Jumat, 14 Agustus 2020

Ilmuwan Ungkap Masa Inkubasi Corona Bisa Lebih Lama dari yang Diperkirakan

 Ilmuwan ungkap perubahan masa inkubasi virus Corona COVID-19. Studi baru ini merujuk pada para peserta dari Wuhan, kota tempat pertama kali Corona muncul.
Sebelumnya, para otoritas kesehatan sepakat bahwa masa inkubasi rata-rata adalah lima hari dan maksimal menjadi 2 minggu. Namun, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, dan Universitas Peking, menilai rata-rata masa inkubasi bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan maksimal 2 minggu.

Dalam studi mereka, menggunakan pemodelan probabilitas dan data klinis lebih dari 1.000 pasien COVID-19 yang meninggalkan Wuhan sebelum kota tersebut dilockdown pada 23 Januari, para peneliti menemukan waktu inkubasi rata-rata adalah 8,29 hari, sedangkan nilai mediannya adalah 7,76 hari.

"Pengetahuan yang tepat tentang masa inkubasi akan membantu memberikan masa karantina yang optimal untuk tujuan pengendalian penyakit, dan penting dalam penyelidikan mekanisme penularan dan pengembangan pengobatan," kata para peneliti, dikutip dari SCMP, Jumat (14/8/2020).

"Terlepas dari pentingnya masa inkubasi, seringkali perkiraannya buruk berdasarkan data yang terbatas, " sebut para peneliti.

Sementara penelitian yang diterbitkan pada hari Jumat di jurnal American Science Advances, mendukung pemikiran bahwa masa inkubasi untuk kebanyakan pasien tidak lebih dari 14 hari.

"Itu bisa menjadi masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan periode karantina," kata laporan itu, meskipun menambahkan bahwa batasan penelitian dapat memengaruhi perkiraan.

Para peneliti mengatakan bahwa karena temuan mereka didasarkan pada kasus dari awal tahun, hal ini mungkin tidak berlaku untuk kasus selanjutnya, jika virus Corona telah bermutasi.

Hasilnya didasarkan pada model probabilitas yang menghindari 'bias' dan ketidakakuratan lainnya yang mungkin terjadi saat mengumpulkan data, demikian ungkap studi tersebut.

Metode tersebut menggunakan data riwayat perjalanan dan onset gejala dari kasus yang dikonfirmasi yang meninggalkan Wuhan antara 19-23 Januari. Penelitian selanjutnya dilakukan pada tanggal di mana kota tersebut dilockdown untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

"Memahami masa inkubasi dapat membantu pihak berwenang membuat rencana pengendalian penyakit mereka, karena orang dapat menularkan virus sebelum mereka menunjukkan gejala," sebut para peneliti.

Jejak Corona Ditemukan Juga di Chicken Wings Impor dari Brasil

 Pemerintah kota Shenzhen, China kembali melaporkan adanya virus Corona di dalam kemasan beku yang diimpor. Kali ini virus Corona terdeteksi di kemasan ayam beku yang diimpor dari Brasil.
Pusat Pengendalian Penyakit China menguji sampel yang diambil dari permukaan sayap ayam beku sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada makanan, hasil laut impor, dan produk daging.

Pemeriksaan terhadap bahan makanan impor ini dilakukan sejak Juni lalu, ketika wabah virus Corona ditemukan di pasar makanan laut Xinfadi di Beijing.

Otoritas kesehatan Shenzhen, China pun kemudian melacak dan menguji semua orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan ayam beku impor tersebut. Mereka juga menguji produk makanan yang disimpan di dekat bahan yang tercemar virus Corona. Semua hasilnya dinyatakan negatif.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (12/8/2020) otoritas China menemukan virus Corona pada kemasan udang yang diimpor dari Ekuador.

Pihak berwenang kini melacak produk terkait dari merek yang sama yang telah dijual, dan telah mendisinfektan area penyimpanan sayap ayam yang terkontaminasi.

Otoritas kesehatan, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, mengatakan kemungkinan tertular virus melalui makanan rendah.

Dikutip dari laman CNN, para ahli mengatakan bahwa meskipun virus SARS-nCoV-2 mampu menginfiltrasi makanan atau bahan kemasan, namun virus tidak dapat bereproduksi dan tidak bisa bertahan lama dalam suhu kamar.
https://kamumovie28.com/crayon-shin-chan-invasion-alien-shiriri-2/

Dari Salmon hingga Sayap Ayam, China Temukan Jejak Corona di Kemasan Beku

Baru-baru ini pemerintah kota Shenzhen, China, melaporkan adanya jejak virus Corona di dalam kemasan beku yang diimpor. Kali ini virus Corona terdeteksi pada kemasan ayam beku (chicken wings) yang diimpor dari Brasil.
Pusat Pengendalian Penyakit China pun menguji sampel yang diambil dari permukaan sayap ayam beku sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada hasil laut impor, makanan, dan produk daging.

