Sabtu, 15 Agustus 2020

KPAI Tuding Vape Bikin Jumlah Perokok Usia Anak Meningkat

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 7,8 juta anak Indonesia, dari usia 10-18 tahun merupakan perokok aktif.

Tentu hal tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih saat ini rokok elektrik atau kerap disebut vape sudah mulai digandrungi oleh anak-anak. Lantas apakah jumlah perokok anak di Indonesia akan terus meningkat?

"Bukan bisa lagi, tapi sangat bisa apalagi dengan kampanye bahwa vape itu lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional, itu betul-betul penyesatan dan pembodohan yang harus kita hilangkan," kata Dr Sitti Hikmawatty, dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada Rabu (12/2/2020).

Sitti pun dengan tegas mengatakan bahwa apa pun yang mengandung zat adiktif sebaiknya dihindari.

"Apa pun itu yang zat adiktif ya tinggalin, itu kan zat adiktif. Makanya kami tidak bisa memahami, kenapa zat racun kok diiklankan?," tegas Sitti.

Di kesempatan yang sama, Lisda Sundari, ketua Yayasan Lentera Anak, juga mengatakan bahwa anggapan vape lebih baik daripada rokok konvensional lah yang membuat anak-anak penasaran untuk mencoba produk tersebut.

"Sehingga anak-anak merasa lebih aman saja melakukannya, padahal tidak," ucap Lisda.

Lawan Virus Corona, Kemenkes Malaysia dan Singapura Bentuk Komite Bersama

Kementerian Kesehatan Singapura dan Kementerian Kesehatan Malaysia sepakat membentuk komite bersama pada Selasa (11/2/2020). Tujuannya untuk memperkuat kerja sama antarnegara dalam menghadapi wabah virus corona (COVID-19) yang saat ini sudah terdeteksi di kedua wilayah.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan kerja sama dengan Singapura diperlukan karena tingginya tingkat perjalanan warga setiap hari.

"Kita saling berbagi jalan lintas. Setiap hari ada ratusan orang bepergian karena asalan keluarga, pekerjaan, atau jalan-jalan. Oleh sebab itu semakin banyak alasan agar kita memperkuat dan meningkatkan kerja sama dalam mengelola wabah virus corona ini," kata Ahmad seperti dikutip dari Straits Times, Rabu (12/2/2020).

Laporan menyebut pejabat senior dari kedua belah pihak selama beberapa hari ke depan akan menentukan komposisi anggota dan kerangka acuan komite.

Hingga Rabu (12/2/2020), Singapura sudah melaporkan hampir 50 kasus virus corona sementara Malaysia melaporkan 16 kasus.

Beberapa hari yang lalu Singapura telah menaikkan status ancaman virus corona di wilayahnya menjadi oranye. Ini adalalah kedua kalinya Singapura mengaktifkan kode oranye setelah wabah flu babi (H5N1) di tahun 2009.

4 Bentuk Mr P dan Kelebihan Masing-masing Bagi Kepuasan Pasangan

 Penis adalah salah satu aset penting yang paling diperhatikan oleh semua pria. Entah dari segi kekuatannya, ketahanan, ukuran, bahkan bentuknya.

Hal tersebut sangat diperhatikan agar bisa memberikan kepuasan pada pasangan saat berhubungan seks. Tapi, apa Anda tahu ada 4 bentuk penis pada pria?
Dikutip dari Your Tango, berikut 4 bentuk penis beserta 'manfaatnya' untuk pasangannya.

1. The burrito
Pria yang memiliki bentuk penis burrito atau besar biasanya menjadi dambaan pasangannya. Selain itu, para pria yang dengan penis ini akan sangat bangga dan menunjukkannya tanpa ragu pada pasangan.

Bentuk penis ini bisa benar-benar membangkitkan gairah wanita yang melihatnya. Selain itu, si pria dapat memberikan tekanan yang besar serta menstimulasi seluruh bagian vagina saat melakukan penetrasi.

2. The banana
Jenis penis ini biasanya bentuknya melengkung ke atas seperti pisang. Karena lengkungan itu, penis bisa memberikan gesekan pada dinding atas vagina tempat g-spot biasanya berada.

Selain itu, dengan bentuk seperti ini, pasangan bisa terpuaskan dengan gesekan yang diberikan di seluruh area vagina saat bercinta.

