Minggu, 13 Desember 2020

Tersisa 6 Wilayah Tak Terdampak COVID-19 di Indonesia

 Virus Corona menyebar di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu. Sejak saat itu, kasus terkonfirmasi COVID-19 semakin meningkat dan meluas termasuk di daerah luar pulau Jawa.

Meski kasus semakin meningkat, data terbaru yang dirilis laman resmi covid19.go.id mencatat masih ada enam wilayah yang tak terdampak COVID-19 hingga hari ini. Kategori tidak terdampak COVID-19 masuk ke dalam zona hijau.


Zona hijau terbagi atas dua kategori, yaitu kategori tidak ada kasus dan tidak terdampak. Berdasarkan data tersebut, tercatat sebanyak 1,17 persen yang tidak ada kasus di enam wilayah, dan 1,17 persen tidak terdampak dengan jumlah wilayah yang sama.


Berikut daftar enam wilayah di Indonesia yang belum terdampak COVID-19.


Papua Barat

- Pegunungan Arfak


Papua

- Puncak

- Intan Jaya

- Deiyai

- Nduga

- Dogiyai


Sementara itu, pekan ini tercatat juga ada 47 wilayah zona merah yang masuk kategori risiko tinggi dengan presentase 9,14 persen. Provinsi dengan kabupaten dan kota yang memiliki kasus terkonfirmasi COVID-19 terbanyak masih diduduki Provinsi Jawa Tengah.


Berikut daftar wilayah zona merah di kabupaten dan kota Provinsi Jawa Tengah.


- Grobogan

- Kota Magelang

- Purworejo

- Rembang

- Pati

- Kendal

- Brebes


Perlu diketahui, data tersebut merupakan data terbaru yang di update secara mingguan. Data yang dihimpun dalam laman resmi covid19.go.id berikut merupakan data per 13 Desember 2020.


Berdasarkan pencatatan di laman resmi Worldometers per 13 Desember, Indonesia berada di urutan ke-19 kasus COVID terbanyak di dunia, urutan pertama masih diduduki Amerika Serikat dengan 16.549.366 kasus terkonfirmasi COVID-19.


Satgas COVID-19 mencatat hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia mencapai 611.631 kasus, kematian 18.653 kasus, dan total pasien sembuh sebanyak 501.736 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/young-sister-in-law-3/


Bio Farma Tegaskan Pre Order Vaksinasi COVID-19 Jalur Mandiri Belum Dibuka


 Beberapa rumah sakit membuka pre order (PO) vaksinasi COVID-19 meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin penggunaan darurat (EUA). Dalam informasi yang beredar di salah satu akun RS, disebutkan vaksin bisa tersedia satu hingga 2 bulan dengan harga masih estimasi.

Menanggapi hal ini, PT Bio Farma mengatakan belum ada sistem pelayanan PO untuk vaksinasi COVID-19. Baik dalam program vaksinasi COVID-19 mandiri maupun bantuan pemerintah.


Hal ini dikarenakan pemerintah tengah merampungkan skema pelaksanaan vaksinasi COVID-19.


"Saat ini, Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan pre order vaksinasi COVID-19 khususnya untuk jalur mandiri, dan hingga saat ini, belum ada ketentuan maupun pengaturan teknis dari pemerintah terkait hal tersebut, dan yang terpenting adalah, pelaksanaan vaksinasinya sendiri, tetap menunggu izin penggunaan dari Badan POM," kata Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto.


Soal penyediaan layanan vaksinasi COVID-19 seperti RS dan fasilitas kesehatan lainnya ditegaskan masih dalam proses pendaftaran dan verifikasi. Hal ini melalui asosiasi-asosiasi resmi.


Bambang mengimbau kepada sejumlah rumah sakit untuk menunggu terlebih dahulu ketentuan atau kebijakan yang ditetapkan. Bambang menilai hal ini berkaitan dengan petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan.


"Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan untuk menghubungi email resmi BioFarma, mail@biofarma.co.id," ujar Bambang.


Apa kata Kementerian Kesehatan terkait hal ini?

Juru bicara vaksinasi COVID-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan hingga saat ini tidak ada pendataan terkait pre order vaksinasi COVID-19 di rumah sakit.


"Tidak ada itu Kemkes minta begitu. Mendata nakes iya, tapi tidak ke masyarakat. Dan itu (pendataan) lewat Dinas Kesehatan," kata dr Nadia saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/12/2020).


Senada dengan Bambang, dr Nadia juga menyebut vaksinasi COVID-19 di Indonesia terkait skema mandiri masih dalam pembahasan. Jika ketentuan nantinya sudah keluar, tentu akan segera disosialisasikan.

https://cinemamovie28.com/movies/young-sister-in-law-3-2019/

Waduh! 58 Orang Diduga Reinfeksi COVID-19, Sembuh Tak Dijamin Kebal?