Pemeriksaan terhadap bahan makanan impor ini pun dilakukan sejak Juni lalu, ketika wabah virus Corona ditemukan di pasar makanan laut Xinfadi di Beijing.

Selain sayap ayam yang terkontaminasi virus Corona, berikut beberapa makanan impor yang terkontaminasi oleh virus Corona, dikutip dari berbagai sumber.

1. Ikan salmon
Wabah virus Corona COVID-19 yang merebak di Beijing, China, memunculkan spekulasi tentang kaitannya dengan ikan salmon beberapa waktu lalu. Pejabat kesehatan setempat menyelidiki dan menemukan jejak virus pada talenan penjaja salmon impor di pasar Xinfadi yang diduga menjadi kluster baru penyebaran Corona di Beijing.

Hal tersebut menjadikan seluruh supermarket di Beijing membuang salmon dari rak dagangan mereka dan pedagang di China sementara waktu berhenti untuk mengimpor salmon.

Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) mengatakan mengatakan masih belum bisa dipastikan apakah benar virus Corona COVID-19 berasal dari ikan salmon. Sebab sangat tidak mungkin ikan menjadi sumber penularan Corona.

"Kita tidak bisa menyimpulkan salmon adalah sumber infeksi hanya karena Corona terdeteksi pada talenan," jelas Wu dikutip dari CGTN.

2. Udang beku
Pemerintah China temukan virus Corona pada kemasan udang beku impor. Namun penemuan tersebut bukan berarti virus Corona bisa ditularkan melalui kemasan makanan.

Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di bawah Administrasi Umum Kepabeanan China, Bi Kexin, mengatakan pihaknya menemukan enam sampel yang terpapar virus Corona dari 223 ribu sampel yang diuji pada makanan beku impor.

Dikutip dari laman South China Morning Post, pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah pencegahan pemerintah China usai munculnya kasus COVID-19 di Beijing yang berasal dari pasar makanan.

Bi Kexin mengatakan dalam kasus terbaru virus ditemukan pada bagian luar kemasan makanan udang beku dari tiga perusahaan Ekuador. Sementara isinya sendiri ketika diuji memberikan hasil negatif.

"Hasilnya menunjukkan bahwa kontainer dan kemasan dari perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko terkontaminasi virus Corona. Ahli menyebut bukan berarti makanan ini bisa menularkan virus, tapi menunjukkan bahwa manajemen keamanan makanan ini tidak ideal," kata Bi Kexin.

Bea Cukai Tiongkok telah menangguhkan impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador tersebut. Mereka mendesak pemerintah Ekuador untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke negara China.

3. Seafood beku
Otoritas berwenang di China menemukan virus Corona COVID-19 pada kemasan makanan laut beku impor yang datang dari kota pelabuhan Dalian. Virus Corona COVID-19 didapati pada kemasan luar makanan laut beku yang dibeli oleh tiga perusahaan di Yantai, di Provinsi Shandong Timur.

Dikutip dari CNA, pemerintah kota Yantai mengatakan bahwa makanan laut itu berasal dari pengiriman impor yang sempat singgah di pelabuhan Dalian. Namun tidak disebutkan lebih lanjut dari mana asalnya pengiriman tersebut.

Sebagian makanan laut yang dibeli tiga perusahaan Yantai telah diproses untuk ekspor, sedangkan sisanya disimpan di kulkas dan belum masuk pasar.

Pihak berwenang China pun telah menutup barang-barang tersebut. Setiap orang yang menangani produk makanan beku tersebut kini tengah dikarantina dan mereka dinyatakan negatif COVID-19.

COVID-19 diyakini pertama muncul di pasar yang menjual makanan laut dan satwa liar di kota Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Sejak saat itu, wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dengan beberapa kasus baru dibawa oleh pelancong China yang kembali ke negara asalnya.

Berdasarkan laporan dari Worldometers, hingga saat ini Jumat (14/8/2020), China mencatatkan total kasus virus Corona mencapai 84.756 dengan 4.634 kematian.
https://kamumovie28.com/angels-fallen/