Jumat, 17 Januari 2020

6 Destinasi Seru di Dunia Buat yang Hobi Gowes Sepeda

Buat traveler yang hobi gowes sepeda, ada 6 destinasi seru di dunia yang direkomendasikan. Jalanannya luas dan nyaman buat gowes. Mana saja ya?

Mengendarai sepeda menjadi cara yang menyenangkan untuk liburan. Liburan sambil bersepeda bisa dijadikan cara untuk bersantai, maupun sebuah tantangan. Tinggal pilih mau yang mana.

Dari rilis Agoda yang diterima detikcom, Jumat (28/6/2019), ada enam kota indah yang layak dijelajahi dari atas sadel sepeda. Berikut rekomendasinya:

1. Beijing, China

Buat traveler ingin berkeliling kota dengan harga terjangkau dan nyaman, kayuhkan sepeda yang Anda sewa dari beberapa operator bike-sharing yang terdapat hampir di seluruh penjuru Kota Beijing, China.

Caranya pun mudah, cukup pindai kode pada sebuah sepeda dengan aplikasi yang sudah Anda unduh di smartphone untuk membukanya lalu kunci kembali sepeda tersebut ketika tiba di tempat tujuan.

Kali pertama berkunjung ke Beijing? Ikuti rute sepeda sepanjang 16 km yang melintasi beberapa destinasi wisata terkenal seperti Forbidden City, The Egg dan Stadion Bird's Nest. Keren!

2. Paris, Prancis

Mau nikmati Paris dengan cara yang berbeda? Cobalah bersepeda. dan lihatlah 'The City of Love' dari sudut pandang yang berbeda ketika mengayuhkan sepeda sepanjang Parc Rives de Seine, situs Warisan Dunia UNESCO yang terletak di tepian Sungai Seine.

Kawasan tersebut secara khusus sudah diubah menjadi jalur cepat untuk bersepeda, sekaligus tempat bersantai para pejalan kaki yang ingin menghabiskan waktu bersama.

Untuk perhentian singkat, ada beberapa restoran atau kafe bisa jadi pilihan di sepanjang jalan. Traveler bahkan bisa mengikuti berbagai kegiatan yang digelar sepanjang hari di kawasan tersebut.

3. Hoi An, Vietnam

Traveler termasuk penyuka kota tua, hamparan sawah ke mana pun mata memandang, dan pertanian yang keren untuk dijepret? Kamu bisa ikut tur sepeda via Agoda untuk benar-benar menikmati Hoi An selama empat jam.

Pelajari masa lalu dan masa kini Hoi An, selami budaya lokal seutuhnya dan jangan lewatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta ikut langsung belajar merakit karya seni mereka.

Jika ingin terus menjelajahi Hoi An melalui kayuhan roda dua, habiskan malam di Old Town, Allegro Hoi An, di mana traveler bisa memakai sepeda mereka dengan gratis.

4. Florence, Italia

Kota Florence di Italia juga menarik buat bersepeda. Yang unik, di kota ini ada tur sepeda listrik.

Cobalah mengelilingi Florence dengan tur sepeda listrik tanpa harus ngos-ngosan. Kunjungi teras Piazzale Michaelangelo yang terkenal dan rasakan kehebatan era Renaisans di The Duomo, sambil berhenti sejenak untuk menikmati wine dan makanan Tuskan.

5. Melbourne, Australia

Budaya bersepeda dan melakukan kegiatan luar ruangan amat lekat di Melbourne. Hiduplah sebagaimana warga setempat menikmati hari mereka dan kenali kota di Negara Bagian Victoria ini dengan sepeda.

Untuk perjalanan singkat, rute Sungai Yarra, kawasan yang terkenal karena perkebunan anggur luar biasa luas, bisa dijadikan pilihan.

Jika memiliki dua hari tambahan, bawalah si roda dua menuju Warrnambool untuk menikmati Great Ocean Road yang terkenal. Jangan lupa untuk mencari Twelve Apostles dan beberapa pemandangan spektakuler lainnya di Australia.

6. California, USA

Negara bagian yang dijuluki The Golden State ini memiliki pegunungan, pantai, dan gurun yang indah buat traveler penggemar sepeda dan suka petualangan.

Pilihlah area seperti Santa Barbara dan kayuhkan sepeda ke Gibraltar Road, sebuah rute menanjak yang akan menghadiahi Anda dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Lalu kembalilah ke kota, tepatnya menuju Handlebar Coffee Roasters, untuk coffee break yang bertema sepeda.

