Selasa, 15 Desember 2020

Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta Paling Tinggi se-Indonesia

 Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia berada di level 71,94 pada tahun 2020. Angka tersebut tumbuh tipis 0,03% atau 0,02 poin dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 71,92.

Indeks pembangunan manusia mengukur kualitas hidup manusia yang dilihat dari kualitas kesehatan, pendidikan dan pengeluaran per kapita per tahun. IPM dipakai untuk mengukur seberapa jauh program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup manusianya.


Kepala BPS Suhariyanto mengatakan IPM tertinggi ada pada DKI Jakarta yaitu di level 80,77 yang disusul oleh Yogyakarta di level 79,97, dan Kalimantan Timur di level 76,24. Sementara yang paling rendah terjadi di Papua yaitu 60,44, Papua Barat di 65,19, dan Nusa Tenggara Timur di level 66,11.


Adapun dari 34 provinsi, hanya DKI Jakarta yang masuk ke dalam daftar sangat tinggi tingkat IPM, sementara 22 provinsi lainnya tergolong tinggi, dan 11 provinsi tergolong sedang.


"IPM tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta statusnya sangat tinggi. IPM terendah adalah Provinsi Papua statusnya sedang," kata Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Selasa (15/12/2020).


Adapun peningkatan IPM Indonesia tahun 2020 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena terdampak pandemi COVID-19. Adapun rata-rata pertumbuhannya sebesar 0,78% per tahun.


"Kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, sedangkan dari sisi pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan," katanya.


Kenapa IPM Indonesia melambat di tahun ini? Klik halaman selanjutnya.


Perlambatan pertumbuhan IMP tahun 2020, dikatakan Suhariyanto terlihat dari indikator pengeluaran per kapita yang turun menjadi Rp 11,01 juta pada tahun 2020 dari yang sebelumnya sebesar Rp 11,30 juta.


Selanjutnya, Suhariyanto mengungkapkan ada harapan bagi anak-anak berusia tujuh tahun untuk bisa mengambil serta menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Diploma I atau waktu mengambil pendidikan selama 12,98 tahun.


Menurut Suhariyanto, terjadi peningkatan 0,03 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,95 tahun untuk anak-anak yang mengakses pendidikan.


Sementara dari rata-rata waktu lama sekolah untuk usia 25 tahun ke atas meningkat 0,14 tahun menjadi 8,48 tahun dari yang sebelumnya 8,34 tahun.


Dari sisi kesehatan, pria yang akrab disapa Kecuk ini mengungkapkan bagi bayi yang lahir di tahun 2020 memiliki harapan bisa hidup sampai 71,47 tahun atau lebih lama 0,13 tahun.

https://tendabiru21.net/movies/mangga-muda/


Pemerintah Didesak Gratiskan Vaksin Corona ke Seluruh Masyarakat


Vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Sinovac sudah tiba di Indonesia pada pekan lalu, tepatnya 6 Desember 2020. Totalnya hanya sebagian, yakni 1,2 juta dosis.

Pemerintah sendiri menargetkan vaksin akan diberikan kepada 182 juta orang. Dari target tersebut, hanya sekitar 50% yang mendapatkan vaksin gratis. Sementara, sisanya harus membayar secara mandiri.


Keputusan pemerintah itu dikritik oleh sejumlah pengamat ekonomi. Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara pun mendesak pemerintah untuk menggratiskan vaksin ke seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.


Menurut Bhima, dari sisi anggaran, pemerintah masih mampu untuk menggratiskan semua vaksin.


"Jadi dengan asumsi menurut ahli epidemologis antara 70-80% total penduduk yang harus divaksinasi untuk memperoleh kekebalan komunal atau herd immunity, maka minimum biaya vaksinasi kisaran Rp 75 triliun. Pertanyaannya, ada nggak uangnya? Dan kenapa pemerintah ada vaksin berbayar dan gratis? Bisa nggak semua gratis? Jawabannya bisa. Kenapa? Karena yang terjadi saat ini adalah masalah dari politik anggaran pemerintah yang terkesan mengutamakan proyek infrastruktur dibandingkan penanganan kesehatan," kata Bhima ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/12/2020).


Ia mengatakan, di tahun 2021 pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 413 triliun. Sayangnya, stimulus kesehatan justru lebih kecil porsinya. Menurut Bhima, sudah seharusnya anggaran infrastruktur itu bisa dialokasikan untuk vaksin Corona.


