Hari Raya Idul Fitri telah berlalu lebih dari sepekan. Namun, perubahan-perubahan yang terjadi setelah Lebaran masih terasa hingga sekarang. Salah satunya yaitu perubahan pola makan.
Saat berpuasa, pola makan cenderung teratur baik dalam segi waktu maupun banyaknya asupan makanan. Namun saat hari raya bahkan setelahnya, pola makan cenderung berantakan. Tak sedikit pula orang yang kalap makan, makan semua jenis makanan dari yang bersantan hingga makanan-makanan pedas.
Akibatnya, penyakit maag pun jadi penyakit yang kerap datang saat dan setelah Lebaran usai. Meskipun sudah mulai makan teratur, terkadang penyakit maag memang susah disembuhkan secara total. Jika sedang kambuh, maag bisa sangat mengganggu aktivitas dan konsentrasi penderita.
Kamu akan merasakan nyeri di perut bagian kiri hingga ke ulu hati. Rasa sakit ini biasa dirasakan penderita maag ketika terlambat makan. Namun jika memiliki riwayat maag yang cukup parah, bahkan ketika makan tepat waktu pun rasa nyeri itu masih bisa timbul sebelum dan sesudah makan.
Nah, biar nggak terlanjur parah, sebaiknya segera cek kesehatan lambungmu. Tak perlu langsung ke rumah sakit, kamu bisa cek risiko maag lewat GrabHealth Powered by Good Doctor.
Lewat aplikasi Grab di fitur Grab Health ini, kamu akan diberikan beberapa pertanyaan untuk kamu jawab mengenai kondisi kamu. Setelah itu, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter lewat chat. Jadi lebih praktis kan? Yuk, cek kesehatan lambungmu sekarang juga.
Antisipasi Kebijakan OPEC, Harga Minyak Menanjak
Harga minyak dunia naik tipis ke level tertinggi sejak Maret pada perdagangan Kamis (4/6). Penguatan dipicu oleh antisipasi pasar terhadap kebijakan pemangkasan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.
Mengutip Antara, Kamis (4/6), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 22 sen menjadi US$39,79 per barel di London ICE Futures Exchange.
Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 48 sen menjadi US$37,29 per barel di New York Mercantile Exchange.
Melansir Dow Jones Market Data, harga kedua minyak mentah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 6 Maret.
Pasar tengah menunggu keputusan perpanjangan pemangkasan produksi kelompok produsen minyak dunia. Disinyalir, OPEC+ tengah mempertimbangkan pengurangan produksi setelah Juni atau sesuai dengan perjanjian awal.
"Harga menguat sejauh minggu ini di tengah berita pertemuan akan dilakukan lebih awal. Pembalikan harga hari ini pasti karena berita utama terbaru di OPEC," ucap analis Minyak Petromatrix Olivier Jakob.
Sebelumnya, OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni akibat pandemi virus corona. Jika disepakati, pemangkasan menjadi 7,7 juta barel per hari akan dilakukan untuk Juli hingga akhir 2020.
Sementara itu, menurut Badan Informasi Energi (EIA) AS, persediaan minyak mentah komersial AS turun 2,1 juta barel selama pekan terakhir Mei, ini tak termasuk dalam cadangan minyak bumi strategis. Sementara, survei S&P Global Platts memperkirakan kenaikan rata-rata sebesar 3,5 juta barel.
http://kamumovie28.com/gretel-hansel/