Senin, 14 Desember 2020

5 Cara Jitu Agar Punya Pola BAB Teratur Tiap Pagi

  Buang air besar (BAB) secara teratur menandakan sistem pencernaan yang sehat. Selain faktor diet dan kondisi pergerakan usus, kebiasaan juga menentukan teratur atau tidaknya jadwal BAB.

Beberapa orang punya rutinitas BAB tiap pagi atau pada waktu-waktu tertentu. Namun pada beberapa orang yang lain, munculnya hasrat BAB tidak pernah bisa diperkirakan apalagi direncanakan.


Agar terbiasa BAB secara teratur pada waktu yang tepat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti dirangkum dari Livestrong.


1. Kenali diet yang tepat

Beberapa jenis makanan bisa membuat BAB lebih lancar, sehingga memungkinkan untuk melakukannya secara teratur. Buah dan sayur yang kaya serat adalah nutrisi penting yang mendukung pola BAB yang lebih teratur.


2. Turuti keinginan BAB

Tidak menunda BAB saat dorongan itu muncul, akan membantu membentuk pola BAB yang normal dan alamiah. Demikian juga jika belum waktunya BAB, jangan terlalu dipaksakan. Makin lancar pola BAB, makin mudah untuk dibiasakan.


3. Bangun pagi

Hasrat ingin BAB di pagi hari terkadang diabaikan karena harus buru-buru beraktivitas. Bangun lebih pagi akan membuat pikiran lebih rileks, memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk mengikuti pola alamiahnya.


4. Tidak perlu dipaksakan

Jika sudah bangun pagi tetapi belum juga merasa ingin BAB, tidak perlu dipaksakan. Berlama-lama jongkok maupun duduk di toilet juga akan berdampak buruk bagi area panggul. Ulangi saja keesokan paginya.


5. Sarapan

Karena tidak merasa lapar, seringkali seseorang memilih tidak sarapan. Jika ingin rutin BAB di pagi hari, tidak ada salahnya mencoba rutin sarapan dulu. Mengisi perut bukan hanya karena lapar, tetapi merangsang kontraksi dan pergerakan usus agar BAB lebih lancar dan teratur.

https://movieon28.com/movies/malik-elsa/


15 Gejala Virus Corona yang Telah Ditemukan, Termasuk Delirium dan Sakit Mata


 Gejala virus Corona yang dialami tiap pasien berbeda-beda. Ada yang hanya mengalami gejala ringan tapi tak sedikit juga mengembangkan gejala berat hingga harus dirawat di rumah sakit.

Sejak COVID-19 pertama kali ditemukan di akhir Desember 2019, para ilmuwan terus mempelajari virus tersebut termasuk gejala yang ditimbulkannya. Sejumlah studi telah dilakukan pada pasien COVID-19 untuk mengenali sejumlah gejala baru yang timbul pada sebagian besar pasien.


Seperti yang diketahui, setiap pasien bisa mengembangkan gejala yang berbeda. Beberapa bahkan dilaporkan tidak mengalami gejala sama sekali.


Dikutip dari laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala COVID-19 yang diidentifikasi.


Gejala paling umum:

Demam

Batuk kering

Kelelahan

Baca juga: Mual-Diare Bisa Jadi Gejala COVID-19, Ini Bedanya dengan Sakit Perut Biasa

Gejala tidak biasa:

Nyeri otot

Sakit tenggorokan

Diare

Konjungtivitas atau peradangan mata

Sakit kepala

Anosmia

Ruam pada kulit atau perubahan warna jari tangan dan kaki

Gejala berat dan serius:

Sesak napas

Nyeri dada

Kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak

Gejala virus Corona terbaru:

Delirium

Penelitian terbaru terkait gejala COVID-19 yang dipublikasikan pada November lalu menemukan delirium sebagai salah satu gejala awal infeksi COVID-19, khususnya pada kelompok lansia. Delirium adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kebingungan berat serta berkurangnya kesadaran.


"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata Javier Correa, peneliti dari University of Catalonia (UOC).


