Vaksin COVID-19 dari Sinovac yang tiba di tanah air pada Minggu (6/12) lalu, saat ini sudah disimpan dengan aman di fasilitas penyimpanan milik PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, vaksin yang tiba itu sebanyak 1,2 juta dosis atau setara untuk memvaksin 600 ribu orang.
"Kehadiran vaksin ini tentunya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam upaya penanganan COVID-19 di Indonesia. Ini adalah kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan berbagai pihak lainnya," ungkap Wiku dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).
Saat ini, Wiku menekankan vaksin yang sudah tiba di tanah air itu menunggu izin Emergency Use of Authorization (EUA) yang akan dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Lalu, selain vaksin Sinovac yang baru masuk, masih ada berbagai kandidat vaksin lainnya sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 9860 Tahun 2020. Diantaranya AstraZeneca, BioFarma, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.
Menurut Wiku, vaksin COVID-19 ini tujuannya salah satu upaya penanganan pandemi dengan menghadirkan kekebalan komunitas atau herd immunity. Ia juga menginformasikan agar tercapai tujuan yang dimaksud, dibutuhkan sekitar 70% populasi yang harus divaksin agar terbentuk kekebalan komunitas dan sangat tergantung efektifitas vaksin tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dampak vaksinasi terhadap pengendalian transmisi penularan COVID-19 akan berlangsung secara bertahap," lanjutnya.
Oleh karena itu, sebelum kekebalan komunitas terbentuk melalui vaksin, masyarakat harus tetap disiplin dalam melakukan protokol kesehatan.
"Ingat, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tetap merupakan kunci utama penanganan COVID-19 yang efektif," imbuhnya.
Di samping itu, saat menjawab pertanyaan media tentang vaksin, Wiku menjelaskan Badan POM segera melakukan pengujian vaksin COVID-19 Sinovac yang baru tiba di tanah air. Pengujian itu adalah hal penting untuk mengeluarkan EUA setelah hasil uji selesai.
"Badan POM tentunya berusaha memastikan agar uji yang dilakukan terhadap vaksin dapat sesuai standar dan waktu yang direncanakan," katanya.
Lalu untuk pemberian vaksin, diprioritaskan bagi kelompok yang berisiko tinggi yang rentan tertular COVID-19. Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Kesehatan, diantaranya tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Sambil menunggu distribusi vaksin, masyarakat juga harus berperan aktif dan #IngatPesanIbu untuk menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan seperti yang dikampanyekan Satgas COVID-19.
https://indomovie28.net/movies/hantu-jeruk-purut-reborn/
4 Penyebab Suami Tak Bisa Tahan Lama, Belum Apa-apa Sudah Ejakulasi
Pria memang dikenal lebih agresif dan mudah bergairah saat bercinta dibandingkan wanita. Namun ada kalanya, wanita atau para istri kerap mengeluh ketika suami orgasme lebih dulu.
Ada beberapa faktor yang bisa membuat suami orgasme lebih dulu atau ejakulasi dini. Bisa faktor fisik, bisa juga faktor kejiwaan.
Hal-hal berikut seringnya tak disadari para wanita. Dikutip dari berbagai sumber, berikut 4 penyebabnya.
1. Rasa cemas berlebihan
Kecemasan tentang kinerja seksual atau tentang masalah kehidupan lainnya berpengaruh pada ejakulasi dini. Mengapa begitu?
"Kecemasan ini dapat membuat stimulasi berlebihan yang mengarah pada ejakulasi dini," sebut pakar dari Everyday Health.
2. Terburu-buru ingin 'menyenangkan pasangan'
Pria umumnya ingin menunjukkan kemampuan mereka saat bercinta. Tak jarang beberapa di antaranya menjadi terburu-buru dan berakhir ejakulasi dini.
3. Stres
Kondisi psikologis juga mempengaruhi ejakulasi dini. Stres menjadi salah satu faktor psikologis pria mengalami ejakulasi dini.
"Situasi stres membuat mereka ejakulasi lebih cepat," ujar ahli seks dari Amerika Serikat, Kerner, dikutip dari WebMD.
"Merasa tertekan dan frustrasi, dan cenderung menghindari keintiman seksual juga bisa menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini," demikian dikutip dari WebMD.
4. Cekcok dengan pasangan
Pertengkaran yang dialami pasangan dapat menyebabkan rasa percaya diri menurun dan berkurangnya gairah dalam melakukan bercinta.
Jika dibiarkan berlarut larut, maka akan menjadi penyebab ejakulasi dini yang berkepanjangan.
Maka jika ada masalah, akan lebih baik untuk diselesaikan terlebih dahulu supaya tidak ada perasaan tertekan antara satu sama lain.