Sabtu, 12 September 2020

Cerita Pengubur Jenazah Corona, Sehari Bisa Gali 38 Makam

 Selain tenaga kesehatan, para petugas pemakaman di Indonesia saat ini juga terus berjuang karena korban virus Corona COVID-19 terus berjatuhan. Mereka bekerja dari pagi hingga malam ditengah cuaca terik menggali makam sambil memakai alat pelindung diri (APD).
"Dalam sehari ini, biasanya yang dikubur 20-an. Rata-rata 24 atau 25 paling banyak. Yang paling banyak itu semalam (Minggu, 6 September) ada total 38 jenazah yang kita kubur sampai pukul pukul 23.00 WIB," kata seorang penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon beberapa waktu lalu.

TPU Pondok Ranggon adalah lokasi yang ditunjuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyemayamkan jenazah pasien positif atau probable Corona. Lahan dengan luas sekitar 59 hektare yang sudah disediakan khusus kini sudah hampir penuh terisi, tinggal menyisakan 1.100 lubang liang lahad.

Salah satu petugas pengubur, Sanun (44), bercerita para petugas sudah kewalahan. Mereka setiap hari berjuang di bawah terik matahari, sebagian bahkan tidak kembali pulang bertemu keluarga karena takut menularkan penyakit.

Belum lagi tantangan konflik yang kerap terjadi dengan keluarga ahli waris. Banyak pihak keluarga yang mengabaikan protokol dan ketika ditegur malah melampiaskan kekesalannya pada petugas.

Misalnya, mobil diparkirkan dengan rapi, ahli waris tak boleh turun dari mobil atau motor, dan dilarang mendekat ke liang lahad. Namun para ahli waris jenazah banyak yang bandel dan nekat.

"Kalau boleh jujur mah, saya sudah capek, Mas. Mau minta pindah saja nggak dipindahin, karena yang lain belum tentu mau, apalagi posisinya di protap COVID-19," keluh petugas lainnya.

Kisah bagaimana penggali kubur menghadapi jenazah COVID-19 selengkapnya bisa dibaca di sini: Jerit Pengubur Jenazah Corona

Terpopuler Sepekan: Ini yang Tak Boleh Dilakukan Saat DKI PSBB 14 September

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhitung mulai pada tanggal 14 September 2020. Hal ini dilakukan karena tingkat penularan virus Corona yang tidak terkendali membuat fasilitas kesehatan terancam kelelahan atau kolaps.
Data per 6 September 2020 menunjukkan tempat tidur di ICU 67 rumah sakit (RS) rujukan virus Corona COVID-19 sudah 83 persen terisi penuh. Sementara itu tempat tidur ruang isolasi sudah 77 persen terisi penuh.

Tentunya selain transportasi umum yang kembali dibatasi jumlah penumpangnya, ada beberapa aktivitas yang awalnya diperbolehkan di masa PSBB transisi, kini kembali diperketat. Berikut beberapa aktivitas yang dibatasi di masa PSBB.

1. Tempat ibadah
Dalam penjelasan Anies terkait poin penting perencanaan pelaksanaan PSBB, ditegaskan jika seluruh tempat ibadah akan ditutup dengan penyesuaian. Anies menyebut pada wilayah zona merah tempat ibadah tidak boleh dibuka. Namun, rumah ibadah yang berada di dalam kompleks tetap boleh beroperasi dengan memperhatikan protokol kesehatan.

2. Tempat hiburan
Selain tempat ibadah, Anies menegaskan seluruh tempat hiburan di Jakarta harus kembali ditutup. Hanya ada beberapa bidang usaha yang nantinya bisa tetap berjalan.

3. Usaha makanan
Seluruh usaha makanan atau restoran tidak boleh lagi untuk memperbolehkan para pengunjung untuk makan di tempat. Seluruh usaha makanan hanya diperbolehkan untuk mengantar makanan atau pengunjung langsung membawa pulang makanannya.

4. Kegiatan publik
Seluruh kegiatan publik dan kegiatan kemasyarakatan harus ditunda. Tidak boleh ada kerumunan sama sekali di lingkungan publik.

5. Transportasi publik
Transportasi publik kembali dibatasi jam operasionalnya dan dilakukan dengan protokol yang ketat. Ganjil genap untuk sementara ditiadakan.
https://cinemamovie28.com/gone-in-sixty-seconds/

Studi Sebut Banyak Pasien Corona Makan di Restoran Sebelum Terinfeksi

 Studi terbaru yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menunjukkan orang dewasa yang terinfeksi virus Corona COVID-19 dua kali lebih mungkin pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum keluhkan sakit.
"Selain makan di restoran, pasien juga dilaporkan pergi ke bar atau kedai kopi," tulis peneliti tersebut.

