Jumat, 27 Desember 2019

Kumpulkan Sampah Puntung Rokok, Turis Bisa Dapat Bir Gratis

Inovasi baru diterapkan oleh sebuah bar di Spanyol. Para turis yang mau mengumpulkan sampah puntung rokok dari pantai akan ditukar dengan segelas bir gratis.

Sebuah bar bernama Chiringuito Azul di Kota Alicante, Spanyol membuat sebuah kebijakan baru yang unik. Turis yang mengumpulkan sampah puntung rokok di pantai bisa menukarnya dengan segelas bir, gratis tanpa dipungut biaya.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Senin (2/9/2019), kebijakan ini diambil oleh bar tersebut guna membersihkan pantai Marinetta Cassiana yang kerap dipenuhi sampah puntung rokok. Tidak secara cuma-cuma, tapi ada imbalan menanti traveler.

Setiap gelas besar puntung rokok yang traveler kumpulkan dari pantai, bisa ditukarkan dengan segelas bir dingin di bar ini. Buat traveler yang tidak minum alkohol, hadiahnya bisa ditukar dengan segelas soda.

Cara ini dilakukan oleh bar tersebut agar para traveler bisa sedikit lebih peduli dengan kebersihan lingkungan. Seperti kita ketahui, meski ukurannya sangat kecil, sampah puntung rokok bisa berbahaya untuk burung yang memakannya.

Sudah ada banyak kasus dilaporkan ada satwa yang mati akibat menelan sampah tersebut. Sudah saatnya kita berbuat sesuatu hal yang kecil untuk melestarikan lingkungan.

Pertama Kali Liburan Naik Kereta Api, Ini Keseruannya

Pengalaman perjalanan pertama selalu punya tempat sendiri untuk dikenang atau jadi pelajaran. Inilah cerita traveler yang baru pertama kali naik kereta api.

Selalu ada saat pertama kali dalam liburan. Begitu pula traveler yang pertama kali menggunakan kereta untuk bepergian jarak jauh.

Dirangkum detikcom, Senin (2/9/2019) seorang traveler wanita bernama Tika baru pertama kali menjajal kereta api jarak jauh. Kereta yang digunakan adalah Mataran dengan rute Gambir-Yogyakarta.

"Jadi pertama kali naik kereta itu menyenangkan. Awal mula aku bayangin check in-nya seperti naik pesawat," cerita Tike (25).

Dalam bayangannya, check in bakal cukup panjang. Tika kaget karena ternyata chek in keberangkatan kereta api sangatlah mudah.

"Dari pintu keberangkatan cuma lihat tiket dan di scan. Habis itu langsung naik ke gerbong kereta. Awalnya aku mikir sama kaya pesawat ada boarding 90 menit. Ternyata 5 menit sebelum berangkat masih boleh masuk. Enggak ribet," ungkap Tika.

Hal pertama yang dilakukan oleh Tika adalah mencoba kursi kereta api. Tika mengaku kursi di kelas eksekutif empuk dan nyaman.

"Bangkunya bisa diputar-putar senyamannya. Terus dikasih bantal dan selimut. Jadi aku bisa menikmati perjalanan selama 8 jam ke Yogyakarta.

Menurut Tika, kereta dan pesawat memiliki perbedaan. Jika disuruh memilih, Tika akan menimbang beberapa hal.

"Rasanya nggak beda jauh sama naik bis, cuma bebas hambatan. Kalau disuruh milih untuk perjalanan malam, aku pilih naik kereta biar bisa tidur. Tapi kalau waktu mepet pilih pesawat," Jelas Tika.

Harga cuma masuk dalam perhitungan Tika. Perbedaan tipis antara tiket kereta dan pesawat membuatnya memilih untuk terbang karena alasan waktu.

Selain Tika, ada juga Indira yang mencoba untuk naik kereta pertama kali dengan membawa bayi. Saat itu Indira melakukan perjalanan dengan bayi 7 bulan dari Gambir-Malang.

"Waktu itu lebaran 2018 naik KA Argo Bromo Anggrek. Sebenarnya sering naik kereta, tapi itu pertama kali bawa bayi," jelas Indira.

Indira mengaku tak mengalami masalah mulai dari check in sampai ada ke tempat duduk. Namun membawa bayi membuatnya was was.

"Aku ada digerbong tambahan, gerbong ketiga dari belakang. Waktu itu berangkat malam, jam setengah 7. Rasanya deg-degan soalnya takut bayinya rewel," ujar Indira.

