Jumat, 18 September 2020

Benarkah Mr P yang Disunat Tidak Lebih Sensitif Secara Seksual?

  Banyak klaim yang menyebutkan bahwa pria dengan penis yang disunat tidak lebih sensitif secara seksual dibanding mereka yang tidak disunat. Hal ini disebabkan kulup penis memiliki jutaan ujung saraf yang tentu bisa membawa kepuasan seksual lebih banyak.


Situs Cosmopolitan melaporkan, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Urology mengkaji persoalan tersebut pada 30 pria dengan penis disunat dan 32 pria dengan penis tidak disunat dengan rentang usia 18 dan 37 tahun.


Para peneliti mengetes hal-hal seperti deteksi sentuhan, kehangatan, dan ambang nyeri. Akan tetapi mereka tidak menemukan perbedaan di antara kedua objek.


Mereka juga menyurvei kepuasan seks mereka, fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan menyeluruh. Namun lagi-lagi, mereka tak menemukan perbedaan apapun.


"Studi ini mengindikasikan bahwa sunat saat bayi tidak mempengaruhi sensitivitas penis dan memberikan bukti bahwa kulup penis bukanlah bagian paling sensitif dari penis," tutur ketua peneliti, Jennifer Bossio dari Queen's University Ontario.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa penis tidak disunat maupun disunat tidak memiliki perbedaan apapun dalam hal sensitivitasnya. Tentunya hal ini merupakan berita bagus, lantaran persoalan ini banyak diungkapkan dalam topik seksual. Serta menjadi perdebatan di antara wanita, bahkan para pria itu sendiri.

https://cinemamovie28.com/khun-phaen-begins/


Disarankan untuk Hindari Virus Corona, Apa Bedanya Masker Ojol dan N95?


Di tengah maraknya wabah virus corona saat ini, masyarakat berbondong-bondong untuk membeli masker untuk menghindarinya. Ada dua jenis masker yang diburu masyarakat, yaitu masker ojol (medis) dan masker partikulat atau dikenal dengan n95. Dua jenis masker ini sangat diburu hingga banyak apotik sampai pasar besar yang menjualnya kehabisan stok. Nah, dari kedua jenis ini apa sih perbedaannya?


Dokter spesialis pulmonologi atau paru dari RS Awal Bros Tangerang, dr Fitri Rahayu Sari, SpP, mengatakan keduanya memang mempunyai perbedaan,selain dari segi bentuk. Untuk masker ojol atau medis itu dirancang untuk bisa menyaring debu atau partikel yang ukurannya lebih besar.


"Untuk yang masker medis ini, biasanya digunakan untuk menghindari cipratan air liur pasien saat batuk atau bersin. Bisa juga menyaring partikel yang ukuranya lebih besar," jelasnya saat ditemui detikcom di RS Awal Bros Tangerang, Jumat (31/1/2020).


"Sementara n95 atau masker partikulat itu bisa menyaring partikel yang ukurannya lebih kecil, sampai ukuran 5 mikron. Contohnya seperti virus corona ini, kuman, atau debu yang ukuran partikelnya lebih kecil," imbuhnya.


Jangka waktu pemakaian


dr Fitri mengatakan, kedua masker ini memang sekali pemakaian. Untuk masker medis atau ojol, jika dirasa sudah kotor dan lembab wajib harus diganti. Tetapi, jika kondisinya kering, tidak kotor atau lembab, dan hanya digunakan di wajah harus diganti setelah 2-4 jam.


"Jadi nggak bisa itu dikantongin atau dilipat lalu disimpan untuk dipakai lagi. Apa lagi kalau dipakai terus di taruh di bawah dagu lalu dinaikin lagi, duh nggak boleh itu ya," katanya.


Namun, untuk masker n95 sedikit berbeda. Masker ini bisa digunakan sampai seminggu ke depan, jika keadaan masker masih kering dan bersih asal diperlakukan dengan benar. Tapi, jika masker digunakan untuk menangani virus, sudah kotor, dan lembab wajib dibuang juga.


"Bisa sampai seminggu kalau diperlakukan dengan benar dan pemakaian hanya untuk di rumah atau sekedar untuk berjaga-jaga saat keluar rumah. Caranya, setelah dipakai, masker dimasukkan ke dalam paper bag atau kantong kertas lalu diangin-anginkan," ujar dr Fitri.


