Sabtu, 22 Agustus 2020

Kendala yang Dihadapi Saat Anak Sekolah Online Sementara Ortu Kerja di Kantor

Saat ini, sebagian pekerja sudah diminta untuk kembali bekerja langsung di kantor. Sementara anak-anak masih tetap belajar dari rumah atau sekolah online. Kondisi ini membuat orangtua orangtua tak bisa mendampingi secara langsung karena harus masuk bekerja. Berbagai hambatan pun dialami para orangtua yang tak bisa mendampingi anaknya sekolah online.

"Kendalanya karena waktu terbatas jadi merasa kurang optimal dalam pembelajaran terlebih dari sekolah juga mayoritas hanya berupa tugas dan bukan tutorial sementara ini," ucap Meidina Rachma salah satu orangtua murid yang anaknya sekolah online saat berbincang dengan Wolipop,Kamis (11/6/2020). Meidina sendiri yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi swasta saat ini sudah kembali bekerja di kantor.

Kendala yang sama pun diungkapkan oleh Eka Paramita. Waktu menjadi hambatannya ketika anaknya menjalani sekolah online sementara dia bekerja di kantor.

"Kendalanya tentunya itu waktu ya, kan anak sekolahnya pagi di rumah, masuknya pagi, sementara aku harus bekerja, pasti jadi kendala. Tapi balik lagi, kasih pengertian juga sama anak, kita juga nggak bisa maksain agar anak mengerti kita tapi sebaliknya kita yang mengerti anak. Kan nggak bisa memaksakan anak untuk berpikiran seperti orang dewasa," jelas wanita yang bekerja sebagai jurnalis itu saat dihubungi oleh Wolipop baru-baru ini.

Hal berbeda disampaikan karyawan swasta bernama Fitriana yang anaknya juga sudah kembali sekolah online setelah kemarin sempat libur Lebaran. Fitriana yang bekerja di sebuah bank itu mengatakan agar anaknya bisa menjalani sekolah online dengan lancar dia harus mengajarkan kedua orangtuanya cara menggunakan berbagai aplikasi video call.

"Karena aku dibantu orangtua, aku harus ajarin ayah dan ibuku supaya bisa video call. Tapi kadang juga ada kendala kalau waktu anak Zoom sama gurunya, kayak suaranya nggak keluar, atau tiba-tiba sinyal hilang, kalau kayak gitu, anakku pasti telepon aku, sedangkan aku kadang juga nggak selalu bisa terima telepon langsung," tuturnya.

Hindari Virus Usai Bepergian, Lakukan Hal Ini Sesampai di Rumah

Pemerintah sudah mengeluarkan skema baru agar masyarakat bisa tetap melakukan aktivitas normal lewat kebijakan New Normal. Namun, yang diperhatikan adalah masyarakat dianjurkan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 lebih luas.
Salah satu protokol kesehatan yang harus diperhatikan adalah membersihkan rumah dari virus dan bakteri. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat sudah normalnya kembali aktivitas di luar rumah, sehingga terdapat berisiko terbawanya virus dan juga bakteri dari luar rumah.

Dilansir dari beberapa sumber, virus dan bakteri nyatanya juga dapat terbawa dari luar rumah lewat tubuh hingga pakaian. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk membersihkan tubuh, rumah, hingga pakaian untuk menjaganya agar tetap terbebas dari virus.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, virus Corona biasanya ditularkan melalui tetesan cairan saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Bahan atau pakaian yang terkontaminasi oleh cairan tersebut bisa berpotensi besar untuk memindahkan penyakit. CDC mencatat bahwa virus Corona dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan yang terbuat dari kain atau bahan, termasuk pakaian.

Untuk itu memang lebih baik untuk rutin membersihkan pakaian setelah keluar dari rumah, dan juga perabotan rumah agar tidak terjadi hal yang diinginkan. Nah, biar makin mudah dalam membersihkan rumah, kamu bisa menggunakan jasa Grab Clean and Fix yang bisa memberikan segala keperluan untuk menjaga rumah dari virus.

