Rabu, 09 Desember 2020

Update Corona di Indonesia 9 Desember: Tambah 6.058 Kasus, Total 592.900

 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Rabu (9/12/2020), bertambah 6.058 kasus. Total positif jadi 592.900, sembuh 487.445, dan meninggal 18.171.

Hari ini ada 56.034 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 69.879 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sebelumnya pada Selasa (8/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 586.842, sembuh 483.497, dan meninggal 18.000.

https://nonton08.com/movies/captain-underpants-the-first-epic-movie/


Tembus 6.058 Kasus COVID-19 RI 9 Desember, DKI Masih di Atas Seribu


 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (9/12/2020). Ada penambahan 6.058 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 592.900 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.217 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 908 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 735 kasus baru per 9 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.948 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 171 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sedangkan sebaran 6.058 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.217 kasus

Jawa Barat: 908 kasus

Jawa Tengah: 735 kasus

Jawa Timur: 718 kasus

Kalimantan Timur: 279 kasus

Riau: 235 kasus

Kalimantan Tengah: 229 kasus

DI Yogyakarta: 198 kasus

Banten: 166 kasus

Sulawesi Selatan: 157 kasus

Bali: 139 kasus

Sumatera Barat: 125 kasus

Kalimantan Selatan: 83 kasus

Sumatera Utara: 80 kasus

Lampung: 80 kasus

Sulawesi Tenggara: 75 kasus

Jambi: 70 kasus

Sulawesi Tengah: 61 kasus

Papua: 59 kasus

NTB: 57 kasus

Kalimantan Barat: 57 kasus

Sulaweisi Utara: 57 kasus

Papua Barat: 56 kasus

Sumatera Selatan: 40 kasus

Maluku: 39 kasus

Kalimantan Utara: 31 kasus

NTT: 27 kasus

Gorontalo: 24 kasus

Bangka Belitung: 22 kasus

Kepulauan Riau: 12 kasus

Bengkulu: 8 kasus

Sulawesi Barat: 8 kasus

Aceh: 6 kasus


Sampah Masker dan APD Menumpuk Jadi Masalah Baru di RI


Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membeberkan masalah baru yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Persoalannya menyangkut masalah lingkungan, di mana sampah-sampah medis meningkat.

Dia membeberkan bahwa sampah masker hingga alat pelindung diri (APD) meningkat di tengah merebaknya virus Corona. Menurutnya hal itu perlu jadi perhatian.


"Pandemi COVID-19 ini, ada tantangan baru dengan adanya peningkatan sampah medis maupun non medis seperti masker, APD bekas, dan alat-alat medis lainnya. Ini perlu jadi perhatian kita," kata dia dalam webinar yang diselenggarakan Indef, Rabu (9/12/2020).


Menurutnya sampah-sampah tersebut harus dikelola dengan memberi perhatian pada aspek lingkungan agar tidak menyebabkan dampak buruk.


"Unit pengolahan limbah khusus terutama limbah RS yang menangani pasien perlu diperhatikan dan dipastikan beroperasi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan," paparnya.


Di sisi yang lain, merebaknya COVID-19 disebutnya menyadarkan Indonesia mengenai sistem kesehatan yang masih rentan terhadap guncangan pandemi. Oleh karenanya pemerintah meningkatkan fasilitas kesehatan.


"Antara lain memperbanyak RS rujukan tersebar di seluruh Indonesia, memenuhi kebutuhan atau kapasitas laboratorium untuk melakukan upaya mendeteksi masyarakat yang memiliki risiko besar terhadap penularan COVID, dan meningkatkan penanganan pasien, dan terus memberikan dukungan distribusi APD dan alat kesehatan bagi tenaga medis," tambahnya.

https://nonton08.com/movies/badges-of-fury/

Kata WNI yang Lihat Vaksinasi Corona Pertama di Inggris Berjalan

 Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di London, Fahmi Ardi menceritakan bagaimana vaksinasi Corona pertama berjalan di Inggris. Ia bercerita, penerima vaksin Corona pertama adalah lansia di atas 80 tahun.

Inggris diketahui memulai vaksinasi Corona pertamanya per Rabu (2/12/2020). Vaksinasi Corona di Inggris dilakukan secara bertahap mulai pekan ini.


