Kamis, 10 Desember 2020

Satgas: Vaksin Sinovac Bukti Komitmen Pemerintah Atasi COVID-19

 Vaksin COVID-19 dari Sinovac yang tiba di tanah air pada Minggu (6/12) lalu, saat ini sudah disimpan dengan aman di fasilitas penyimpanan milik PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, vaksin yang tiba itu sebanyak 1,2 juta dosis atau setara untuk memvaksin 600 ribu orang.

"Kehadiran vaksin ini tentunya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam upaya penanganan COVID-19 di Indonesia. Ini adalah kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan berbagai pihak lainnya," ungkap Wiku dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).


Saat ini, Wiku menekankan vaksin yang sudah tiba di tanah air itu menunggu izin Emergency Use of Authorization (EUA) yang akan dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Lalu, selain vaksin Sinovac yang baru masuk, masih ada berbagai kandidat vaksin lainnya sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 9860 Tahun 2020. Diantaranya AstraZeneca, BioFarma, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.


Menurut Wiku, vaksin COVID-19 ini tujuannya salah satu upaya penanganan pandemi dengan menghadirkan kekebalan komunitas atau herd immunity. Ia juga menginformasikan agar tercapai tujuan yang dimaksud, dibutuhkan sekitar 70% populasi yang harus divaksin agar terbentuk kekebalan komunitas dan sangat tergantung efektifitas vaksin tersebut.


Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dampak vaksinasi terhadap pengendalian transmisi penularan COVID-19 akan berlangsung secara bertahap," lanjutnya.


Oleh karena itu, sebelum kekebalan komunitas terbentuk melalui vaksin, masyarakat harus tetap disiplin dalam melakukan protokol kesehatan.


"Ingat, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tetap merupakan kunci utama penanganan COVID-19 yang efektif," imbuhnya.


Di samping itu, saat menjawab pertanyaan media tentang vaksin, Wiku menjelaskan Badan POM segera melakukan pengujian vaksin COVID-19 Sinovac yang baru tiba di tanah air. Pengujian itu adalah hal penting untuk mengeluarkan EUA setelah hasil uji selesai.


"Badan POM tentunya berusaha memastikan agar uji yang dilakukan terhadap vaksin dapat sesuai standar dan waktu yang direncanakan," katanya.


Lalu untuk pemberian vaksin, diprioritaskan bagi kelompok yang berisiko tinggi yang rentan tertular COVID-19. Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Kesehatan, diantaranya tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.


Sambil menunggu distribusi vaksin, masyarakat juga harus berperan aktif dan #IngatPesanIbu untuk menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan seperti yang dikampanyekan Satgas COVID-19.

https://indomovie28.net/movies/hantu-jeruk-purut-reborn/


4 Penyebab Suami Tak Bisa Tahan Lama, Belum Apa-apa Sudah Ejakulasi


Pria memang dikenal lebih agresif dan mudah bergairah saat bercinta dibandingkan wanita. Namun ada kalanya, wanita atau para istri kerap mengeluh ketika suami orgasme lebih dulu.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat suami orgasme lebih dulu atau ejakulasi dini. Bisa faktor fisik, bisa juga faktor kejiwaan.


Hal-hal berikut seringnya tak disadari para wanita. Dikutip dari berbagai sumber, berikut 4 penyebabnya.


1. Rasa cemas berlebihan

Kecemasan tentang kinerja seksual atau tentang masalah kehidupan lainnya berpengaruh pada ejakulasi dini. Mengapa begitu?


"Kecemasan ini dapat membuat stimulasi berlebihan yang mengarah pada ejakulasi dini," sebut pakar dari Everyday Health.


2. Terburu-buru ingin 'menyenangkan pasangan'

Pria umumnya ingin menunjukkan kemampuan mereka saat bercinta. Tak jarang beberapa di antaranya menjadi terburu-buru dan berakhir ejakulasi dini.


3. Stres

Kondisi psikologis juga mempengaruhi ejakulasi dini. Stres menjadi salah satu faktor psikologis pria mengalami ejakulasi dini.


"Situasi stres membuat mereka ejakulasi lebih cepat," ujar ahli seks dari Amerika Serikat, Kerner, dikutip dari WebMD.


"Merasa tertekan dan frustrasi, dan cenderung menghindari keintiman seksual juga bisa menjadi salah satu penyebab ejakulasi dini," demikian dikutip dari WebMD.