 Lebih dari 50 orang diduga mengalami reinfeksi COVID-19 atau terinfeksi Corona kembali usai dinyatakan pulih. Laporan di Brasil ini menyusul kasus reinfeksi COVID-19 yang pertama ditemukan pada tenaga kesehatan.

"Kementerian Kesehatan Brasil sedang mempelajari 58 kasus dugaan infeksi ulang COVID-19 setelah mengonfirmasi kasus pertama seseorang yang terinfeksi COVID-19 kembali," kata seorang juru bicara kementerian pada hari Jumat, dikutip dari Reuters.


Kasus pertama dilaporkan terjadi pada nakes wanita berusia 37 tahun yang dites positif Corona dan kemudian terinfeksi kembali 116 hari setelahnya di bulan Oktober. Kasus reinfeksi COVID-19 yang menimpa wanita tersebut dikonfirmasi salah satu pusat penelitian di Brasil.


Para peneliti mengungkap wanita tersebut hanya memiliki kekebalan terhadap COVID-19 setidaknya 90 hari setelah terpapar. Sementara dugaan 58 kasus reinfeksi COVID-19 lain kini tengah dipelajari.


"Patogen dari sampel yang dikumpulkan pada bulan Juni termasuk dalam strain B.1.1.33 dan sampel Oktober berasal dari strain B.1.1.28. Keduanya sudah terdeteksi di Brasil," sebut peneliti menjelaskan kalau infeksi COVID-19 yang dialami wanita tersebut jelas berbeda.


Apa kata WHO terkait reinfeksi COViD-19?

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya ancaman reinfeksi COVID-19 bisa terjadi. Hal ini terjadi saat respons antibodi berkurang.


"Kami telah melihat jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah, tetapi kami juga melihat data yang muncul bahwa proteksi mungkin tidak seumur hidup, dan oleh karena itu kami mungkin melihat infeksi ulang mulai terjadi," jelas direktur eksekutif WHO program darurat Dr Mike Ryan, dikutip dari CNBC beberapa waktu lalu.


Seberapa mungkin reinfeksi COViD-19 terjadi?

Para peneliti kini masih berusaha menentukan seberapa mungkin dan seberapa sering kasus reinfeksi COVID-19 terjadi. Kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan mereka masih terus mencoba menentukan berapa lama respons antibodi akan bertahan setelah seseorang terinfeksi COVID-19.


"Yang kami pahami adalah 90 persen hingga 100 persen orang yang terinfeksi virus Corona mengembangkan antibodi, apakah kamu mengalami infeksi ringan, infeksi tanpa gejala, hingga infeksi parah," kata Maria.

https://cinemamovie28.com/movies/young-sister-in-law-4/


Tersisa 6 Wilayah Tak Terdampak COVID-19 di Indonesia


Virus Corona menyebar di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu. Sejak saat itu, kasus terkonfirmasi COVID-19 semakin meningkat dan meluas termasuk di daerah luar pulau Jawa.

Meski kasus semakin meningkat, data terbaru yang dirilis laman resmi covid19.go.id mencatat masih ada enam wilayah yang tak terdampak COVID-19 hingga hari ini. Kategori tidak terdampak COVID-19 masuk ke dalam zona hijau.


Zona hijau terbagi atas dua kategori, yaitu kategori tidak ada kasus dan tidak terdampak. Berdasarkan data tersebut, tercatat sebanyak 1,17 persen yang tidak ada kasus di enam wilayah, dan 1,17 persen tidak terdampak dengan jumlah wilayah yang sama.


Berikut daftar enam wilayah di Indonesia yang belum terdampak COVID-19.


Papua Barat

- Pegunungan Arfak


Papua

- Puncak

- Intan Jaya

- Deiyai

- Nduga

- Dogiyai


Sementara itu, pekan ini tercatat juga ada 47 wilayah zona merah yang masuk kategori risiko tinggi dengan presentase 9,14 persen. Provinsi dengan kabupaten dan kota yang memiliki kasus terkonfirmasi COVID-19 terbanyak masih diduduki Provinsi Jawa Tengah.


Berikut daftar wilayah zona merah di kabupaten dan kota Provinsi Jawa Tengah.


- Grobogan

- Kota Magelang

- Purworejo

- Rembang

- Pati

- Kendal

- Brebes


Perlu diketahui, data tersebut merupakan data terbaru yang di update secara mingguan. Data yang dihimpun dalam laman resmi covid19.go.id berikut merupakan data per 13 Desember 2020.


Berdasarkan pencatatan di laman resmi Worldometers per 13 Desember, Indonesia berada di urutan ke-19 kasus COVID terbanyak di dunia, urutan pertama masih diduduki Amerika Serikat dengan 16.549.366 kasus terkonfirmasi COVID-19.


Satgas COVID-19 mencatat hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia mencapai 611.631 kasus, kematian 18.653 kasus, dan total pasien sembuh sebanyak 501.736 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/young-sister-in-law/