Minggu, 12 Januari 2020

Mengenal Area 51 yang Sempat Viral & Ingin Diserbu Netizen

Beberapa waktu lalu viral ajakan untuk menyerbu Area 51 di dunia maya. Merupakan salah satu pusat militer AS, tak sedikit kontroversi yang meliputinya.

Bermula dari sekadar candaan, ajakan untuk mendatangi Area 51 secara massal ternyata mendapatkan sambutan sangat besar. Sejauh ini, sudah ada sejuta netizen yang menyatakan ingin ikut 'menyemarakkan' penggerudukan untuk mencari alien tersebut.

Bertajuk 'Storm Area 51, They Can't Stop All of Us', peminat diminta bersama menyambangi Area 51 pada 20 September 2019 mulai pukul 3 subuh.

"Kita semua akan bertemu di atraksi turis Area 51 Alien Center dan mengkoordinasikan kita masuk," tulis penggagas event tersebut.

Terlepas dari candaan tersebut, Area 51 memang menyimpan rahasia hingga legenda yang dikait-kaitkan dengan UFO. Namun, apakah itu mitos atau fakta?

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (16/7/2019), media Washington Post pernah memberitakan informasi akan 'program UFO' di Area 51 menurut keterangan Pentagon akhir tahun 2017 silam.

Dijelaskan, program yang diberi nama Advanced Aviation Threat Identification Program tersebut merupakan kelanjutan program investigasi pemerintah akan fenomena UFO yang terjadi beberapa kali di rentang tahun 1950 dan 1960.

Salah satu konspirasi terbesar Area 51 yang paling populer adalah rumor akan keterlibatan pemerintah AS yang menyimpan alien serta pecahan kapalnya saat tahun 1947 silam.

Saat itu, seorang petani bernama William 'Mac' Brazel menemukan kepingan metal di Roswell. Kala itu ia memberitahu sheriff yang memanggil militer, di mana mereka membawa serpihan itu dengan kendaraan baja. Informasi itu pun terdengar ke khalayak dan menimbulkan rasa penasaran publik Amerika.

Fakanya, Area 51 merupakan lokasi ujicoba pesawat milik Amerika Serikat saat Perang Dunia Kedua. Menurut media Reuters, sejumlah aset militer 'rahasia' AS seperti pesawat mata-mata A-12 serta pesawat jet stealth F-117 pernah diuji di sana.

Hanya saja, kenyataan itu agaknya tak pernah bisa memuaskan rasa penasaran netizen akan Area 51. Malah, sampai ada Jalan Raya Alien yang berada dekat Area 51.

Ritual Penyucian Diri Suku Tengger, Probolinggo

 Warga Suku Tengger melakukan upacara penyucian diri atau Ritual Melasti sebelum Yadnya Kasada. Harapannya manusia dijauhkan dari bencana.

Jelang Upacara Yadnya Kasada, Umat Hindu Suku Tengger di lereng Gunung Bromo melakukan Ritual Melasti atau Pembejian, di Pura Luhur Poten, Selasa (16/7/2019).

Ritual Melasti dilakukan sebagai bentuk penyucian diri, sebelum melaksanakan Ritual Yadnya Kasada yang merupakan upacara adat Umat Hindu Suku Tenger, yang diselenggarakan setiap tahun hari ke empat belas bulan Kasada.

Melasti di lereng Bromo, tepatnya di Pura Luhur Poten digelar sekitar pukul 10.00 dan selesai pukul 02.00 WIB.

Dalam prosesinya, warga Suku Tengger berjalan dari Pura menuju ke Watu Dukun yang merupakan user-user atau tempat setana anak pertama Joko Segger dan Roro Anteng, dimana merupakan dipercaya leluhur warga setempat.

Sampai di Watu Dukun warga Suku Tengger lantas menggelar ritual keagamaan, dan setelahnya kembali menuju ke Pura Luhur Poten.

Disebutkan Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, dalam Melasti kali ini diharapkan umat manusia diberi kesejahteraan, keselamatan, kedamaian dan dijauhkan dari segala rintangan dan bencana.

