Minggu, 29 Desember 2019

Tempat Minum Kopi Paling Nikmat di Los Angeles

Kalau lagi traveling, wajib untuk coba kedai kopi lokalnya. Di setiap tempat pasti memiliki keunikan tentang racikan kopi termasuk di Los Angeles, Amerika Serikat.

Buat saya pribadi, kalau lagi traveling itu, selain musti coba kuliner lokalnya, juga wajib untuk cobain kedai kopi lokalnya, karena di setiap tempat pasti memiliki keunikan tentang kopi mereka sendiri. Biasanya saya menyempatkan untuk blogwalking atau cari tau di aplikasi review makanan untuk menentukan tempat mana yang akan saya kunjungi.

Tapi waktu ada kesempatan buat ngetrip ke Los Angeles, dengan rombongan tur, saya nggak kepikiran dan juga nggak sempat bikin riset kecil-kecilan untuk kulineran/ngopi di luar itenerary trip. Sudah pasrah sama jadwal harian selama di sana. Oleh karena itu, waktu ada ajakan dari teman untuk curi start agenda dan pisah sejenak dari rombongan tur untuk nongkrong pagi di kedai kopi yang terkenal di sana, saya pun auto setuju.

Tempat kami menginap cukup jauh dari downtown LA, sekitar 30 menit perjalanan dengan Uber Taxi. Kedai kopi yang kami tuju bernama Blue Bottle Coffee dan berada di Art District, tepatnya di 300 South Broadway. Dan karena si uber driver langsung klik begitu kami sebut Blue Bottle, asumsi saya ya berarti ini kedai kopi memang sebegitu populernya. Ok fix nggak rugi skip free breakfast di hotel.

Ternyata tempatnya bagus, bersih danĂ‚  proper banget buat nongkrong-nongkrong.  Saya koreksi ya, Blue Bottle Coffee ini pantesnya disebut cafe. Design dan interiornya sangat menarik. Nggak heran tempat ini ngetrend di kalangan warga LA dan turis asing. Atmosfernya bikin betah untuk berlama-lama ngopi santai dan ngedukung banget buat kerja kreatif.

Dari berbagai jenis kopi yang tersedia, saya menjatuhkan pilihan pada Blue Bottle Coffee Giant Steps, yang merupakan campuran biji kopi organik dari Uganda, Papua Nugini, dan coklat Sumatera. Ternyata saya gak salah pilih, rasanya benar-benar nikmat, smooth tanpa rasa pahit yang mengganggu, bikin happy dari seruputan awal hingga tegukan terakhir. Sempurna!

Di Blue Bottle Coffee ini juga kita bisa melihat bagaimana baristanya membuat kopi dengan metode dengan alat yang bernama Siphon, yang mana kopi yang dihasilkan membuatnya nyaris mirip teh dan mengeluarkan aroma kopi dengan level wangi yang luar biasa. Dan gak cuma kopi yang mantul, Blue Bottle Coffee juga menyediakan berbagai macam souvenir dengan signature logo-nya yang pas banget buat dijadikan oleh-oleh; mulai dari travel set, mug, tote bag dan juga t-shirt.

Ternyata Blue Bottle Coffee ini sudah kesohor luas, lebih dari yang saya bayangkan. Kafe yang pada awalnya hanya sebuah kedai kecil di Oakland yang dibuka oleh W. James Freeman tahun 2002, kini sudah berkembang pesat dan memiliki puluhan cabang, yang nggak hanya tersebar di Amerika Serikat saja, tapi juga udah merambah ke Jepang dan Korea. Semoga aja ada rencana untuk buka di Indonesia juga! Amin.

Bicara soal tempat ngopi yang enak dan terbaik di tiap kali traveling, andaikan saya berkesempatan mengunjungi Dubai, tentunya saya ingin sekali bisa nongkrong-nongkrong di kedai kopi lokal atau coffee shop Dubai yang mempunyai rating tinggi di kalangan penikmat kopi. Bismillahirrahmanirrahim, saya sebut dulu aja beberapa namanya ya: The Espresso Lab, Spill The Bean Coffee, Alchemy Dubai dan Emirati Coffee. So, kapan nih kita akan nongki-nongki bareng di Dubai, Detiktravel dan Dubai Tourism Board? Aminin dulu saja!

