Sabtu, 07 Maret 2020

Cantiknya Turki Saat Musim Dingin

Liburan musim dingin memang jadi impian wisatawan Indonesia, salah satu negaranya adalah Turki. Punya banyak destinasi menarik, inilah keindahan Turki.

Turki sudah lama menjadi tujuan liburan dan telah lama diagendakan, karena memang selain dana untuk pengeluaran disana banyak hal lain yang harus disiapkan.

Mata uang lyra harus saya siapkan sebelum berangkat ke sana,  selain itu banyak perlengkapan seperti jaket, long john, kaos kaki, sepatu, tutup kepala dan juga sarung tangan.

Semua itu saya siapkan karena saat kesana Turki sedang mengalami musim dingin. Biasanya di bulan Desember, Januari dan Februari Suhunya bisa mencapai 0-19 derajat.

Benar saja setelah 11 jam perjalanan akhirnya saya tiba di Turki dengan disambut suhu yang sangat dingin akhirnya perlengkapanpun langsung saya kenakan.

Selama saya berada di sana saya berkunjung ke beberapa tempat di Turki di antaranya Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Masjid ini dikenal sebagai masjid biru karena interiornya berwarna biru.

Hagia Sophia atau Aya Sofya yaitu bangunan bekas gereja kemudian jadi masjid dan sekarang menjadi museum. Saya sangat terpana dengan keindahannya.

Saya juga sempat mengunjungi Topkapi Palace, yaitu istana di Istanbul yang saat ini menjadi museum.

Selama di Turki saya sempat mencoba makanan seperti donut agak besar dan agak alot untuk saya. Saat liburan ke sini kamu juga mesti mencicipi kebab dan teh khas Turki.

Liburan tidak lengkap kalau tidak membeli oleh-oleh, akhirnya mata pun kalap dengan membeli Turkish Blue Eyes (Nazar Bonjuk). Blue eyes adalah simbol yang paling populer di Turki. Simbol ini dipercaya sebagai penolak bala bagi kebudayaan Turki setempat.

Turkish Delight , membuat saya lupa diri yaitu oleh-oleh khas Turki yang bisa Anda pilih, yaitu cemilan manis yang terbuat dari gula dan tepung. Banyak rasa yang bisa di pilih ada buah, kacang pistachio.

Yang terakhir yang saya beli Teh Apel, teh khas di Turki yang merupakan salah satu yang populer di Turki. Teh ini memiliki aroma yang kuat dan rasa asam segar dari apel.

Teh ini sangat enak di sajikan panas atau dingin, dan sangat cocok untuk oleh oleh. Selamat mencoba.

Fenomena Alam di Kebumen: Lantai Dasar Samudera Purba

Kebumen ternyata punya saksi bisu fenomena alam yang menarik. Bahkan, disebut-sebut sebagai Lantai Dasar Samudera Purba.

Geopark Karang Sambung - Karang Bolong merupakan kawasan wisata alam dan pengetahuan di Kebumen Jawa Tengah. Situs bebatuan berumur lebih dari 100 juta tahun itu kini sedang dikembangkan agar menjadi kawasan geopark internasional.

Kawasan geopark tersebut terletak sekitar 30 km ke arah utara dari kota Kebumen. Jika ingin menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau pun angkutan umum jurusan Kebumen - Karang Sambung, setelah sampai di terminal Karang Sambung maka kita harus ganti angkot jurusan Sadang.

Sebelum menuju geopark, alangkah baiknya kita mampir dulu di Balai Peneliti dan Informasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) Kebumen untuk mendapatkan informasi terkait kawasan geopark. Peneliti Utama LIPI, Chusni Ansori yang ditemui detikTravel di kantor menjelaskan sejarah kawasan tersebut. Beruntung, Chusni juga berkenan menemani detikTravel untuk menjelajahi geosite itu.

Sesuai dengan namanya, Karangsambung memiliki makna karang raksasa yang bersambung. Jika kita mencoba melihat lokasinya secara langsung, maka lokasi ini diyakini oleh para ahli sebagai lantai samudra purba yang muncul ke permukaan akibat adanya proses pergerakan lempeng bumi.

"Ya, kami menyebutnya sebagai lantai dasar samudera purba. Kawasan tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti geologi asal Belanda RDM Verbeek dan R Fennema pada sekitar tahun 1881," kata Chusni Ansori kepada detikTravel, beberapa waktu lalu.

