Sabtu, 28 Desember 2019

New York Jadi Kota Tidak Ramah Turis di Amerika Serikat

Sebuah studi dilakukan di 50 kota di Amerika Serikat. Hasilnya, New York adalah kota paling tidak ramah turis lho.

Situs web Big 7 Travel, melakukan sebuah studi untuk mencari kota paling ramah turis di Amerika Serikat. Diintip detikcom, Kamis (29/8/2019) kota paling ramah adalah Minnesota.

Kota paling tidak ramah justru jatuh pada New York. Hal ini disebabkan dengan adanya kelompok-kelompok masyarakat yang cukup keras.

Bahkan mayoritas orang Amerika tidak menganggap kota ini sebagai tujuan wisata. Ada 3 kota lain dengan nilai terbawah yang berada tak jauh dari New York.

Selain Minnesota, ada Kota Tennessee yang menjadi kota ramah turis kedua di AS. Di peringkat ketiga ada South Carolina dan Texas di urutan keempat.

Selanjutknya adala Kota Wyoming yang menurut survey masyarakatnya punya rasa kebersamaan. Kebanyakan wisata lokal merasa aman ketika berada di kota ini.

Studi ini melibatkan sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat. Minnesota mendapat julukan Minnesota Nice karena keramahtamahannya untuk wisatawan.

Kunjungan Raja Malaysia Bisa Jadi Promosi Wisata Yogyakarta

Raja Malaysia berkunjung ke Keraton Yogyakarta dan sejumlah destinasi di sekitarnya. Kunjungan ini diharapkan mengangkat pamor wisata di Kota Gudeg.

Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap kunjungan Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah, ke beberapa destinasi wisata di DIY bisa mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Otomatis dengan tokoh negara lain kunjungan ke beberapa titik ini kan nggak usah kita menyampaikan sesuatu sudah bagian dari promosi," ujar Sekda DIY, Gatot Saptadi, kepada wartawan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (28/8/2019).

Seperti diketahui Raja Malaysia bertamu ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat siang tadi. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku (HB) X. Selain itu kunjungannya juga untuk berwisata.

Usai berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Raja Malaysia disebut Gatot akan melihat kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta. Setelahnya Raja Malaysia ini diagendakan berkunjung ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur di Jateng.

Gatot berharap dengan adanya kunjungan Raja Malaysia tersebut bisa mendongkrak kunjungan turis asing terutama dari Malaysia ke Yogyakarta. "Kalau rajanya sudah ke sini mungkin rakyatnya kan mungkin juga ikut lihat (destinasi wisata di DIY) ya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri'ayatauddin Al Mustafa Billah Shah beserta keluarga bertamu ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk bersilaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kunjungan kenegaraan Raja Malaysia ini didampingi sejumlah pejabat kedua negara. Seperti Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, dan perwakilan duta besar dari Indonesia dan Malaysia.

Pramugari Rasis Ancam Persulit Penumpang di Bea Cukai

 Seorang pramugari di AS bertindak rasis ke penumpang. Dia mengancam akan mempersulit penumpang tersebut saat antre di Bea Cukai.

Seorang pramugari American Airlines bernama Carol tertangkap dalam sebuah video pendek tengah bertindak rasis kepada penumpang. Tak hanya itu, Carol juga mengancam akan mempersulit penumpang ini saat melewati bagian Bea Cukai Amerika Serikat.

Dikumpulkan detikcom dari beberapa sumber, Kamis (29/8/2019), wajah dan identitas Carol diketahui dari video yang diambil oleh penumpang di sebuah bandara yang tidak disebutkan. Video yang viral di Twitter itu dipublikasikan akun bernama @LeleMarieC

Dalam video tersebut, penumpang itu mempertanyakan sikap Carol yang kasar terhadap mereka. Namun Carol memilih menjawab pendek ,"Fine" dan terus berjalan tanpa memperhatikan penumpang tadi.

Sementara Carol terus berjalan, penumpang wanita lain yang juga mempertanyakan tindakan kasarnya berusaha memanggilnya, "Carol, Carol."

Tak disangka, Carol membalas panggilan itu dengan kata-kata bernada ancaman. "Sayang, aku bisa membuatmu kesulitan di bagian Bea Cukai," ujar Carol. Kemudian video berhenti.

Video tersebut diambil oleh anggota keluarga @LeleMarieC saat pulang ke Amerika Serikat dari Meksiko. Dalam unggahannya, @LeleMarieC menyebut Carol tidak pantas bertugas jadi pramugari jika sikapnya seperti itu.

"Carol tidak seharusnya bertugas jika dia tidak meminta maaf karena bersikap kasar kepada ibu saya," cuit @LeleMarieC. Usut punya usut, sikap kasar Carol berawal saat keluarga @LeleMarieC meminta bantuan kepada si pramugari. Namun Carol justru menjawab dengan jawaban yang kasar dan tak terduga.

"Oh please, saya sudah menghadapi orang-orang seperti kamu selama 30 tahun," kata Carol.Sementara itu, pihak American Airlines mengaku akan menginvestigasi kasus ini. Bagi American Airlines, sikap diskriminatif tidak mendapat tempat di Amerika Serikat.

"Kami sudah tahu soal video itu, dan kami berusaha untuk mendapat informasi tambahan. Kami sudah menghubungi penumpang yang bersangkutan, dan tim kami mencoba memahami apa yang terjadi di penerbangan itu dan juga di bandara," pungkas pihak American Airlines.

New York Jadi Kota Tidak Ramah Turis di Amerika Serikat

Sebuah studi dilakukan di 50 kota di Amerika Serikat. Hasilnya, New York adalah kota paling tidak ramah turis lho.

Situs web Big 7 Travel, melakukan sebuah studi untuk mencari kota paling ramah turis di Amerika Serikat. Diintip detikcom, Kamis (29/8/2019) kota paling ramah adalah Minnesota.

Kota paling tidak ramah justru jatuh pada New York. Hal ini disebabkan dengan adanya kelompok-kelompok masyarakat yang cukup keras.

Bahkan mayoritas orang Amerika tidak menganggap kota ini sebagai tujuan wisata. Ada 3 kota lain dengan nilai terbawah yang berada tak jauh dari New York.

Selain Minnesota, ada Kota Tennessee yang menjadi kota ramah turis kedua di AS. Di peringkat ketiga ada South Carolina dan Texas di urutan keempat.

Selanjutknya adala Kota Wyoming yang menurut survey masyarakatnya punya rasa kebersamaan. Kebanyakan wisata lokal merasa aman ketika berada di kota ini.

Studi ini melibatkan sekitar 1,5 juta orang di Amerika Serikat. Minnesota mendapat julukan Minnesota Nice karena keramahtamahannya untuk wisatawan.