3. The hook
Berbeda dengan banana, the hook ini lebih melengkung ke bawah seperti paruh flamingo. Dengan bentuk seperti ini, sangat tepat jika dipadukan dengan posisi seks doggy-style. Karena itu akan dengan mudahnya menyentuh g-spot pasangan Anda saat melakukan penetrasi.

4. Pocket rocket
Bentuk penis ini memang kecil atau lebih mungil daripada yang lain. Tapi, dengan penis seperti ini Anda bisa lebih banyak mencoba berbagai gaya untuk menyentuh g-spot dan memuaskan pasangannya.

Gaya atau posisi yang sangat dianjurkan adalah doggy-style dan misionaris. Pada posisi tersebut, jarak antara pria dan wanita saat bercinta akan semakin intim dan menggairahkan.
https://cinemamovie28.com/awaken/

Geger Mayat Pria-Wanita di Baturraden, Seks Bisa Picu Serangan Jantung?

Pasangan pria-wanita ditemukan meninggal di Baturraden, Jawa Tengah. Polisi meyakini, keduanya mengalami serangan jantung seusai berhubungan badan.

"Kondisinya memang sudah selesai mandi, dari posisinya laki-lakinya pakai sarung dan baju koko, tapi tidak menggunakan pakaian dalam. Perempuan pakai daster tipis tapi tidak menggunakan dalaman," Papar Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).

Berhubungan seks sebenarnya merupakan kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia. Tetapi bagi para pengidap penyakit jantung, berhubungan seks bisa menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Mengapa?

Menurut penelitian, berhubungan seks dapat meningkatkan kemungkinan terkena serangan jantung. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa pengidap penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung satu jam setelah berhubungan seks dibandingkan dengan mereka yang tidak berhubungan seks. Bagi mereka yang jarang berolahraga risikonya meningkat empat kali lipat.

Para ilmuwan di Karolinska Institute, di Stockholm, Swedia melakukan studi dengan mewawancarai 650 orang yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit serangan jantung. Hampir setengahnya adalah laki-laki yang berusia 45 sampai 60 tahun. Beberapa di antara mereka adalah orang yang berhubungan seks sekitar dua jam sebelum terkena serangan jantung.

Menurut penelitian sebelumnya, sekitar satu dari 100 orang yang terkena serangan jantung disebabkan oleh aktivitas seksual, yaitu ketika detak jantung meningkat hingga 120 kali per menit dan tekanan darah naik.

Namun, Anda tidak perlu takut untuk berhubungan seks dengan pasangan karena para ilmuwan menyimpulkan bahwa berhubungan seks sekali dalam seminggu tidak memiliki risiko terkena serangan jantung. Walaupun berhubungan seks dapat meningkatkan risiko serangan jantung tapi kemungkinannya sangat kecil.

Dan untuk mengurangi risiko serangan jantung saat berhubungan seks, Anda bisa melakukan olahraga secara rutin dan menjaga pola makan.

KPAI Tuding Vape Bikin Jumlah Perokok Usia Anak Meningkat

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 7,8 juta anak Indonesia, dari usia 10-18 tahun merupakan perokok aktif.

Tentu hal tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih saat ini rokok elektrik atau kerap disebut vape sudah mulai digandrungi oleh anak-anak. Lantas apakah jumlah perokok anak di Indonesia akan terus meningkat?

"Bukan bisa lagi, tapi sangat bisa apalagi dengan kampanye bahwa vape itu lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional, itu betul-betul penyesatan dan pembodohan yang harus kita hilangkan," kata Dr Sitti Hikmawatty, dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada Rabu (12/2/2020).

Sitti pun dengan tegas mengatakan bahwa apa pun yang mengandung zat adiktif sebaiknya dihindari.

"Apa pun itu yang zat adiktif ya tinggalin, itu kan zat adiktif. Makanya kami tidak bisa memahami, kenapa zat racun kok diiklankan?," tegas Sitti.

Di kesempatan yang sama, Lisda Sundari, ketua Yayasan Lentera Anak, juga mengatakan bahwa anggapan vape lebih baik daripada rokok konvensional lah yang membuat anak-anak penasaran untuk mencoba produk tersebut.

"Sehingga anak-anak merasa lebih aman saja melakukannya, padahal tidak," ucap Lisda.
https://cinemamovie28.com/two-lovers-and-a-bear-2/