJK dan segenap pemangku kepentingan di daerah guna mendorong perluasan akses keuangan di daerah, sehingga mendukung pengembangan potensi sektor unggulan dan prioritas di daerah. Optimalisasi peran TPAKD dalam meningkatkan inklusi keuangan dilakukan dengan pelaksanaan berbagai program TPAKD dan sinergi TPAKD Pusat dengan Daerah agar implementasi program kerja TPAKD dapat lebih optimal dan terarah melalui:


a. Peningkatan pemahaman dan komitmen dalam rangka implementasi program inklusi keuangan di berbagai daerah.

b. Penguatan kerja sama dan sinergi antar TPAKD tingkat Provinsi/Kabupaten/ Kota dalam upaya perluasan akses keuangan di daerah.

c. Peningkatan keselarasan implementasi program TPAKD Pusat dan Daerah dalam mendukung implementasi SNKI dan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional.

d. Optimalisasi program TPAKD tahun 2021 dengan mendayagunakan teknologi informasi guna menjangkau masyarakat di berbagai pelosok daerah lebih mudah, cepat, dan efisien.


Digitalisasi Produk dan Layanan Keuangan


Sebagai upaya dalam rangka penyediaan akses keuangan, OJK terus mendorong pengembangan ekosistem digital akses produk dan layanan jasa keuangan sehingga mempermudah dan meningkatkan daya jangkaunya ke pelosok daerah. Beberapa program yang telah dilakukan antara lain:


a. Bank Wakaf Mikro (LKM Syariah)


Strategi yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro (BWM) dalam memperluas akses keuangan di masa pandemi dilakukan melalui digitalisasi pembiayaan, digitalisasi operasional serta digitalisasi pengembangan usaha nasabah. Total pembiayaan BWM yang disalurkan telah mencapai Rp 53 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 37,4 ribu nasabah.


b. Program UMKM-MU


Merupakan platform marketplace yang difasilitasi OJK untuk memfasilitasi UMKM dalam memperluas jaringan pemasarannya secara digital dan dapat mengakses layanan keuangan melalui platform. Sampai saat ini, terdapat 862 pelaku UMKM yang terdaftar dan lebih dari 1.324 produk yang dipasarkan.


c. Aplikasi KUR Bali.com


OJK membuat terobosan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam bentuk digitalisasi. Terobosan ini telah diluncurkan di Bali dalam bentuk website www.kurbali.com. Melalui website ini, masyarakat dapat mengajukan KUR melalui ponsel, tanpa perlu repot datang ke bank. Di sisi lain, website ini juga memudahkan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mensosialisasikan serta monitoring penyaluran KUR di daerah.

https://tendabiru21.net/movies/miracle-in-cell-no-7/