"Lebih bagus lagi kalau sampai kena sinar matahari dan digantung. Kenapa harus pakai paper bag, karena agar angin dan sinar matahari bisa masuk untuk mematikan kuman atau virus yang ada di bagian depan masker yang sudah dipakai," tuturnya.

https://cinemamovie28.com/the-warrior-queen-of-jhansi/

4 Posisi Seks 'Panas' yang Tepat untuk Akhir Pekan Ini

 - Musim hujan yang dingin tentu membuat kita inginnya yang hangat-hangat. Untuk para pasangan suami-istri (pasutri), ada salah satu cara yang tepat untuk menghangatkan diri, yakni dengan seks.


Dikutip dari Cosmopolitan, ada 4 posisi seks 'panas' yang bisa dicoba di malam akhir pekan ini, seperti berikut:


1. The Minimalist


Merupakan posisi yang tepat apabila Anda dan istri ingin seks yang maksimal namun dengan usaha yang minimal. Wanita bisa telungkup dan melebarkan kaki sedikit untuk memudahkan pria melakukan penetrasi dari belakang, atau lebih mudah lagi dengan menambahkan bantal di bawah pinggang. Saat gerakan penetrasi, wanita bisa menambahkan stimulasi pada klitoris menggunakan tangan.


2. The Lovebird


Posisi yang penuh hasrat ini bisa dilakukan di pinggir tempat tidur atau sofa, dengan wanita duduk di atas pangkuan pria dan berhadapan. Tambahkan sensasi sensual dengan saling bertatapan dalam, berbagi ciuman, atau bisikan-bisikan seksi ke telinga pasangan. Untuk tambahan 'panas', saling menataplah saat melakukan goyangan penetrasi, terutama di saat hendak mencapai klimaks untuk pengalaman bonding yang luar biasa dan intens.


3. The...Wheel(barrow)...of...Fortune


Wanita melakukan posisi wheelbarrow atau mirip doggy style, namun tumpuan berada di kedua siku dan lutut, sementara pria berdiri di belakangnya, memegang kedua kaki betis wanita sambil melakukan penetrasi dari belakang (lakukan posisi ini di pinggir kasur agar lebih maksimal). Jika tak cukup tenaga atau kurang kuat, taruhlah beberapa bantal di bawah pinggang wanita dan gantunglah kedua kaki di ujung tempat tidur. Masih tetap memberikan sensasi kuat yang sama dan tentu saja bisa 'memanaskan'.


4. The Total Flex


Sedang merasa ingin sedikit 'liar' dengan pasangan? Tak perlu melakukan posisi seks yang aneh-aneh ataupun akrobatik, cukup dengan posisi woman on top yang sedikit berbeda. Pria duduk dengan kaki melebar, sementara wanita duduk di atasnya, angkat kedua kaki dan lebarkan atau taruh di atas pundak pria, lalu rentangkan kedua tangan ke belakang sebagai penumpu. Posisi ini akan memberikan visual yang luar biasa dan seksi sembari melakukan penetrasi.

https://cinemamovie28.com/honest-candidate/


Benarkah Mr P yang Disunat Tidak Lebih Sensitif Secara Seksual?


 Banyak klaim yang menyebutkan bahwa pria dengan penis yang disunat tidak lebih sensitif secara seksual dibanding mereka yang tidak disunat. Hal ini disebabkan kulup penis memiliki jutaan ujung saraf yang tentu bisa membawa kepuasan seksual lebih banyak.


Situs Cosmopolitan melaporkan, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Urology mengkaji persoalan tersebut pada 30 pria dengan penis disunat dan 32 pria dengan penis tidak disunat dengan rentang usia 18 dan 37 tahun.


Para peneliti mengetes hal-hal seperti deteksi sentuhan, kehangatan, dan ambang nyeri. Akan tetapi mereka tidak menemukan perbedaan di antara kedua objek.


Mereka juga menyurvei kepuasan seks mereka, fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan menyeluruh. Namun lagi-lagi, mereka tak menemukan perbedaan apapun.


"Studi ini mengindikasikan bahwa sunat saat bayi tidak mempengaruhi sensitivitas penis dan memberikan bukti bahwa kulup penis bukanlah bagian paling sensitif dari penis," tutur ketua peneliti, Jennifer Bossio dari Queen's University Ontario.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa penis tidak disunat maupun disunat tidak memiliki perbedaan apapun dalam hal sensitivitasnya. Tentunya hal ini merupakan berita bagus, lantaran persoalan ini banyak diungkapkan dalam topik seksual. Serta menjadi perdebatan di antara wanita, bahkan para pria itu sendiri.

https://cinemamovie28.com/ron-hoppers-misfortune/