"Sementara stimulus kesehatan berkurang menjadi Rp 25,4 triliun. Ini kan artinya ruang fiskal untuk menggratiskan vaksin itu ada. Masalahnya secara politik anggaran mau apa tidak? Secara prioritas, harusnya 2021 itu masih fokus pada penanganan kesehatan," tegas Bhima.

https://tendabiru21.net/movies/djoerig-salawe/

Senin, 14 Desember 2020

3 Faktor Pemicu Pasien COVID-19 Mengalami Delirium, Apa Saja?

 Saat ini, banyak peneliti yang mengungkapkan berbagai gejala baru yang berkaitan dengan COVID-19. Bahkan sejumlah penelitian baru menemukan bahwa virus Corona ini bisa menyebabkan delirium, yang banyak dialami kelompok pasien usia lanjut (lansia).

Menurut akademisi sekaligus praktisi klinis Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, delirium menjadi gejala pertama yang bisa menyebabkan seseorang harus pergi ke rumah sakit.


"Delirium bisa menjadi gejala pertama yang membawa pasien datang ke rumah sakit. Pasien COVID-19 yang mengalami gangguan pada sistem saraf pusat bisa datang dengan sakit kepala hebat disertai delirium dan pasien COVID-19 bisa datang gangguan jiwa (psikotik)," kata Prof Ari melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (14/12/2020).


"Tentu hal ini harus menjadi perhatian bagi para dokter yang bekerja di gawat darurat, karena bisa saja pasien datang dengan kondisi seperti ini. Begitu pula buat pasien dan anggota keluarga perlu mengenal gejala ini sebagai bagian dari gejala penyakit COVID-19," lanjutnya.


Prof Ari menjelaskan, delirium pada pasien COVID-19 sebenarnya menunjukkan bahwa pasien tengah mengalami kondisi yang berat akibat virus Corona. Bahkan ada tiga hal yang menyebabkan pasien COVID-19 mengalami delirium, yaitu:


Pertama, pasien dengan COVID-19 bisa mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) darah, sehingga pengiriman oksigen ke organ di dalam tubuh menjadi terganggu. Otak kita sangat sensitif akan kekurangan oksigen menyebabkan pasien mengalami gangguan kesadaran berupa delirium.

Kedua, penyebab pasien COVID-19 mengalami delirium berhubungan dengan sindrom badai sitokin yang bisa terjadi sebagai komplikasi dari infeksi COVID-19. Tubuh akan memproduksi sel- sel radang yang bisa menyebabkan berbagai lanjutan komplikasi, seperti terjadinya peningkatan kekentalan darah dan peradangan di berbagai organ termasuk organ otak.

Ketiga, kemungkinan virus akan melewati sawar darah otak atau jembatan antara sirkulasi darah dan otak, sehingga menyebabkan kerusakan otak.

"Hal ini memang harus menjadi perhatian kita semua bahwa infeksi COVID-19 ini menyebabkan berbagai komplikasi termasuk komplikasi ke otak. Apabila pasien bisa kembali sehat, efek samping jangka panjang sebagai gejala sisa akibat infeksi ini juga dapat terjadi yang kita sebut sebagai long Covid," jelas Prof Ari.

https://movieon28.com/movies/titus-mystery-of-the-enygma/


Ilmuwan Ungkap 5 Gen yang Membuat Virus Corona Makin Berbahaya


Para ilmuwan menunjukkan lima gen yang membuat virus Corona COVID-19 menjadi lebih berbahaya. Pada penelitian yang sama, mereka juga menunjukkan beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengobati orang paling berisiko akibat COVID-19.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mempelajari DNA dari 2.700 pasien COVID-19 di 208 unit perawatan intensif di seluruh Inggris. Mereka menemukan bahwa terdapat lima gen yang terlibat dalam proses peradangan paru-paru yang menyebabkan kasus COVID-19 semakin parah.


"Hasil kami segera menyoroti obat mana yang harus ditempatkan pada daftar teratas untuk diuji klinis," kata Kenneth Baillie, seorang konsultan akademis dalam pengobatan perawatan kritis di Universitas Edinburgh sekaligus pemimpin penelitian ini.


Dikutip dari Reuters, lima gen yang disebut bisa membuat virus Corona menjadi lebih berbahaya yaitu IFNAR2, TYK2, OAS1, DPP9, dan CCRW2. Baillie mengatakan, sebagian gen membuat orang menjadi sakit parah akibat COVID-19, tetapi yang lainnya mungkin tidak berpengaruh.

https://movieon28.com/movies/love-like-the-falling-rain/