Selasa, 24 Desember 2019

Kisah Inspiratif Pilot yang Awalnya Tukang Cleaning Service

Apabila seseorang telah bermimpi dan berusaha, niscaya tak ada yang tak mungkin. Berawal dari cleaning service, pria ini berhasil jadi pilot.

Semua hal besar itu berasal dari haal kecil, mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan perjuangan Mohammed Abubakar yang berasal dari Nigeria.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Sabtu (14/9/2019), ia berhasil meraih mimpinya sebagai seorang pilot setelah berjuang sebagai tukang cleaning service seperti diberitakan media Aero Time News Hub.

Perjalanan Mohammed pun bermula usai menamatkan pendidikan di SMU-nya. Lulus, ia berniat meraih gelar diploma dari Kaduna Polytechnic di Nigeria. Namun, keinginannya tertutup setelah ia telat mendaftar.

Tak dapat kuliah, pintu lain pun terbuka untuk Mohammed. Sebuah maskapai lokal bernama Kabo Air membuka lowongan kerja untuk posisi cleaning service. Tak ambil pusing, ia pun mendafta dan diterim untuk pekerjaan itu.

Bekerja sebagai cleaning service, ia pun digaji sekitar 200 Naira per hari atau sekitar Rp 7,7 ribu. Tak menyerah, Mohammed pun terus bekerja sebagai cleaning service hingga mendapat pekerjaan lain sebagai staff lapangan.

Perlahan, jenjang karir Mohammed pun mulai naik. Ia diberi mandat sebagai pramugara. Pelan tapi pasti, Mohammed menabung sedikit-sedikit demi masa depannya.

Setelah punya uang cukup, Mohammed memberanikan diri untuk mendaftar pelatihan pilot di Kanada dengan seluruh tabungannya. Pada akhirnya ia berhasil mendapat lisensi pilot pribadi, tapi belum lisensi pilot komersial.

Namun, kerja keras dan kegigihannya tebayar pada 30 Juli 2018 lalu. Pihak maskapai penerbangan Nigeria yang bernama Azaman Air melihat potensi Mohammed dan memberinya kesempatan sebagai pilot. Kebahagiaan itu pun disebarkan melalui cuitan pihak maskapai.

"Dia bergabung di industri penerbangan 24 tahun yang lalu sebagai petugas bersih-bersih pesawat. Hari ini dia menjadi kapten. Selamat Mohammed Abubakar, dari kita semua @AirAzman.

Cerita Mohammed tentu membuktikan, bahwa hasil tak akan mengkhianati kerja keras. Setidaknya, Mohhamed telah menjadi salah satu contoh nyata tersebut.
https://kamumovie28.com/tomb-raider/

Kisah Batu yang Berpindah-pindah, dari Maluku Sampai ke Rote

Selalu ada cerita di suatu destinasi wisata. Seperti Batu Termanu di Pulau Rote, yang konon berpindah-pindah di zaman dulu.

Kabupaten Rote Ndao di NTT dengan Pulau Rote yang merupakan pulau terbesar dan paling banyak penduduknya, memiliki banyak destinasi wisata. Salah satunya adalah Batu Termanu.

Tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendatangi Batu Termanu baru-baru ini. Lokasinya berada di Desa Onatali, tak jauh dari pusat Kota Ba'a, Kecamatan Lobalain.

Batu Termanu punya lanskap yang aduhai. Ada padang savana membentang luas, garis pantai yang landai, lautan biru luas dan bebatuan besar.

Soal bebatuan besar, ada dua batu di sana yang disebut Batu Hun dan Batu Suelai. Batu Hun lokasinya berada di lepas pantai, sekitar 300 meter dari bibir pantai dan bagaikan pulau kecil. Sedangkan Batu Suelai, berada di tepian pantai dan menjulang tinggi.

"Masyarakat Rote percaya, Batu Hun disebut batu lelaki dan Batu Suelai adalah batu perempuan. Mereka pun asalnya bukan dari Pulau Rote," kata Frengky, sang pemandu kami.

Maksudnya bukan dari Pulau Rote?