Himpunan batuan beraneka ragam, jenis dan ukuran ditemukan di lokasi geosite ini. Ukurannya pun mulai dari yang kecil hingga batuan yang berukuran raksasa sebesar bukit tersebar di beberapa lokasi.

Kamu Tahu Sejarah Kota Palembang?

Setiap kota memiliki sejarah yang unik dan punya ciri khas. Kamu yang penasaran dengan sejarah Kota Palembang, bisa datang ke museum ini.

Museum Balaputera Dewa merupakan salah satu objek wisata favorit ketika berkunjung ke provinsi yang berjuluk Bumi Sriwijaya ini.

Keberadaannya tidak sulit untuk ditemukan karena berada pusat kota Palembang. Dari kejauhan arsitektur museum nampak mencolok dengan bentuk bangunan tinggi, pilar besar, penuh ukiran dan berwarna keemasan yang menjadi ikon dari Museum Balaputera Dewa.

Secara umum, Museum Balaputera Dewa menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan sejarah Kota Palembang dari mulai masa pra-sejarah, zaman kerajaan Sriwijaya, hingga ke zaman kolonialisme Belanda. Berbagai macam koleksi ini pun ditampilkan dalam beberapa ruang pameran yang tersebar di museum yang memiliki luas lahan sekitar 23 ribu meter persegi.

Seperti yang kita ketahui Bersama bahwa Palembang memiliki sejarah panjang tentang keberadaannya. Dari pra-sejarah yakni masa megalith atau kebudayaan batu besar yang banyak dibuktikan dengan banyaknya arca yang ditemukan di dataran tinggi di sana.

Salah satunya adalah arca ibu menggedong anak, arca dililit ular, arca batu Gajah dan masih banyak lagi. Meninggalkan masa megalith, seperti yang banyak kita ketahui bahwa Palembang merupakan tempat berdirinya kerajaan marintim terbesar di nusantara yakni Kerajaan Sriwijaya.

Selain arca dan peninggalan pra-sejarah maupun sejarah, kita juga bisa melihat replika dari rumah limas dan rumah ulu yang merupakan kebanggaan pada masa kesultanan Palembang. Rumah limas dan rumah ulu ini terletak di halaman belakang museum. Pengunjung diperbolehkan masuk dan mengeksplore bagian dalam dari rumah adat Palembang ini.

Museum Balaputera Dewa dibuka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB. Dengan harga tiket yang relatif terjangkau Rp 2.000 untuk orang dewasa dan Rp1.000 untuk anak-anak, anda sudah bisa menikmati kekayaan sejarah yang tersimpan di dalam museum. Dari harga tiket yang murah tersebut, diharapkan masyarakat makin gemar untuk berkunjung ke museum untuk mengenal kembali sejarah peradaban dan kejayaan masa lalu.

Cantiknya Turki Saat Musim Dingin

Liburan musim dingin memang jadi impian wisatawan Indonesia, salah satu negaranya adalah Turki. Punya banyak destinasi menarik, inilah keindahan Turki.

Turki sudah lama menjadi tujuan liburan dan telah lama diagendakan, karena memang selain dana untuk pengeluaran disana banyak hal lain yang harus disiapkan.

Mata uang lyra harus saya siapkan sebelum berangkat ke sana,  selain itu banyak perlengkapan seperti jaket, long john, kaos kaki, sepatu, tutup kepala dan juga sarung tangan.

Semua itu saya siapkan karena saat kesana Turki sedang mengalami musim dingin. Biasanya di bulan Desember, Januari dan Februari Suhunya bisa mencapai 0-19 derajat.

Benar saja setelah 11 jam perjalanan akhirnya saya tiba di Turki dengan disambut suhu yang sangat dingin akhirnya perlengkapanpun langsung saya kenakan.

Selama saya berada di sana saya berkunjung ke beberapa tempat di Turki di antaranya Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Masjid ini dikenal sebagai masjid biru karena interiornya berwarna biru.

Hagia Sophia atau Aya Sofya yaitu bangunan bekas gereja kemudian jadi masjid dan sekarang menjadi museum. Saya sangat terpana dengan keindahannya.

Saya juga sempat mengunjungi Topkapi Palace, yaitu istana di Istanbul yang saat ini menjadi museum.