Selain itu hubungan serasi manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia.

"Jadi inti Melasti merupakan keharmonisan antara manusia, tuhan, alam dan sesama manusia," terang Bambang.

Disebutkan Bambang, jika dalam Ritual Melasti sendiri diikuti oleh warga dari 4 Kabupaten meliputi Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.

"Jadi rangkaian jelang upacara Yadnya Kasada ini ada 4 tahapan, mulai Mendak Tirta, Melasti, Pawedalan Pura dan puncaknya ritual Kasada," jelasnya.

Menjelajahi Istana Cantik Berusia Ratusan Tahun di Prancis

Selain punya Menara Eiffel, Paris juga punya Istana Versailles yang tak kalah menarik untuk dikunjungi traveler. Yuk, jelajahi istana berusia ratusan tahun ini!

Paris terkenal dengan anek bangunan bersejarah, seperti Menara Eiffel, Katedral Notre-Dame, hingga Museum Louvre yang memajang lukisan Monalisa. Ada bangunan bersejarah yang tak kalah menarik, lokasinya sekitar 30 menit berkendara mobil dari Paris.

Pernah dengan desa kecil bernama Versailles? Desa ini sekarang sudah bukan dusun lagi seperti zaman baheula, tapi sudah menjadi daerah sub urban-nya Paris.

Di wilayah ini ada bangunan mewah terkenal yang bernama Château de Versailles alias Istana Versailles. Hunian berlapis emas ini dibangun pada 1682 di bawah pemerintahan Raja Louis XIV.

Saat itu Prancis dibawa ke masa kejayaan oleh Raja Louis XIV sehingga menjadi negara yang kaya raya. Dengan uang yang banyak itu Raja Louis XIV memerintahkan dibangunannya Château de Versailles untuk menjadi tempat tinggal para kaum ningrat Prancis yang lokasinya tidak jauh dari Paris.

Keluarga Kerajaan Prancis tinggal di istana itu sampai muncul Revolusi Prancis di 1789 yang melengserkan cucu buyut Raja Louis XIV, yaitu Louis XVI.

Setelah tak ada lagi monarki di Prancis, istana megah tersebut akhirnya dijadikan museum dan terbuka untuk umum. Jika Anda berada di pusat kota Paris, cara paling gampang menuju tempat ini adalah dengan memesan taksi biasa atau taksi online.

Ada juga bus namun akan memakan waktu lama untuk sampai di sini. Usahakan bisa masuk ke istana ini sebelum jam makan siang. Pasalnya, jika sudah lewat jam makan siang, antrean untuk masuk akan mengular.

Jumlah pengunjung yang masuk istana memang sengaja dibatasi oleh petugas. Sebab, jika terlalu ramai di dalam istana dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diingikan dan merusak karya seni hingga ornamen di dalam istana.

Tidak perlu khawatir tersesat di istana seluas 67.000 meter persegi ini. Piham museum sudah mengatur jalur pengunjung dari mulai masuk istana sampai keluar di taman belakang istana.

Jika ingin mendapat penjelasan lebih lengkap soal museum dan segala karya seni yang ditampilkan, pengunjung bisa mendapatkan audio guide yang sudah termasuk harga tiket. Kalau hanya sekadar melihat-lihat saja, tidak perlu pakai audio guide.

Tidak perlu buru-buru saat berada di istana ini. Santai saja karena areanya cukup besar. Kalau merasa capek, boleh duduk-duduk dulu tapi jangan sambil ngemil karena dilarang.

Banyak area bisa dilihat di sini, dari mulai ruang kerja raja hingga ruang tidur. Ada juga gereja di dalam istana, hingga aula besar yang sangat mewah.

Setelah menjelajahi ruangan dalam istana, jangan lupa berkeliling di taman yang luas di bagian belakang. Luas area istana ini mencakup 1.070 hektar, tentu tidak akan bisa dijelajahi dengan berjalan kaki.

Tenang saja, ada kereta mini yang bisa mengantar pengunjung untuk berkeliling taman. Jangan lupa berfoto ria saat berada di sini, banyak spot yang menarik lho.