4. Cekcok dengan pasangan

Pertengkaran yang dialami pasangan dapat menyebabkan rasa percaya diri menurun dan berkurangnya gairah dalam melakukan bercinta.


Jika dibiarkan berlarut larut, maka akan menjadi penyebab ejakulasi dini yang berkepanjangan.


Maka jika ada masalah, akan lebih baik untuk diselesaikan terlebih dahulu supaya tidak ada perasaan tertekan antara satu sama lain.

https://indomovie28.net/movies/hantu-jeruk-purut/

Jelang Akhir Tahun, Pemda Diminta Pastikan Reagan Hingga APD Cukup

 Menjelang akhir tahun 2020, pemerintah daerah dan Satgas COVID-19 daerah diminta segera berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 di pusat. Hal ini agar tidak terjadi kekurangan logistik alat kesehatan seperti obat-obatan, reagen maupun alat pelindung diri (APD).

"Pastikan kebutuhan logistik ini mencukupi, sehingga tidak menghambat penanganan yang dilakukan kepada pasien COVID-19 di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).


Saat ini, tren peningkatan kasus COVID-19 masih terus terjadi. Bahkan pada Kamis (3/12) lalu, penambahan kasus harian mencapai 8.369 kasus. Angka ini menunjukkan kondisi yang sangat membahayakan dan mencerminkan masih tingginya penularan yang terjadi di masyarakat. Hal ini juga diakibatkan terjadinya penurunan drastis pada tingkat kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M yaitu #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan.


Dari data terakhir, tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker turun secara persentasenya. Pada September lalu tercatat sebesar 83,67%, dan pada awal Desember menjadi 57,78%.


"Ini diperburuk juga dengan kenyataan bahwa kedisiplinan menjaga jarak juga turun, dari 59,57% menjadi 41,75% pada periode yang sama," ujarnya.


Menerapkan disiplin protokol kesehatan adalah cara yang paling efektif dalam menekan penularan COVID-19. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan harus dijadikan kewajiban. Untuk aparat penegakan hukum di daerah beserta pimpinan daerah juga harus tegakkan disiplin tanpa pandang bulu kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.


"Ingat, dokter dan tenaga kesehatan yang memberikan perawatan, merupakan benteng terakhir. Jumlah mereka sangat terbatas, hargailah mereka," tegasnya.


Ia juga menyampaikan saat ini kapasitas testing (pemeriksaan) COVID-19 di Indonesia semakin mendekati target yang direkomendasikan World Health Organization (WHO). Kapasitas testing Indonesia saat ini sudah sebesar 96,35%. Namun demikian, peningkatan testing ternyata diikuti tren peningkatan kasus positif yang semakin memburuk. Padahal seharusnya, angka testing yang tinggi tidak diikuti dengan peningkatan kasus positif.


"Ini artinya tingkat penularan makin tidak terkendali. Tolong pengertiannya, tolong kerja sama yang serius. Jangan sampai kerja kerasa kita selama ini hilang percuma," tegasnya.

https://indomovie28.net/movies/eiffel-im-in-love-2/


Satgas: Vaksin Sinovac Bukti Komitmen Pemerintah Atasi COVID-19


Vaksin COVID-19 dari Sinovac yang tiba di tanah air pada Minggu (6/12) lalu, saat ini sudah disimpan dengan aman di fasilitas penyimpanan milik PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, vaksin yang tiba itu sebanyak 1,2 juta dosis atau setara untuk memvaksin 600 ribu orang.

"Kehadiran vaksin ini tentunya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam upaya penanganan COVID-19 di Indonesia. Ini adalah kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan berbagai pihak lainnya," ungkap Wiku dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2020).


Saat ini, Wiku menekankan vaksin yang sudah tiba di tanah air itu menunggu izin Emergency Use of Authorization (EUA) yang akan dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Lalu, selain vaksin Sinovac yang baru masuk, masih ada berbagai kandidat vaksin lainnya sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. 9860 Tahun 2020. Diantaranya AstraZeneca, BioFarma, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.


Menurut Wiku, vaksin COVID-19 ini tujuannya salah satu upaya penanganan pandemi dengan menghadirkan kekebalan komunitas atau herd immunity. Ia juga menginformasikan agar tercapai tujuan yang dimaksud, dibutuhkan sekitar 70% populasi yang harus divaksin agar terbentuk kekebalan komunitas dan sangat tergantung efektifitas vaksin tersebut.

https://indomovie28.net/movies/eiffel-im-in-love/