Menikmati Musim Gugur di Korea Selatan dengan Musik Petani

Korea Selatan adalah destinasi populer wisatawan, apalagi saat musim gugur. Pemandangannya romantis dan ada pertunjukan seni tradisional Korea yang masih eksis hingga saat ini.

Langit berwarna biru cerah. Dedaunan menjelma menjadi kuning dan merah. Cuaca bersahabat yang membuat orang yang datang tak akan marah. Angin yang mencoba menyapa lembut atau bahkan hujan yang tiba-tiba datang membuat daun-daun menyerah. Itulah sedikit gambaran yang bisa kalian saksikan di saat musim gugur tiba. Musim peralihan dari musim panas ke musim dingin ini juga menjadi musim panen di Korea Selatan.

Bulan November adalah bulan yang tepat untuk anda yang ingin menikmati musim gugur di Negari Ginseng. Sebagian daun masih kokoh dan sebagian lagi telah berguguran. Pada bulan ini juga menjadi musim panen padi, ubi, dan persik di Korea Selatan. Musim panen juga menjadi asal muasal pertunjukan seni tradisional yang sempat saya saksikan.

Nongak namanya. Nong berarti petani dan Ak berarti musik. Musik petani ini awalnya dimainkan oleh para petani untuk menghibur mereka pada saat bekerja. Namun, saat ini nongak dimainkan sebagai ungkapan rasa bersyukur petani akan hasil panen yang didapat. Nongak biasanya dimainkan di area terbuka dan Insadong adalah tempat saya melihat pertunjukan seni tersebut.

Insadong adalah salah satu tempat wisata belanja yang ada di jantung kota Seoul. Setiap harinya daerah ini dipadati oleh wisatawan lokal maupun internasional. Niat awal saya ke Insadong adalah berbelanja namun pada saat saya melangkah menuju tempat ini terlihat ada kerumunan orang. Semakin saya dekati semakin jelas terdengar alunan musik perkusi diiringi nyanyian tradisional Korea. Pertunjukan ini dilakukan sekitar dua puluh orang. Ada sekitar lima orang yang menggunakan Hanbok atau baju tradisional Korea dan sisanya menggunakan pakaian berwarna merah, putih dan biru dipadankan dengan topi berbentuk bulatan-bulatan berwarna sama. Warna yang khas seperti bendera Korea Selatan.

Alat musik yang mereka gunakan berbentuk seperti gong dan genderang dengan berbagai ukuran. Ada satu orang yang memainkan alat musik tiup yang menjadi melodi dalam pertunjukan ini. Mereka menari mengikuti alunan musik yang dimainkan. Ada beberapa wisatawan lokal yang ikut terhanyut menari bersama mereka. Pertunjukan yang tidak dihelat setiap hari ini membuat saya merasa beruntung dan bersyukur bisa menyaksikan pertunjukan seni yang telah diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

Sejarah suatu negara bisa ditelusuri dari berbagai hal. Pertunjukan seni tradisional salah satunya. Dream Destination saya selanjutnya adalah Dubai. Kemegahan dan kemewahannya membuat saya penasaran dengan jejak masa lalu kota ini. Seni kaligrafi, henna dan pacuan unta adalah beberapa warisan budaya yang ingin saya saksikan jika berada di kota ini. Semoga tulisan ini bisa menghantarkan saya kesana. Amin.

Tempat Minum Kopi Paling Nikmat di Los Angeles

Kalau lagi traveling, wajib untuk coba kedai kopi lokalnya. Di setiap tempat pasti memiliki keunikan tentang racikan kopi termasuk di Los Angeles, Amerika Serikat.

Buat saya pribadi, kalau lagi traveling itu, selain musti coba kuliner lokalnya, juga wajib untuk cobain kedai kopi lokalnya, karena di setiap tempat pasti memiliki keunikan tentang kopi mereka sendiri. Biasanya saya menyempatkan untuk blogwalking atau cari tau di aplikasi review makanan untuk menentukan tempat mana yang akan saya kunjungi.

Tapi waktu ada kesempatan buat ngetrip ke Los Angeles, dengan rombongan tur, saya nggak kepikiran dan juga nggak sempat bikin riset kecil-kecilan untuk kulineran/ngopi di luar itenerary trip. Sudah pasrah sama jadwal harian selama di sana. Oleh karena itu, waktu ada ajakan dari teman untuk curi start agenda dan pisah sejenak dari rombongan tur untuk nongkrong pagi di kedai kopi yang terkenal di sana, saya pun auto setuju.