Berbagai jasa juga dapat diberikan seperti servis mesin cuci agar cuci baju lebih maksimal, membersihkan lantai hingga perabotan dengan disinfektan untuk basmi virus yang ikut pulang ke rumah. Jadi nggak perlu mikir 2 kali lagi buat jaga rumah tetap bersih, langsung saja pesan Grab Clean and Fix untuk bantu basmi virus ikut pulang ke rumah!
https://kamumovie28.com/bastille-day/

Salon Dibuka 15 Juni, Pelanggan Diminta untuk Reservasi Lebih Dulu

Penantian untuk potong rambut atau coloring akhirnya bisa dinikmati kembali. Dalam masa PSBB transisi ini, salon sudah akan dibuka Senin, 15 Juni 2020. Namun sebelum besok kamu datang ke salon, perlu mengetahui beberapa prosedurnya.

Hal utama yang perlu dilakukan pelanggan adalah melakukan reservasi terlebih dahulu. Kini, pelanggan salon tidak bisa langsung datang ke salon, mengingat pembatasan orang di dalam ruangan.
Baca juga: Seperti Ini Kondisi Salon di Jakarta di Era New Normal

"Reservasi dibuat di depan, dan konsultasi secara virtual jadi sebelum tamu datang hairdresser sudah tau tamu ingin melakukan servis apa," jelas hairdresser Alfons di salon miliknya di Panglima Polim, Sabtu (13/6/2020).

Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan.Setelah tutup selama 3 bulan, sektor usaha salon dan barbershop akan kembali dibuka pada 15 Juni nanti. Hal tersebut disambut dengan suka cita oleh para pengusaha salon, salah satunya Salon Alfons di Jakarta Selatan. Foto: Rifkianto Nugroho


Dengan tidak melakukan konsultasi di salon, hal tersebut bisa memangkas waktu. Dengan begitu, waktu bisa berkurang lima sampai 10 menit.

"Cara ini sangat membuat tamu jadi lebih nyaman, dan mengurangi risiko penumpukan," ujar Alfons.

Mengingat waktu treatment di salon pun kini dibatasi. Jika dulu bisa berlama-lama di salon, kini pelanggan paling lama melakukan perawatan maksimal 120 menit.

"Ada imbauannya tidak lebih dari dua jam. Kalau ada perawatan rambut yang sampai tiga setengah jam, kita siasati dengan dua kali visit," ungkap Alfons.

Biasanya perawatan rambut yang memakan waktu lama adalah coloring atau pewarnaan rambut. Hal tersebut bisa dilakukan dengan dua kali kedatangan.

"Hari ini misalnya pemudaan warna, kunjungan berikutnya pengisian warna. Jadi durasi tetep dua jam dan tetap mematuhi peraturan Pemprov DKI," tambah Alfons.

Kendala yang Dihadapi Saat Anak Sekolah Online Sementara Ortu Kerja di Kantor

Saat ini, sebagian pekerja sudah diminta untuk kembali bekerja langsung di kantor. Sementara anak-anak masih tetap belajar dari rumah atau sekolah online. Kondisi ini membuat orangtua orangtua tak bisa mendampingi secara langsung karena harus masuk bekerja. Berbagai hambatan pun dialami para orangtua yang tak bisa mendampingi anaknya sekolah online.

"Kendalanya karena waktu terbatas jadi merasa kurang optimal dalam pembelajaran terlebih dari sekolah juga mayoritas hanya berupa tugas dan bukan tutorial sementara ini," ucap Meidina Rachma salah satu orangtua murid yang anaknya sekolah online saat berbincang dengan Wolipop,Kamis (11/6/2020). Meidina sendiri yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi swasta saat ini sudah kembali bekerja di kantor.

Kendala yang sama pun diungkapkan oleh Eka Paramita. Waktu menjadi hambatannya ketika anaknya menjalani sekolah online sementara dia bekerja di kantor.

"Kendalanya tentunya itu waktu ya, kan anak sekolahnya pagi di rumah, masuknya pagi, sementara aku harus bekerja, pasti jadi kendala. Tapi balik lagi, kasih pengertian juga sama anak, kita juga nggak bisa maksain agar anak mengerti kita tapi sebaliknya kita yang mengerti anak. Kan nggak bisa memaksakan anak untuk berpikiran seperti orang dewasa," jelas wanita yang bekerja sebagai jurnalis itu saat dihubungi oleh Wolipop baru-baru ini.

Hal berbeda disampaikan karyawan swasta bernama Fitriana yang anaknya juga sudah kembali sekolah online setelah kemarin sempat libur Lebaran. Fitriana yang bekerja di sebuah bank itu mengatakan agar anaknya bisa menjalani sekolah online dengan lancar dia harus mengajarkan kedua orangtuanya cara menggunakan berbagai aplikasi video call.
https://kamumovie28.com/vampire-journals/