Kamis, 09 Juli 2020

Viral Hoax Jemaah Indonesia Ditolak Arab Saudi karena Positif Corona

 Beredar kabar viral soal jemaah dari Indonesia ditolak masuk Arab Saudi karena 18 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19. Dalam pesan disebut 280 jamaah dari Palembang dan Makassar terpaksa harus kembali ke Indonesia.
Berikut kutipan pesannya:

Ada 280 jamaah dari palembang dan makassar disini .. semua pada nangis
18 jamaah indonesia di nyatakan positif terinfeksi virus corona . sekarang mereka semua 1 pesawat tidak diijinkan masuk saudi harus dibawa pulang ke INDONESIA ...

Menanggapi hal ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Yuri ini mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkannya.

"Itu hoax jangan disebarkan lagi," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (28/2/2020).

Kabar ini diketahui beredar dalam grup WhatsApp. Selain pesan yang beredar, ada video yang memperlihatkan para jemaah seperti sedang menjalani pemeriksaan.

Ahli Sebut Cuci Tangan Berlebihan Malah Tingkatkan Risiko Terinfeksi Virus

Ahli sebut cuci tangan berlebihan menggunakan pembersih yang mengandung alkohol malah meningkatkan risiko terkena virus corona. Beberapa ahli medis mengingatkan penggunaan pembersih tangan yang berlebihan dengan kandungan alkohol sama sekali tidak disarankan.
Tak hanya itu, mencuci tangan dengan sabun terlalu sering juga bisa berefek buruk. Hal ini bisa mengikis kulit, dan menghilangkan kelembaban pada kulit.

"Tentu saja, perlu untuk mencuci tangan dan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol untuk mengurangi penularan virus baru. Tetapi melakukan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik," kata juru bicara produsen produk kimia dan konsumen Jepang, Kao Corp.

Alkohol yang dikenal memiliki sifat disinfektan sering digunakan untuk menjaga tangan bebas dari bakteri dan virus. Namun, pada saat yang sama, disinfeksi dengan alkohol dapat menyebabkan tangan kasar jika dilakukan secara berlebihan.

Cuci tangan yang terlalu banyak dengan bahan kimia menimbulkan masalah iritasi kulit. Ketika fungsi normal yang ada pada kulit terganggu, ia menjadi lebih rentan terkena iritasi. Lalu bagaimana bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus ya?

"Kulit kering dan rusak bisa menjadi sarang bakteri penyakit dan juga meningkatkan risiko virus memasuki tubuh melalui luka di kulit," kata Kao dikutip dari Japan Today, Jumat (28/2/2020).

"Untuk mencegah infeksi, jauh lebih penting untuk mencuci tangan dengan sabun secukupnya selama lebih dari 30 detik secara efektif daripada mencuci tangan beberapa kali sehari," katanya.

Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Positif Terinfeksi Virus Corona

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, dikabarkan terinfeksi virus corona (COVID-19). Masoumeh jadi pejabat tinggi berikutnya yang terinfeksi virus ini setelah sebelumnya Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi juga dikabarkan terinfeksi.
Dikutip dari Independent, sejauh ini Iran melaporkan pada hari Kamis (28/2) sudah ada 254 kasus virus corona yang terkonfirmasi dan 26 di antaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut sudah termasuk peningkatan 106 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam.

Selain Masoumeh dan Iraj ada beberapa pejabat lain di Iran yang dikabarkan positif terinfeksi virus corona. Di antaranya termasuk anggota parlemen Mojtaba Zolnour, Mahmoud Sadeghi, Walikota Morteza Rahmanzadeh, kepala tim penanganan virus corona Mohamad Reza Ghadir, dan mantan duta Iran untuk Vatikan Hadi Khosroshahi.

Media pemerintah Iran melaporkan Hadi Khosroshahi khususnya telah meninggal dunia di usia 81 tahun akibat virus.