"Konon di zaman dulu, kedua batu ini berasal dari Ambon, Maluku. Mereka hidup berpasangan dan berpindah-pindah untuk mencari tempat yang nyaman untuk ditempati," jawab Frengky.
http://kamumovie28.com/purpose-of-reunion-3/

Ombak-ombak Rote Idaman Peselancar Dunia

Bukan cuma Nias, Banyuwangi atau Bali. Rote juga masuk dalam daftar destinasi idaman para peselancar dunia. Ombaknya menggoda!

"Rote terkenal sebagai destinasi surfing peselancar dunia. Para peselancar dari Eropa, Australia bahkan Amerika Serikat datang untuk berselancar ke sini," kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu kepada Tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) baru-baru ini.

Menurut Paulina, Rote memiliki beberapa pantai yang memiliki ombak dengan gelombang panjang. Ombaknya pun bisa setinggi sampai 4 meter.

"Beberapa tempat surfing di Rote adalah Pantai Nemberala, Pantai Bo'a dan Pulau Ndana," terangnya.

Menariknya, tempat-tempat surfing tersebut lokasinya bukan di dekat bibir pantai melainkan di tengah laut. Sehingga, para peselancar harus menyewa kapal dulu lalu beraksi di atas papan selancar.

"Kita punya kompetisi surfing internasional. Hampir sepanjang tahun, ombak-ombak Rote bisa dijajal," kata Paulina.

Tim Tapal Batas detikcom pun mendatangi Pantai Nemberala. Berada di Kecamatan Rote Barat, perjalanan ke sana bisa ditempuh naik mobil sekitar 1 jam dari Kota Ba'a (berada di Kecamatan Lobalain dan merupakan kota terbesar di Kabupaten Rote Ndao).

Terlihat memang, lebih banyak turis mancanegara dibanding wisatawan domestik. Mereka menenteng papan surfing, lalu menyewa kapal untuk mendatangi ombak.

Dari tepian pantai saja, tampak terlihat ombaknya yang besar. Biasanya, para peselancar akan surfing pada pukul 10.00 waktu setempat dan di sore hari kala senja.

Meski begitu, promosi wisata surfing di Rote tampaknya perlu dipromosikan lebih maksimal baik dari pihak Pemkab dan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata. Sebab, surfing dapat menjadi potensi wisata Rote yang akan mengundang banyak peselancar dunia.

Selamat datang di Rote, selamat menaklukkan ombaknya!

Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com

Kisah Inspiratif Pilot yang Awalnya Tukang Cleaning Service

Apabila seseorang telah bermimpi dan berusaha, niscaya tak ada yang tak mungkin. Berawal dari cleaning service, pria ini berhasil jadi pilot.

Semua hal besar itu berasal dari haal kecil, mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan perjuangan Mohammed Abubakar yang berasal dari Nigeria.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Sabtu (14/9/2019), ia berhasil meraih mimpinya sebagai seorang pilot setelah berjuang sebagai tukang cleaning service seperti diberitakan media Aero Time News Hub.

Perjalanan Mohammed pun bermula usai menamatkan pendidikan di SMU-nya. Lulus, ia berniat meraih gelar diploma dari Kaduna Polytechnic di Nigeria. Namun, keinginannya tertutup setelah ia telat mendaftar.

Tak dapat kuliah, pintu lain pun terbuka untuk Mohammed. Sebuah maskapai lokal bernama Kabo Air membuka lowongan kerja untuk posisi cleaning service. Tak ambil pusing, ia pun mendafta dan diterim untuk pekerjaan itu.

Bekerja sebagai cleaning service, ia pun digaji sekitar 200 Naira per hari atau sekitar Rp 7,7 ribu. Tak menyerah, Mohammed pun terus bekerja sebagai cleaning service hingga mendapat pekerjaan lain sebagai staff lapangan.

Perlahan, jenjang karir Mohammed pun mulai naik. Ia diberi mandat sebagai pramugara. Pelan tapi pasti, Mohammed menabung sedikit-sedikit demi masa depannya.

Setelah punya uang cukup, Mohammed memberanikan diri untuk mendaftar pelatihan pilot di Kanada dengan seluruh tabungannya. Pada akhirnya ia berhasil mendapat lisensi pilot pribadi, tapi belum lisensi pilot komersial.