Rabu, 16 Desember 2020

Facebook hingga Google Terancam Denda di Uni Eropa, Kok Bisa?

 Unit Amazon, Apple, Facebook, Alphabet (induk perusahaan Google) dan perusahaan teknologi lainnya terancam kena denda besar-besaran dari Uni Eropa (UE). Pasalnya, negara tersebut berupaya membatasi kekuatan pasar mereka.

UE menghadirkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang membatasi kekuatan pasar teknologi raksasa Amerika Serikat (AS) untuk menjamin kondisi pasar online yang lebih adil dan menghadirkan peluang yang lebih baik terutama untuk usaha kecil.


Komisioner Persaingan Usaha Eropa Margrethe Vestager dan Komisioner Pasar Internal UE Thierry Breton akan mempresentasikan peraturan tersebut. Aturan ini tidak hanya untuk mengendalikan raksasa teknologi, tetapi juga untuk mencegah munculnya perusahaan dominan yang anti-persaingan.


Dikutip dari Reuters, Selasa (15/12/2020), satu set aturan yang disebut Digital Markets Act menyerukan denda hingga 10% dari omzet tahunan jika ditemukan melanggar aturan.


Dalam aturan ditetapkan daftar larangan yang akan diklasifikasikan sesuai dengan kriteria seperti jumlah pengguna, pendapatan dan jumlah pasar tempat mereka aktif.


Rangkaian aturan kedua yang dikenal sebagai Digital Services Act juga menargetkan platform online yang sangat besar seperti yang memiliki lebih dari 45 juta pengguna.


Perusahaan juga harus menunjukkan detail iklan politik di platform mereka dan parameter yang digunakan oleh algoritme mereka untuk menyarankan dan memberi peringkat informasi.


Rancangan aturan perlu selaras dengan tuntutan negara-negara UE dan anggota parlemen UE, beberapa di antaranya telah mendorong undang-undang yang lebih ketat. Sementara yang lain khawatir tentang jangkauan peraturan yang berlebihan dan dampaknya pada inovasi.

https://trimay98.com/movies/tenripada/


Buwas Bilang Tak Perlu Takut Krisis Pangan, Ada Beras dari Singkong


Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan Indonesia tidak perlu takut prediksi krisis pangan. Pasalnya, menurut pria yang beken disapa Buwas ini, hasil produksi pangan tidak hanya beras saja.

Sebelumnya, Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) memprediksi krisis pangan melanda negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun sempat menyampaikan potensi tersebut khususnya di Jabar pada 2021 mendatang.


"Menurut saya memang di negara-negara lain krisis pangan, tapi Indonesia tidak usah takut dengan krisis pangan. Makanya hari ini saya menyatakan untuk membangun ketahanan pangan. Saya perkenalkan beras dari singkong," kata Buwas kepada wartawan di Kota Bandung, Selasa sore (15/12/2020).


"Kalau yang krisisnya beras, oke sekarang kita makan beras tapi dari bahan dasar singkong. Kita takut apa sekarang," kata Buwas.


Selain untuk ketahanan pangan, kata dia, beras singkong juga berperan sebagai diversifikasi pangan. Dengan kata lain, mendorong variasi makanan pokok yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja.


Dia mengatakan, selama ini Indonesia masih sangat ketergantungan terhadap beras padi dan dapat memicu permasalahan ketahanan pangan nasional. "Produksi lahan singkong Indonesia salah satu yang terbesar di dunia dan sangat melimpah di tanah nusantara sehingga membutuhkan suatu gagasan untuk menciptakan alternatif pangan diluar beras," ujarnya.


"Itulah yang ingin saya bangun, kita enggak usah ragu, enggak usah takut masalah ancaman iklim dan macam-macam," tutur Buwas.

https://trimay98.com/movies/jodohku-yang-mana/

Sederet Proyek BUMN RI di Luar Negeri: MRT Taiwan sampai Istana Afrika

 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tak hanya aktif menggarap infrastruktur dalam negeri saja. BUMN Karya itu juga turut terlibat dalam berbagai proyek di luar negeri.

Salah satunya dalam pembangunan proyek transportasi massal MRT Taiwan. WIKA terjun ke proyek ini setelah mendapat tawaran dari kontraktor terbesar di Taiwan, RSEA Engineering Corporation. Proyek ini merupakan pengerjaan jalur MRT inner ring road di kota New Taipei City. Jalur yang diberi nama Sanying Line ini nantinya akan membentang sepanjang 14,3 kilometer (Km) dan menghubungkan daerah Tucheng, Sanxia, dan Yingge dengan 13 stasiun pemberhentian.


Pembangunan proyek yang turut melibatkan 133 pekerja Tanah Air ini tengah fokus pada pengerjaan 4 station di daerah Yingge dan Sanxia yang rata-rata berjarak 1,2 Km antarstation.


Namun, sayangnya, BUMN karya itu belum mau terbuka soal progres proyek tersebut sampai saat ini.


"MRT Taiwan masih berprogres, proyeknya masih on going," ujar Direktur WIKA IKON Hermawan Dhewayanto ditemui di Pabrik Baja WIKA IKON Balaraja, Tangerang, Selasa (15/12/2020).


Masih di Taiwan, kabarnya WIKA kini tengah membidik proyek tender bandara di Taiwan.


"Kita juga mensasar ada proyek tender bandara tender ini harusnya di tahun 2020 tapi bergeser karena COVID-19 jadi kita lihat apakah 2021 dia akan open tender lagi," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/asih-2/


Infrastruktur lainnya yang dikerjakan BUMN RI ada di halaman selanjutnya>>>


Selain itu, WIKA juga merupakan kontraktor dari proyek prestisius di Niger, yakni Istana Kepresidenan Republik Niger. Dalam proyek ini, WIKA bertanggung jawab menyelesaikan empat bangunan meliputi ballroom, head of state atau bangunan pendukung di sekitar ballroom, service building atau pusat kontrol dan pavillion of president atau tempat tinggal presiden beserta keluarga.

Saat ini tim proyek yang terdiri dari kurang lebih 70 pekerja asal Indonesia yang sedang fokus pada penyelesaian bangunan ballroom dan mengejar target untuk segera rampung pada Februari 2021 mendatang.


"Kemudian yang lagi progres adalah pembangunan istana Niger kita masih on going progress, kira-kira progresnya 60%," katanya.


Lalu, ada juga proyek pembangunan perumahan susun di Aljazair. Dalam proyek senilai Rp 2,2 triliun itu WIKA akan membangun perumahan susun dengan total hampir 5 ribu unit.


"Aljazair masuk on progress pembangunan social housing itu progres sudah 70%," ungkapnya.


Terakhir, yang terbaru adalah proyek Multi Purpose Sport Complex atau Sport Center di Kepulauan Solomon. WIKA ditunjuk secara resmi oleh National Hosting Authority Represent of Solomon Island Government untuk membangun proyek senilai Rp 112 miliar tersebut.


Sport Center ini dibangun untuk penyelenggaraan Pacific Games 2023 turnamen antar negara Pasifik. Multi Purpose Sport Complex itu ditarget sudah bisa berdiri di atas lahan seluas 5.800 meter persegi pada 31 Desember 2022 mendatang.


"Yang terbaru adalah di Solomon si Kepulauan Pasifik, di Solomon itu kita mengerjakan sport center, karena mereka akan mengadakan Pacific Games ya jadi kayak semacam SEA Games-nya pasifik lah, itu akan diadakan di Solomon dan kita dapat proyek membangun sport centernya. Progress-nya masih under 10% ya karena dia baru mulai," paparnya.

https://trimay98.com/movies/asih/