Kamis, 23 Januari 2020

Terlalu Gemuk untuk Terbang, Wanita Ini Diet Ketat

Karena merasa terlalu gemuk, wanita ini pun takut naik pesawat. Demi bisa naik pesawat saat bepergian, wanita ini pun melakukan diet ketat.

Banyak faktor yang menyebabkan beberapa orang enggan dan takut naik pesat. Seperti takut ketinggian atau karena penyakit dan trauma. Namun wanita asal South Carolina ini takut naik pesawat karena terlalu gemuk.

Dilansir detikcom, Minggu (2/6/2019) wanita ini bernama Esthetician Annie Foster asal South Carolina dan berusia 32 tahun. Dia memiliki berat badan 195 kg.

Niatnya untuk diet itu semakin kuat tatkala dia liburan ke pantai tahun 2017 lalu. Dalam perjalanan dia harus minum 6 jenis obat yang membantu pernafasan, radang paru-paru, dan rasa sakit pada tubuh karena berat badan yang berlebih. Dia mengaku sangat tersiksa untuk liburan.

Foster pun mengambil sikap, dia ingin menikmati liburan seperti wanita lainnya. Dia juga mau bermain bersama putri kecilnya dengan lincah. Foster pun mulai dengan dietnya.

Mulai dari mengatur pola makan dan mengubah makanannya. Dia juga menyewa instruktur pribadi demi mempercepat penurunan berat badannya.

Foster dalam wawancaranya yang dikutip dari News Australia, mengatakan bahwa dia selama ini memakan apapun. Gula, manisan, segala jenis kue dan makanan yang mengandung lemak. Namun demi bisa mewujudkan impiannya, dia mengubah menu makannya menjadi protein dan sayur mayur.

Setelah 10 bulan, Foster berhasil mencapai berat badan 102,5 Kg. Dia merasakan perubahan yang sangat berarti. Dia bisa bermain bersama putrinya kemanapun dan bergerak selincah apapun.

Dan ketakutannya akan naik pesawat telah dia atasi. Foster pun menyusun rencana perjalanannya untuk satu tahun bersama teman-temannya. Tahun ini dia akan mulai terbang pertamanya menuju Miami.

Selamat menikmati penerbangan pertamanya ya Foster!

Asyiknya Buka Puasa di Masjid Sultan, Singapura

Buka puasa bersama di Singapura bisa jadi pengalaman menarik untuk traveler. Kamu mesti coba di Masjid Sultan, Singapura.

Jalan Arab di Singapura dan area Kampong Glam merupakan kawasan Muslim di Singapura. Kegiatan selama bulan Ramadhan di Singapura sangat ramai. Beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan sekalian buka puasa di Masjid Sultan yang tidak jauh dari Stasiun MRT Bugis.

Masjid ini dibangun pada tahun 1824 oleh Sir Stamford Raffles untuk memenuhi keinginan Sultan Hussein Shah dan dianggap sebagai masjid nasional singapura. Inilah landmark ikonik di Kampong Glam yang bersejarah. Masjid Sultan dengan kubah emas adalah pusat komunitas Muslim Singapura.

Tidak jarang komunitas antaragama diizinkan untuk bergabung dengan muslim lainnya untuk berbuka puasa bersama. Jika Anda belum pernah ke dalam masjid sebelumnya, Masjid Sultan punya guide yang ramah untuk menyambut nonmuslim dan menjawab pertanyaan yang mungkin Anda miliki. Selama Ramadhan, masjid ini menyelenggarakan iftar, tarawih, dan itikaf.

Di sekitar Masjid Sultan juga diadakan bazar makanan di beberapa tempat selama Ramadhan. Banyak toko selama Ramadhan didirikan di dekat Masjid Sultan di sepanjang Jalan Bussorah dan menawarkan berbagai makanan untuk Iftar.

Belakangan ini, berbagai makanan di Arab Street telah berkembang dalam jangkauannya untuk meningkatkan keragaman populasi di sini. Banyak restoran juga menawarkan hidangan seperti Iran, Lebanon, Indonesia, Malaysia, India dan Mesir.

Awal 2019, Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Riau Melonjak 12%

 Impact positif pertumbuhan pariwisata dirasakan Kepulauan Riau (Kepri) yang meningkat seiring dengan positifnya pergerakan wisatawan mancanegara. Catatan positif itu berdasarkan laporan Bank Indonesia Kepri.

Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2019 dilaporkan positif, tepatnya tumbuh antara 4,9% hingga 5,3% year on year (yoy). Untuk pergerakan inflasinya diperkirakan berada pada angka 3,5% sampai 1% (yoy). Stabilitas harga tersebut tetap berada pada koridor nasional.

"Tentu sangat bagus bila pertumbuhan ekonomi Kepri terus membaik. Artinya upaya penguatan dari aktifitas pariwisata membuahkan hasil positif. Sebab, pergerakan wisman di Kepri sangat bagus. Angka kunjungannya naik," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani dalam keterangan tertulis, Minggu (2/6/2019).

Positifnya angka kunjungan wisatawan mancanegara tercatat di awal tahun ini. Sepanjang Januari-Maret 2019 angkanya mengalami kenaikan hingga 12,57% atau 672.177 orang. Pada periode sama tahun sebelumnya, pergerakan wisman berkisar 597.107 orang.

"Pariwisata di Kepri terus berkembang. Ada banyak value yang didapatkan dari aktivitas ini, khususnya ekonomi. Industri pariwisata dan masyarakat luas mendapatkan akses bagus secara ekonomi di sana. Kami optimistis, pergerakannya secara keseluruhan akan makin membaik di periode bulan berikutnya," terang Rizki.

Optimalisasi pergerakan wisman terlihat dari 4 pintu masuk di Kepri. Wisatawan yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54% atau sekitar 460.710 wisman. Sedangkan melalui Bintan mencapai 21,23% dengan pergerakan 142.671 wisman. Wisman yang datang melalui Tanjung Pinang sebesar 5,67% atau 38.104 wisman, lalu 4,57% (30.692) masuk dari Karimun.

"Pergerakan wisman memberikan impact positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk membeli kuliner, beragam cendera mata, juga lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri," jelas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Melejitnya pergerakan wisman di Kepri didominasi oleh wisatawan Singapura. Sepanjang triwulan I 2019, kunjungan wisatawan Singapura mencapai 310.367 orang. Diikuti Malaysia dengan 69.852 orang, dan Tiongkok sebanyak 68.446 orang.

"Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga pergerakan wisman tetap positif di Kepri. Pergerakan dari wisatawan Singapura memang sangat bagus. Meski demikian, negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata. Kami yakin pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal hingga akhir tahun," kata Dessy.

Kepri adalah destinasi eksotis bagi wisman karena alam, budaya, dan manmade-nya. Penawaran dari wisata kuliner dan belanja juga menggiurkan. Dengan beragam kombinasi tersebut, tingkat okupansi hotel berada di kisaran 49%-50% dan ength of stay wisman mencapai 1,92 hari.

"Tujuan akhir dari pengembangan pariwisata adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Perbaikan tingkat perekonomian secara menyeluruh. Sebab, pariwisata menjanjikan devisa kompetitif. Untuk itu, arus masuk wisman harus terus diperbesar. Promosi jadi salah satu treatment menjaga pergerakan wisman," ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.