Sejauh ini dunia melaporkan sudah ada lebih dari 83 ribu kasus virus corona yang terkonfirmasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah kasus baru belakangan lebih banyak datang dari luar China.
https://kamumovie28.com/kamen-rider-ryuki-episode-46/

Cek Penyakit Jantung Sejak Dini, Ini Deretan Tes Klinisnya

Tak banyak yang menyadari bahwa penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit ini kerap diremehkan banyak orang meski dapat menyerang siapa saja dengan tiba-tiba, membuat penderitanya nyeri pada bagian dada, sesak nafas, mual, hingga berujung kematian.
Penderita penyakit ini biasanya enggan memeriksa ke dokter karena menganggap gejala yang ditimbulkan hanya sakit biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, dokter dapat memperkirakan gejala penyakit jantung lewat serangkaian uji klinis. Dengan mendeteksi sejak awal penyakit jantung, penderitanya dapat melakukan pencegahan sehingga terhindar dari risiko meninggal dunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah uji klinis yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung:

Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki mesin pendeteksi impuls listrik atau yang dikenal dengan elektrokardiogram atau EKG. Umumnya, tes ini hanya berlangsung 5 hingga 8 menit. Dokter akan menempelkan elektrode berbahan plastik di dada dan lengan sebanyak 10-8 buah.

Melalui alat ini, dokter dapat mengukur aktivitas kelistrikan pada jantung yang nantinya dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis. Meski demikian, tes ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat dilakukan oleh perawat.

Pemeriksaan Darah

Deteksi dini penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah pasien. Jika darah menunjukkan kadar total kolesterol di atas 200mg/dl serta low denisty lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat di atas 130 mg/dl, maka dokter dapat menggunakannya sebagai analisis risiko kardiovaskular atau penyakit jantung.

CT Scan Jantung

Tes Computed Tomography (CT) Scan dilakukan dengan menggunakan dosis tinggi sinar X untuk menampilkan gambar rinci jantung serta pembuluh darah koroner. Lewat CT Scan, dokter dapat dapat mencari deposit kalsium di arteri jantung yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Echocardiogram

Tes echocardiogram dilakukan untuk melihat gambar bergerak dari USG jantung. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menguji kemampuan jantung memompa darah keluar dan melihat apakah jantung memiliki masalah struktural.

Setelah kamu melakukan tes klinis untuk mendeteksi penyakit jantung, kamu juga perlu untuk melakukan pencegahan dan senantiasa menjaga kesehatan jantung. Caranya bisa dimulai dari berolahraga rutin, melakukan gaya hidup sehat hingga berhenti merokok.

Kamu juga perlu menjaga pola makan. Hindari makan makan berkolesterol tinggi. Sebab, kadar kolesterol yang tinggi bisa menghambat aliran darah ke jantung. Apabila terjadi penyumbatan total maka akan mengakibatkan serangan jantung. Untuk membantu turunkan kadar kolesterol jahat
dalam tubuh, kamu bisa minum Nestle ACTICOR.

Nestle ACTICOR merupakan minuman untuk menurunkan kolesterol yang mengandung susu dengan serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Beta Glucan dan Inulin juga mampu memperbaiki profil LIPID dengan mempengaruhi LIPID dan asam empedu. Nestle ACTICOR juga terbuat dari bahan alami, rendah lemak dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Tak hanya itu, Nestle ACTICOR juga bisa menjadi sumber vitamin B1 dan B2. Nestle ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Buat kamu yang suka minuman dingin, Nestle ACTICOR juga bisa dikonsumsi dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk diminum 2x sehari setelah makan.

Dengan Nestle ACTICOR, kamu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika kolesterol jahat turun, maka akan mengurangi risiko terkena penyakit kolesterol yang jadi pemicu penyakit jantung. Mulai hari ini, yuk minum Nestle ACTICOR setiap hari.
https://kamumovie28.com/the-16th-episode/