Hasil ini didapatkan setelah CDC menganalisis sebanyak 314 orang dewasa yang dites COVID-19 pada Juli lalu karena mereka memiliki gejala. Hasil tes menunjukkan sekitar 154 dinyatakan positif dan 160 negatif COVID-19. Pasien ditanyai apa aktivitas mereka sebelum terinfeksi, seperti makan di restoran, nongkrong di bar, atau pergi ke pusat kebugaran.

Peneliti menemukan bahwa sekitar 71 persen orang positif Corona dan 74 persen orang negatif karena selalu menggunakan masker. Sebanyak 42 persen orang yang positif melaporkan pernah kontak dekat dengan orang yang yang lebih dulu positif COVID-19, dibandingkan dengan 14 persen orang yang negatif. Sebagian besar kontak dekat dengan anggota keluarga sekitar 51 persen.

Temuan menarik lainnya adalah orang yang dites positif menunjukkan lebih mungkin makan di restoran dalam dua minggu terakhir sebelum mereka merasa sakit.

"Paparan di restoran telah dikaitkan dengan sirkulasi udara. Arah, ventilasi, dan intensitas aliran udara dapat memengaruhi penularan virus Corona, bahkan jika tindakan jarak sosial dan penggunaan masker diterapkan sesuai dengan pedoman saat ini," tulis para peneliti, dikutip dari laman CNN.

Menurut peneliti, paparan terjadi di restoran lantaran masker tidak dipakai secara efektif saat makan dan minum. Berbeda dengan berbelanja dan aktivitas dalam ruangan lain yang tetap bisa untuk memakai masker.

Bagaimana pencegahannya?
Daripada makan langsung di restoran, disarankan untuk memilih metode pesan-antar untuk meminimalkan paparan terhadap virus Corona. CDC juga mengeluarkan pedoman makan berdasarkan risiko yang ada.

Risiko terendah: Layanan makanan terbatas pada drive-through, pengiriman, pengantaran, dan penjemputan di pinggir jalan.

Lebih banyak risiko: Makan di tempat terbatas dengan tempat duduk di luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dan ditempatkan dengan jarak setidaknya 1,8 meter atau 6 kaki.

Risiko yang lebih besar: Makan di tempat dengan tempat duduk dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dengan jarak terpisah setidaknya 1,8 meter.

Risiko tertinggi: Makan di tempat dengan tempat duduk di dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk tidak berkurang dan meja tidak berjarak setidaknya 1,8 meter.

Cerita Pengubur Jenazah Corona, Sehari Bisa Gali 38 Makam

 Selain tenaga kesehatan, para petugas pemakaman di Indonesia saat ini juga terus berjuang karena korban virus Corona COVID-19 terus berjatuhan. Mereka bekerja dari pagi hingga malam ditengah cuaca terik menggali makam sambil memakai alat pelindung diri (APD).
"Dalam sehari ini, biasanya yang dikubur 20-an. Rata-rata 24 atau 25 paling banyak. Yang paling banyak itu semalam (Minggu, 6 September) ada total 38 jenazah yang kita kubur sampai pukul pukul 23.00 WIB," kata seorang penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon beberapa waktu lalu.

TPU Pondok Ranggon adalah lokasi yang ditunjuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyemayamkan jenazah pasien positif atau probable Corona. Lahan dengan luas sekitar 59 hektare yang sudah disediakan khusus kini sudah hampir penuh terisi, tinggal menyisakan 1.100 lubang liang lahad.

Salah satu petugas pengubur, Sanun (44), bercerita para petugas sudah kewalahan. Mereka setiap hari berjuang di bawah terik matahari, sebagian bahkan tidak kembali pulang bertemu keluarga karena takut menularkan penyakit.

Belum lagi tantangan konflik yang kerap terjadi dengan keluarga ahli waris. Banyak pihak keluarga yang mengabaikan protokol dan ketika ditegur malah melampiaskan kekesalannya pada petugas.

Misalnya, mobil diparkirkan dengan rapi, ahli waris tak boleh turun dari mobil atau motor, dan dilarang mendekat ke liang lahad. Namun para ahli waris jenazah banyak yang bandel dan nekat.

"Kalau boleh jujur mah, saya sudah capek, Mas. Mau minta pindah saja nggak dipindahin, karena yang lain belum tentu mau, apalagi posisinya di protap COVID-19," keluh petugas lainnya.

Kisah bagaimana penggali kubur menghadapi jenazah COVID-19 selengkapnya bisa dibaca di sini: Jerit Pengubur Jenazah Corona
https://cinemamovie28.com/the-man-from-the-sea/