Studi dalam Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy mempelajari kaitan delirium sebagai gejala COVID-19 dengan virus Corona yang memengaruhi kinerja otak sebagai sistem saraf pusat. Para peneliti menemukan adanya indikasi bahwa COVID-19 juga memengaruhi sistem saraf pusat dan mengakibatkan perubahan neurokognitif, seperti sakit kepala dan delirium.

https://movieon28.com/movies/tarung-sarung/

6 Cara Mencegah Jantung Bengkak

 Kardiomegali atau pembengkakan jantung merupakan kondisi membesar atau membengkaknya jantung yang disebabkan hipertensi, penyakit arteri koroner, infeksi, kelainan bawaan, dan kardiomiopati. Pembengkakan jantung ringan tidak selalu menimbulkan gejala, dan banyak orang yang tidak menyadari masalah tersebut.

Namun, pembengkakan permanen harus dilakukan perawatan untuk mencegah kerusakan yang serius pada jantung. Perawatannya termasuk pengobatan, tindakan pembedahan, dan perubahan gaya hidup.


Dikutip dari Medical News Today, pembengkakan jantung bisa dicegah dengan konsultasi ke dokter, terutama jika gejala atau ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Selain itu, kelola dengan baik kondisi yang terkait dengan kardiomegali seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan apnea.


Meski begitu kondisi ini tidak selalu bisa dicegah, misalnya orang dengan penyakit jantung bawaan. Berikut enam cara mencegah pembengkakan jantung yang dikutip dari berbagai sumber.


1. Berhenti merokok

Jika kamu adalah seorang perokok, maka berhentilah merokok. Kebiasaan merokok bisa memengaruhi kesehatan jantung.


Merokok bisa membuat bahan kimia yang ada di dalam jantung menempel pada dinding arteri. Hal itu membuat tersumbatnya aliran darah ke jantung hingga menyebabkan serangan jantung.

https://movieon28.com/movies/whipped-2/


2. Mengontrol gula darah

Penderita diabetes harus mengelola gula darah, karena gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan segala macam masalah kesehatan dan menyebabkan pembengkakan jantung. Kepala kardiologi Prohealth Care di New York dr Steven M Goldberg mengatakan pengobatan diabetes banyak mengalami kemajuan saat ini, hal itu bisa mengurangi risiko penyakit jantung.


"Saat ini kami memiliki obat baru yang telah terbukti mengurangi risiko gagal jantung hingga 35 persen. Obat-obatan ini tidak hanya mengobati diabetes," ujarnya.


3. Pola makan yang sehat dan berolahraga

Pola makan yang benar dan aktivitas fisik seperti olahraga adalah bagian dari gaya hidup sehat. Pola makan yang sehat mencakup berbagai makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian.


Lakukan juga olahraga secara rutin dan sesering mungkin per minggu agar jantung tetap sehat. Olahraga intensitas sedang yang bisa dilakukan di antaranya jogging, bersepeda, senam jantung, berjalan kaki, dan yoga.


Cara mencegah pembengkakan jantung juga bisa dilakukan dengan mengurangi asupan garam. Penjelasannya ada di halaman berikut.


4. Pilih makanan yang rendah lemak

Konsumsi makanan rendah lemak jenuh untuk mencegah pembengkakan jantung. Pilihan makanan sehat termasuk daging tanpa lemak, daging unggas tanpa kulit, ikan, kacang-kacangan, serta susu dan produk susu yang rendah lemak.

5. Kurangi asupan garam dan gula

Kurangi asupan makanan yang banyak mengandung garam dan gula. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.


Studi menunjukkan bahwa mengikuti pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dengan mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan darah. Makanan atau minuman olahan yang mengandung gula juga perlu dihindari untuk mencegah pembengkakan jantung.


6. Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung

Konsumsi makanan tertentu bisa membantu menyehatkan jantung dan mencegah pembengkakan jantung. Makanan tersebut di antaranya bayam, kale, sawi, biji-bijian, beri, alpukat, salmon, sarden, tuna, kacang-kacangan, cokelat, tomat, dan bawang putih.

https://movieon28.com/movies/crazy-awesome-teachers/