Menggapai Mimpi Liburan ke Jepang dengan Biaya Pas-pasan (4)

Sebenarnya aku ingin sekali bisa masuk ke Tokyo Sky Tree, tetapi karena tiket masuknya sangat mahal, aku membatalkan niat masuk ke sana. Sebagai gantinya, kita pergi ke Jembatan Asakusa. Disana bisa mendapatkan pemandangan Tokyo Sky Tree dengan jelas dan bangunan unik yang di atas gedungnya terdapat bentuk seperti gumpalan awan.  Jembatan Asakusa itu sendiri sudah indah dengan lampu-lampu merah yang menghiasi bawah jembatannya. Jika ingin mendapatkan pemandangan Tokyo yang indah dengan lampu-lampunya, lebih baik berangkat saat malam hari.

Dengan biaya yang terbatas, aku tetap bisa membawakan keluarga dan teman oleh-oleh. Untuk pakaian, tas, dan aksesoris lainnya, aku berburu di toko second hand, sedangkan untuk barang-barang unik dan camilan murah aku membelinya di Daisho, toko yang menjual semua barang seharga 200 yen. Tinggal seberapa pintarnya kita memilih harga dan kuantitas.

Perjalanan ini memang tidak mewah, namun ini merupakan perjalanan luar biasa yang tak akan kulupakan seumur hidupku. Bagaimana cara memilih lokasi wisata yang murah, mencari transportasi yang murah, bisa mendapatkan teman-teman baru dan pengalaman baru.

Sangat menyenangkan bisa memaksimalkan kunjungan wisata walau dana terbatas, terutama berkat campur tangan sahabatku yang berperan penting dalam merencanakan perjalanan ini. Karena traveling memang merupakan passion dalam diriku yang tidak bisa hilang. Walau sekarang sudah berkeluarga, namun jika ada kesempatan aku tidak akan melewatkan momen agar dapat traveling kembali.

Seperti saat aku sedang membaca berita-berita di detik.com, aku melihat artikel tentang sayembara traveling ke Dubai oleh Detik.com yang disponsori oleh Dubai Tourism Board. Jiwa ingin jalan-jalanku langsung muncul kembali.

Apalagi Dubai merupakan destinasi wisata yang banyak diincar para traveler karena Dubai memiliki pesona yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Terutama aku ingin sekali berada di lantai teratas Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di Dunia, dan menguji adrenalin dengan bersafari di Dessert Safari Dubai.

Aku sudah membayangkan betapa serunya menaiki unta dan mengendarai mobil 4 wheel di gurun pasir, dan yang pasti menikmati panorama gurun yang sangat indah. Lalu mengenal lebih dalam sisi lain Dubai di Bastaqia Quarter dengan bangunan-bangunan tuanya yang khas arab kuno, mengunjungi museum dan menikmati kopi khas arab. Tak lupa juga berfoto di Miracle Garden yang menakjubkan.

Membayangkannya saja sudah membuat adrenalinku membuncah, dan ingin segera bisa membagi pengalaman itu dengan orang-orang di sekitar.

Karena menurut orang Jepang, bisa menyaksikan yang 'pertama' merupakan sebuah berkah seperti merasakan salju turun pertama atau melihat sakura mekar pertama. Karena pada dasarnya orang Jepang menghargai hal-hal seperti itu dan memang beberapa hari sebelumnya masih belum ada yang tumbuh.

Pada bulan Maret aku ke Jepang bertepatan dengan musim kelulusan sekolah. Kebetulan teman dari sahabatku ada yang diwisuda dari akademi bahasa di Fujinomiya sehingga aku ikut ke sana menyaksikan acara kelulusan murid-murid internasional.

Itu adalah ruang paling internasional yang pernah aku datangi selain bandara karena banyak sekali murid internasionalnya sampai aku tidak bisa menebak lagi mereka dari mana. Ini merupakan pengalaman berharga bisa ikut mengenal teman-teman dari berbagai negara asia bahkan eropa. Bahkan kita juga diundang di pesta kelulusan mereka. Seru sekali bisa ikut merayakan pesta ter-internasional-ku seumur hidup.

Tentu saja ada yang menarik perhatianku saat pesta. Dia adalah lelaki korea selatan yang cute. Aku melihat gelagat teman-teman baruku itu mendekatkan kami. Hmm yah, dia lumayan.

Tetapi dia tidak bisa bahasa inggris dan aku kurang lancar berbahasa Jepang. Jadinya kita berkomunikasi dengan bahasa Jepang campur Inggris campur bahasa tubuh. Kalau diingat-ingat itu pengalaman yang lucu saat ingin menyampaikan 'permisi mau buang air besar di toilet' dengan bahasa tubuh. Dan harapan romantisme petualang perempuan ala drama-drama korea, pupus sampai disitu.

Walau aku tidak ikut tour trip bersama rombongan, aku ditemani sahabatku juga mendatangi sendiri beberapa tempat ikonik untuk mengabadikan momen, seperti Akihabara, Shinjuku, Harajuku, Meiji Jingu, dan Kaminorimon Sensoji yang terkenal dengan lentera merahnya yang besar.