Minggu, 29 Desember 2019

Kapan Ya di Indonesia Keluar Pesawat Serapih Ini?

Kamu pasti pernah merasakan suasana berdesakan saat mau keluar pesawat. Padahal kalau tertib, bisa rapi dan lancar lho.

Saat pesawat mendarat dan lampu sabuk pengaman mati pasti semua orang akan berdiri bersiap keluar dari kabin. Semua ingin turun dari pesawat dan berbaris hingga seringnya berdesak-desakan. Mereka ingin mengambil barang-barang di bagasi kabin dan tidak jelas gilirannya.

Melansir CNN, Senin (26/8/2019) seorang pramugari, Louise Vadeboncoeur memiliki video yang membuktikan adanya keteraturan saat para penumpang pesawat turun dengan tertib. Ia adalah pramugari maskapai WestJet dari Kanada.

Louise mengambil rekaman timelapse penumpang yang turun dari penerbangan charter di Kanada. Penumpangnya adalah pekerja anjungan minyak yang sering bepergian dari Fort McMurray di Alberta ke Bandara Internasional Calgary.

Dari laki-laki maupun perempuan, mereka turun secara teratur dan bikin Louise terpesona. Itu sebabnya ia merekam kejadian itu.

Ya, para pekerja itu memperlihatkan pada kita bagaimana cara sempurna turun dari sebuah pesawat. Bukannya berdesak-desakan di lorong kabin dan semua orang ingin mengambil koper di bagasi.

Louise Vadeboncoeur telah menjadi pramugari WestJet selama 12 tahun. Dari videonya, penumpang pesawat di Indonesia bisa belajar juga. Nggak usah buru-buru mau keluar pesawat. Kalau mau tertib malah rapi kok.

Biasanya, yang pertama kali turun dan masuk diurutkan dari kelas kabin. Sisanya, mereka yang turun duluan karena kepentingan dari penumpang atau mereka yang sudah tua atau penumpang cacat dan membutuhkan bantuan.

Liburan Murah ke Bangkok

Bangkok di Thailand dikenal sebagai surga belanja dan makanan. Liburan ke Bangkok dengan budget yang terbatas, bisa banget!

Disini saya mau membagikan pengalaman Bangkok on Budget. Semoga setelah ini, ada yang berani untuk pergi jalan-jalan kemanapun yang diimpikan.

Bulan Maret kemarin akhirnya punya kesempatan untuk pergi ke Bangkok, Thailand. Sering banget dengar kalau Bangkok itu surganya belanja dan kuliner. Berbekal rasa penasaran itu, mulailah saya mencari tiket promo dan juga hostel yang sesuai budget tim ransel.

Setelah perburuan berminggu-minggu, akhirnya mendapatkan Tiket pesawat PP Jakarta (CGK)-Bangkok (DMK) seharga Rp 1.785.400 dengan maskapai Thai Lion. Perburuan ini dari berbagai OTA (Online Travel Agent) yang ada. Memang harus jeli dan sabra untuk melakukan perburuan.

Tiket sudah siap, selanjutnya berburu hostel. Di Bangkok banyak sekali hostel dengan harga yang terjangkau dan bahkan beberapa memang sangat murah. Kalau berburu penginapan, pastikan membaca ulasan dari pengunjung lain, jangan cepat tergoda dengan harga yang sangat murah.

Setelah membaca banyak review dari beberapa hostel, akhirnya saya memutuskan untuk menginap di Nastee Hostel. Lokasi Natee Hostel sangat dengan dengan Platinum Shopping Mall, cukup berjalan kaki 5-10 menit dan menyeberang di jembatan penyebrangan. Jika ingin pergi ke Siam, bisa menggunakan bus, halte dekat dengan jembatan penyebrangan. Selain itu, Natee Hostel pun menediakan sarapan gratis bagi pengunjung, sebagai tim ransel hal ini sangat menyenangkan juga sangat membantu untuk memberikan alokasi lebih untuk kulineran.

Pilihan kamar di Natee Hostel pun beragam, mulai dari tipe dormitory dengan ranjang bertingkat atau kamar untuk 3 orang. Karena kali ini saya pergi bertiga, maka kami mencoba kamar untuk 3 orang. Biaya penginapan untu 4 malam adalah Rp 1.500.000 bertiga, jadi 1 orang cukup membayar Rp 500.000. Setelah pengalaman saya menginap di Natee, saya sangat merekomendasikan hostel ini.

Seru! Berburu Barang Antik di Kota Lama Semarang

Traveler penggemar barang antik, cobalah ke Kota Lama, Semarang. Dijamin kalap belanja melihat aneka barang vintage nan unik.