"Gelombang pertama akan diberikan kepada lansia di atas 80 tahun dan health and care staffs, karena mereka termasuk golongan paling rentan tertular virus. Gelombang pertama vaksinasi diberikan secara gratis melalui program NHS," katanya kepada CNNIndonesia.com.


Meski begitu, Fahmi mengaku belum tahu apakah vaksinasi Corona diberikan secara gratis ke depannya. Hal ini dikarenakan vaksinasi Corona baru berjalan.


"Setahu saya vaksinasi akan gratis melalui NHS. Tapi lebih jelasnya kurang tahu juga ya untuk gelombang selanjutnya, soalnya di sini juga masih baru banget prosesnya," lanjutnya.


Menurutnya, distribusi vaksin terbatas dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Fahmi menyebut warga Inggris begitu antusias menyambut program vaksinasi COVID-19 dan berharap bisa segera membantu menyelesaikan pandemi Corona.


Namun, Fahmi mengaku khawatir beberapa warga Inggris lantas tak mematuhi protokol COVID-19 usai dimulainya program vaksinasi bagi prioritas.


"Walaupun ada kekhawatiran dengan adanya berita ini dapat membuat warga lengah untuk tetap melakukan protokol kesehatan yang berlaku dalam menghindari penyebaran virus sampai vaksin tersedia untuk umum," kata dia.


Fahmi juga bercerita kalau Warga Negara Asing (WNA) di Inggris baru bisa divaksin Corona jika sudah tersedia untuk umum. Dirinya dan rekan-rekannya berharap bisa segera mendapat vaksin COVID-19 di awal 2021.


"WNA bisa mengakses vaksin apabila sudah tersedia untuk umum, saat ini vaksinasi masih diutamakan untuk gelombang pertama," kata Fahmi.


"Saya cukup optimis apalagi kalau vaksin buatan Inggris dari Oxford University bisa dapat lampu hijau dalam waktu dekat," tutur Fahmi.

https://nonton08.com/movies/the-final-destination/


Update Corona di Indonesia 9 Desember: Tambah 6.058 Kasus, Total 592.900


 Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 pada Rabu (9/12/2020), bertambah 6.058 kasus. Total positif jadi 592.900, sembuh 487.445, dan meninggal 18.171.

Hari ini ada 56.034 spesimen yang diperiksa dengan jumlah suspek mencapai 69.879 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sebelumnya pada Selasa (8/12/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat sebanyak 586.842, sembuh 483.497, dan meninggal 18.000.


Tembus 6.058 Kasus COVID-19 RI 9 Desember, DKI Masih di Atas Seribu


 Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Rabu (9/12/2020). Ada penambahan 6.058 kasus, sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 592.900 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.217 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 908 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 735 kasus baru per 9 Desember.


Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.948 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 171 orang.


Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 6.058 menjadi 592.900

Pasien sembuh bertambah 3.948 menjadi 487.445

Pasien meninggal bertambah 171 menjadi 18.171

Sedangkan sebaran 6.058 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (9/12/2020) adalah sebagai berikut:


DKI Jakarta: 1.217 kasus

Jawa Barat: 908 kasus

Jawa Tengah: 735 kasus

Jawa Timur: 718 kasus

Kalimantan Timur: 279 kasus

Riau: 235 kasus

Kalimantan Tengah: 229 kasus

DI Yogyakarta: 198 kasus

Banten: 166 kasus

Sulawesi Selatan: 157 kasus

Bali: 139 kasus

Sumatera Barat: 125 kasus

Kalimantan Selatan: 83 kasus

Sumatera Utara: 80 kasus

Lampung: 80 kasus

Sulawesi Tenggara: 75 kasus

Jambi: 70 kasus

Sulawesi Tengah: 61 kasus

Papua: 59 kasus

NTB: 57 kasus

Kalimantan Barat: 57 kasus

Sulaweisi Utara: 57 kasus

Papua Barat: 56 kasus

Sumatera Selatan: 40 kasus

Maluku: 39 kasus

Kalimantan Utara: 31 kasus

NTT: 27 kasus

Gorontalo: 24 kasus

Bangka Belitung: 22 kasus

Kepulauan Riau: 12 kasus

Bengkulu: 8 kasus

Sulawesi Barat: 8 kasus

Aceh: 6 kasus

https://nonton08.com/movies/final-destination-3/