Saat itu suasana kereta penuh dan ramai. Indira mengaku bahwa bayinya agak kesulitan tidur karena panas dan banyaknya orang yang mondar-mandir.

"Lumayan enggak nyaman karena bayinya kagetan kalau ada orang lewat. Panas juga karena penuh, jadi aku pakaikan kaus dalam saja. Akhirnya aku ajak main aja terus sampai capek. Ujungnya bayinya tidur juga," tutur sang ibu.

Walau demikian, Indira mengaku perjalanan pertama dengan bayinya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Tika pun mengaku sangat menikmati perjalanan pertamanya dengan menggunakan kereta api. Bagaimana dengan ceritamu?

Tiket Pesawat Mahal? Liburan ke Kepulauan Seribu Aja! (2)

Tentunya, ajang ini pun menawarkan harga yang bersahabat, mulai dari paket memancing hingga paket menikmati olahraga air, seperti jetski, flyingboard, snorkeling, dan scuba diving. Pasangan yang sedang mencari destinasi berbulan madu pun akan dapat menemukan paket-paket bulan madu di sini, berhubung sejumlah resor pantai di Kepulauan Seribu pun tak kalah eksotis dengan resor-resor ternama di dunia.

Tak Perlu Tiket Pesawat

Di rangkaian pameran "Ayoo Seru Seruan ke Pulau Seribu", pengunjung juga akan mendapatkan gambaran bahwa akomodasi yang tersedia di Kepulauan Seribu sangatlah beragam, baik dalam segi konsep maupun harga.

Akomodasi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu berupa homestay di pemukiman penduduk yang dikelola warga dan berupa pulau resor yang dikelola perusahaan swasta. Pemukiman warga yang menawarkan homestay tersedia di Pulau Pramuka, Pari, Tidung, dan Harapan.

Terdapat sekitar tujuh resor yang tersebar di Pulau Bidadari, Ayer, Pelangi, Sepa, Pantara, Macan, dan Putri. Dengan begitu, pengunjung dapat leluasa memilih tipe akomodasi yang sesuai dengan bujet, sehingga minat untuk berkunjung ke Kepulauan Seribu pun semakin besar.

Masyarakat yang telah menjadikan berwisata sebagai bagian dari gaya hidup, sejak harga tiket domestik melambung tinggi, kini tengah mencari alternatif tujuan wisata dalam negeri yang tak membutuhkan tiket pesawat.

Kepulauan Seribu menjawab pencarian tersebut, karena untuk menuju ke sana, pengunjung hanya perlu menuju pelabuhan di Muara Angke, Muara Kamal, atau deretan Dermaga Pantai Marina Ancol, tergantung jenis kapal yang dipilih.

Yang tak kalah penting, pameran ini juga ingin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu di hari kerja, berhubung okupansi beragam akomodasi di kawasan ini rata-rata hanya 25-30 persen di luar akhir pekan.

"Kunjungan di akhir pekan memang sudah cukup baik, namun kami juga ingin membuat orang mau datang di hari biasa. Bencana tsunami di Banten pada akhir Desember 2018 membuat orang takut bepergian ke daerah-daerah pesisir, sehingga tiga bulan pertama di tahun ini kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribut turun hingga 90 persen," imbuh Cucu.

Banyak Acara, Banyak Atraksi

Selain rangkaian pameran yang tengah berlangsung, telah banyak kegiatan untuk menarik pengunjung ke Kepulauan Seribu, antara lain Seribu Islands Reggae Festival di Pulau Pari yang digelar Maret 2019 yang tercatat dihadiri 4.000 orang, selain Seribu Islands Indie Festival di Pulau Tidung yang digelar pada 22 Juni 2019 untuk memeriahkan Ulang Tahun Jakarta dan tercatat dihadiri 2.000 orang.

Kedua festival tersebut merupakan rangkaian dari total enam festival yang digelar di sejumlah pulau sepanjang 2019. Selama penyelenggaraan festival unik itu, masyarakat setempat pemilik usaha warung dan homestay pun mengaku mendapatkan pemasukan yang lebih besar dibandingkan hari-hari biasa.

Walau dinamakan Kepulauan Seribu, namun gugusan kepulauan di utara Jakarta ini hanya berjumlah sekitar 110 pulau. Di kawasan ini juga terdapat Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dengan zona konservasi burung, hutan bakau, penyu, dan hiu.

"Ayoo Seru Seruan di Pulau Seribu" yang tak perlu tiket pesawat! Namun sebelumnya, cari dulu informasi sebanyak-banyaknya di berbagai pameran di mall-mall yang terdekat dengan tempat Anda!