Berwisata ke Kota Lama Semarang tidak hanya foto-foto dan mengaggumi daerah yang disebut Little Netherland itu. Berburu barang antik dan produk unggulan pun bisa dilakukan di sana.

Ada tempat wisata di Semarang yang baru dengan nama Galeri Industri Kreatif. Lokasinya berada tepat di belakang Gereja Blenduk. Bangunan itu merupakan gedung PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang sudah ditata.

Ketika pertama kali masuk, barang-barang antik langsung menyambut dan di hadapan pengunjung ada photobooth dimana pengunjung bisa berfoto seolah berboncengan motor dengan Presiden Joko Widodo.

Perburuan barang antik berasa seru di ruangan pertama karena banyak stand penjual mulai dari kaset jadul, piringan hitam, lukisan, helm prajurit, mainan antik, hingga koran asli yang kertasnya sudah menguning namun dikemas rapi.

Barang-barang antik di sana tidak selalu berasal dari masa kolonial, tapi juga barang-barang tahun 1980-an, 1990-an dan sebagainya. Bagi para pengunjung, barang-barang di sana bisa mengobati kerinduan masa muda.

Di hari kerja galeri tersebut memang masih agak lengang, namun ketika akhir pekan pengunjungnya bertambah seiring membludaknya wisatawan di kawasan Kota Lama Semarang.

Tidak hanya barang antik, di ruangan berikutnya dijual berbagai barang buatan industri lokal Semarang dan Jawa Tengah. Galeri ini tujuannya memang untuk memasarkan produk lokal.

Kemudian di ruangan sebelahnya ada tempat untuk menyantap berbagai kuliner mulai dari makanan berat hingga makanan ringan dan minuman.

"Dalam 1 galeri, wisatawan akan dapat membeli berbagai barang, baik fashion, handicraft, kuliner, furniture, klithikan atau benda benda kuno. Produk-produk ini tidak hanya dari Semarang tetapi produk-produk di Jawa Tengah," kata Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu, Jumat (23/9/2019).

Pembayaran di galeri tersebut juga beda yaitu pengunjung akan diberi kartu untuk diisi saldo. Sisa saldo akan dikembalikan dalam bentuk cash di pintu keluar.

"Uang cash akan dimasukkan dalam kartu dan buat belanja, apabila sudah selesai dikembalikan ke kasir, sisa uang akan dikembalikan," jelas perempuan yang akrab disapa Ita tersebut.

Ita menjelaskan Galeri Industri Kreatif juga boleh digunakan untuk kegiatan seperti talk show hingga fashion show. Di gedung yang sama juga ada Cafe Covare sehingga wisatawan bisa ngopi sambil menikmati suasana Kota Lama.

Kapan Ya di Indonesia Keluar Pesawat Serapih Ini?

Kamu pasti pernah merasakan suasana berdesakan saat mau keluar pesawat. Padahal kalau tertib, bisa rapi dan lancar lho.

Saat pesawat mendarat dan lampu sabuk pengaman mati pasti semua orang akan berdiri bersiap keluar dari kabin. Semua ingin turun dari pesawat dan berbaris hingga seringnya berdesak-desakan. Mereka ingin mengambil barang-barang di bagasi kabin dan tidak jelas gilirannya.

Melansir CNN, Senin (26/8/2019) seorang pramugari, Louise Vadeboncoeur memiliki video yang membuktikan adanya keteraturan saat para penumpang pesawat turun dengan tertib. Ia adalah pramugari maskapai WestJet dari Kanada.

Louise mengambil rekaman timelapse penumpang yang turun dari penerbangan charter di Kanada. Penumpangnya adalah pekerja anjungan minyak yang sering bepergian dari Fort McMurray di Alberta ke Bandara Internasional Calgary.

Dari laki-laki maupun perempuan, mereka turun secara teratur dan bikin Louise terpesona. Itu sebabnya ia merekam kejadian itu.

Ya, para pekerja itu memperlihatkan pada kita bagaimana cara sempurna turun dari sebuah pesawat. Bukannya berdesak-desakan di lorong kabin dan semua orang ingin mengambil koper di bagasi.

Louise Vadeboncoeur telah menjadi pramugari WestJet selama 12 tahun. Dari videonya, penumpang pesawat di Indonesia bisa belajar juga. Nggak usah buru-buru mau keluar pesawat. Kalau mau tertib malah rapi kok.

Biasanya, yang pertama kali turun dan masuk diurutkan dari kelas kabin. Sisanya, mereka yang turun duluan karena kepentingan dari penumpang atau mereka yang sudah tua atau penumpang cacat dan membutuhkan bantuan.